Latar Belakang: Konsumsi minuman berpemanis pada remaja usia 10 – 14 tahun di Daerah Istimewa Yogyakarta masih tergolong tinggi yaitu mencapai 57,9%, lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 50,7% berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi perilaku tersebut adalah peran teman sebaya. SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta berada di wilayah perkotaan dengan akses yang mudah terhadap minuman berpemanis sehingga berpotensi memengaruhi kebiasaan konsumsi siswa. Kondisi tersebut menunjukan bahwa pengaruh peran teman sebaya berpotensi berkaitan dengan perilaku konsumsi minuman berpemanis pada remaja. Tujuan: Menganalisis hubungan antara peran teman sebaya dengan tingkat konsumsi minuman berpemanis pada remaja di SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 52 siswa/i kelas VII dan VIII dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Peran teman sebaya (variabel bebas) diukur menggunakan kuesioner Peer Influence Scale (PIS), sedangkan tingkat konsumsi minuman berpemanis (variabel terikat) diukur menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil: Sebanyak 57,7% responden berada pada kategori terdapat pengaruh peran teman sebaya. Berdasarkan jumlah asupan gula tambahan, 51,9% responden berada pada kategori cukup, sedangkan 48,1% termasuk kategori berlebih. Berdasarkan frekuensi konsumsi, masing-masing 50,0% responden berada pada kategori sering dan jarang. Analisis bivariat menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara peran teman sebaya dengan tingkat konsumsi minuman berpemanis, baik berdasarkan jumlah asupan gula tambahan (p=0,010) dan frekuensi konsumsi (p=0,005). Kesimpulan: Peran teman sebaya memiliki hubungan yang bermakna dengan tingkat konsumsi minuman berpemanis pada remaja.