Menurut Non-Communicable Disease Risk Factor Collaboration, stunting pada anak usia sekolah masih menjadi masalah kesehatan global dan tetap menjadi perhatian di Indonesia, termasuk di Kota Palangka Raya. Hasil studi pendahuluan di SDN 1 Kalampangan Kota Palangka Raya menunjukkan bahwa sebagian siswa belum memanfaatkan Program Makan Bergizi Gratis secara optimal karena masih memilih membeli jajanan dan tidak mengonsumsi seluruh menu yang disediakan. Kondisi ini diduga berkaitan dengan tingkat pengetahuan dan sumber informasi yang diterima siswa mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi serta tujuan Program Makan Bergizi Gratis dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak. Mengetahui hubungan sumber informasi manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pencegahan stunting pada siswa SDN 1 Kalampangan Kota Palangka Raya Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SDN 1 Kalampangan Kota Palangka Raya sebanyak 40 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Instrumen penelitian berupa kuesioner sumber informasi manfaat MBG dan kuesioner pencegahan stunting. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki sumber informasi manfaat MBG dalam kategori cukup sebanyak 29 responden (72,5%) dan pencegahan stunting dalam kategori cukup sebanyak 28 responden (70,0%). Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan nilai p-value = 0,006 (<0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,429, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan, positif Terdapat hubungan yang signifikan antara sumber informasi manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pencegahan stunting pada siswa SDN 1 Kalampangan Kota Palangka RayaKata kunci : Makan Bergizi Gratis, Sumber Informasi, Pencegahan StuntingDaftar Pustaka : 44 (2022-2026)