Dukungan keluarga sangat berperan untuk membantu pasien skizofreniamematuhi ketaatan meminum obat untuk pencegahan kekambuhannya. Kepatuhanpengobatan menjadi poin penting yang harus diwaspadai pasien, keluarga dan petugaskesehatan. Kesehatan jiwa adalah kondisi dimana seorang individu dapat berkembangsecara fisik, mental, spiritual dan sosial. Gangguan mental akan menyulitkan individuuntuk berkembang secara wajar. Skizofrenia adalah salah satu gangguan jiwa yangmenyebabkan pikiran, persepsi, emosi dan perilaku individu menjadi menyimpang.Penanganan pada skizofrenia membutuhkan waktu yang lama dan kepatuhan pengobatan.Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhanminum obat pada pasien skizofrenia gangguan halusinasi di Poliklinik Rawat JalanRumah Sakit Kalawa Atei. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan penelitiankuantitatif non eksperimen analitik korelasi kategori tidak berpasangan denganpendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidentalsampling. Hasil: Berdasarkan hasil identifikasi dukungan keluarga pada pasienskizofrenia gangguan halusinasi di Poliklinik Rumah Sakit Kalawa Atei sebagian besarresponden memiliki dukungan yang baik yaitu sebanyak 11 responden (28%).Berdasarkan hasil uji Chi-Square, didapat p-value yaitu 0,000 atau tingkat signifikasi p <0,05, dengan demikian ada Hubungan yang signifikan Dukungan Keluarga DenganKepatuhan Minum Obat pada Pasien Skizofrenia Gangguan Halusinasi Di PoliklinikRumah Sakit Kalawa Atei. Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisa uji statistik korelasiChi-Square menunjukkan diperoleh ρ value 0,000 (р < 0,05) yang artinya H1 diterima,sehingga terdapat Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat padaPasien Skizofrenia Ganggaun Halusinasi Di Poliklinik Rawat Jalan Rumah Sakit KalawaAtei. Dari itu diharapkan pihak Rumah Sakit Kalawa Atei dapat mengoptimalkanprogram edukasi keluarga mengenai pentingnya pendampingan minum obat, serta bagikeluarga untuk terus konsisten memberikan dukungan penuh pada pasien.