p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Dian Mitra D. Silalahi
Universitas Eka Harap

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Edukasi Terhadap Kejadian Diare Berulang Pada Balita Tahun 2026 Di RSIA Bunda Palangka Raya Desta Erma Natalia; Meilitha Carolina; Dian Mitra D. Silalahi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1424

Abstract

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada balita yang masih menyebabkantingginya angka kesakitan dan kematian di negara berkembang. Kejadian diare berulang dapatdipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan orang tua mengenai pencegahan dan penanganan diare.Edukasi kesehatan berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, serta perilaku hidupbersih dan sehat sehingga diharapkan dapat menurunkan kejadian diare berulang pada balita.Berdasarkan data RSIA Bunda Palangka Raya tahun 2025, terdapat 205 kasus diare pada balita dan98 kasus di antaranya merupakan diare berulang. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubunganedukasi dengan kejadian diare berulang pada balita tahun 2026 di RSIA Bunda Palangka Raya.Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan retrospektif dan desain kohortretrospektif. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik totalsampling dan dibagi menjadi kelompok terpapar edukasi dan tidak terpapar edukasi. Data diperolehdari rekam medis menggunakan lembar checklist, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariatmenggunakan uji Chi-Square serta perhitungan Relative Risk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa30 responden pernah mendapatkan edukasi dan 30 responden tidak mendapatkan edukasi.Sebanyak 24 balita mengalami diare berulang dan 36 balita tidak mengalami diare berulang. Hasiluji Chi-Square menunjukkan nilai p-value 0,002 dengan RR 3,000 (95% CI: 1,385–6,499).Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara edukasi dan kejadian diare berulang. Balita yangorang tuanya tidak mendapatkan edukasi berisiko tiga kali lebih besar mengalami diare berulang.
Hubungan Kepatuhan Perawat Dengan Sikap Dalam Penerapan Patient Safety Di RS Tipe D Pratama Pujon Yunanda; Meilitha Carolina; Dian Mitra D. Silalahi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1438

Abstract

Patient safety merupakan salah satu indikator penting dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Kepatuhan perawat dalam melaksanakan tindakan sesuai standar operasional prosedur serta sikap positif terhadap keselamatan pasien sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya kejadian tidak diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan perawat dengan sikap dalam penerapan patient safety di RS Tipe D Pratama Pujon. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 perawat yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi kepatuhan dan kuesioner Safety Attitudes Questionnaire (SAQ). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan alternatif Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden, sebanyak 20 responden (67%) memiliki tingkat kepatuhan kategori patuh dengan sikap baik dalam penerapan patient safety, 3 responden (10%) memiliki tingkat kepatuhan patuh dengan sikap cukup, 3 responden (10%) memiliki tingkat kepatuhan cukup patuh dengan sikap baik, dan 4 responden (13%) memiliki tingkat kepatuhan cukup patuh dengan sikap cukup. Hasil uji Fisher’s Exact Test diperoleh nilai p = 0,033 (p < 0,05), yang menunjukkan terdapat hubungan antara kepatuhan perawat dengan sikap dalam penerapan patient safety di RS Tipe D Pratama Pujon. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kepatuhan perawat dengan sikap dalam penerapan patient safety. Sikap perawat yang baik dapat mendukung kepatuhan dalam pelaksanaan tindakan keperawatan sesuai prinsip keselamatan pasien. Oleh karena itu, rumah sakit diharapkan dapat meningkatkan supervisi dan pelatihan terkait patient safety guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Siswa/i Tentang Child Grooming Di SMP Negeri 11 Palangka Raya Yuda Pratama; Mariaty Darmawan; Dian Mitra D. Silalahi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1637

Abstract

Child grooming merupakan bentuk kejahatan seksual yang dilakukan melalui pendekatanemosional dan manipulasi bertahap terhadap anak maupun remaja dengan tujuan eksploitasiseksual, sedangkan rendahnya tingkat pengetahuan mengenai child grooming diduga dapatmemengaruhi sikap siswa dalam mengenali, mencegah, dan melindungi diri dari risiko kekerasanseksual. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikapsiswa/i tentang child grooming di SMP Negeri 11 Palangka Raya, menggunakan desain penelitiankorelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 77 siswa kelas VII-D,VIII-A, dan VIII-B, dengan sampel sebanyak 65 responden yang dipilih menggunakan teknik totalsampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan kuesioner sikaptentang child grooming, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil ujimenunjukkan nilai p value = 0,000 (p &lt;0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,551, yang berartiterdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap siswa/i tentang childgrooming, dengan kekuatan hubungan sedang dan arah positif. Tingkat pengetahuan siswa sebagianbesar berada pada kategori baik (37 responden, 57%), sedangkan sikap siswa sebagian besar beradapada kategori baik (52 responden, 80%). Sekolah disarankan bekerja sama dengan tenagakesehatan, khususnya perawat komunitas, untuk memberikan edukasi berkelanjutan mengenaibahaya child grooming sebagai upaya promotif dan preventif dalam melindungi siswa darikekerasan seksual.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Skizofrenia Gangguan Halusinasi Dipoliklinik Rawat Jalan Rumah Sakit Kalawa Atei Sudi; Melisa Frisilia; Dian Mitra D. Silalahi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1810

Abstract

Dukungan keluarga sangat berperan untuk membantu pasien skizofreniamematuhi ketaatan meminum obat untuk pencegahan kekambuhannya. Kepatuhanpengobatan menjadi poin penting yang harus diwaspadai pasien, keluarga dan petugaskesehatan. Kesehatan jiwa adalah kondisi dimana seorang individu dapat berkembangsecara fisik, mental, spiritual dan sosial. Gangguan mental akan menyulitkan individuuntuk berkembang secara wajar. Skizofrenia adalah salah satu gangguan jiwa yangmenyebabkan pikiran, persepsi, emosi dan perilaku individu menjadi menyimpang.Penanganan pada skizofrenia membutuhkan waktu yang lama dan kepatuhan pengobatan.Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhanminum obat pada pasien skizofrenia gangguan halusinasi di Poliklinik Rawat JalanRumah Sakit Kalawa Atei. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan penelitiankuantitatif non eksperimen analitik korelasi kategori tidak berpasangan denganpendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidentalsampling. Hasil: Berdasarkan hasil identifikasi dukungan keluarga pada pasienskizofrenia gangguan halusinasi di Poliklinik Rumah Sakit Kalawa Atei sebagian besarresponden memiliki dukungan yang baik yaitu sebanyak 11 responden (28%).Berdasarkan hasil uji Chi-Square, didapat p-value yaitu 0,000 atau tingkat signifikasi p &lt;0,05, dengan demikian ada Hubungan yang signifikan Dukungan Keluarga DenganKepatuhan Minum Obat pada Pasien Skizofrenia Gangguan Halusinasi Di PoliklinikRumah Sakit Kalawa Atei. Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisa uji statistik korelasiChi-Square menunjukkan diperoleh ρ value 0,000 (р &lt; 0,05) yang artinya H1 diterima,sehingga terdapat Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat padaPasien Skizofrenia Ganggaun Halusinasi Di Poliklinik Rawat Jalan Rumah Sakit KalawaAtei. Dari itu diharapkan pihak Rumah Sakit Kalawa Atei dapat mengoptimalkanprogram edukasi keluarga mengenai pentingnya pendampingan minum obat, serta bagikeluarga untuk terus konsisten memberikan dukungan penuh pada pasien.