Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analisis Korelasi Pengetahuan dan Perilaku Ibu dalam Upaya Pencegahan Stunting Balita di Wilayah Kerja BLUD UPT Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya: Correlation Analysis between Mothers’ Knowledge and Behavior in Efforts to Prevent Stunting among Toddlers in the Working Area of BLUD UPT Puskesmas Pahandut, Palangka Raya City Melisa Frisilia; Riska Ovany; Stefanicia Stefanicia; Neneng Safitri
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.12819

Abstract

Stunting merupakan gangguan yang terjadi pada tumbuh kembang balita yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak tidak sesuai dengan anak seusianya. Adanya ibu balita yang belum memahami cara mencegah stunting, terutama dalam hal pengolahan makanan, pemenuhan kebutuhan gizi, penerapan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS), serta pentingnya melakukan pemantauan tumbuh kembang anak akan berpengaruh pada kejadian stunting. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan  rancangan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki balita sebanyak 45 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Analisis yang dilakukan adalah menggunakan uji rank spearman’s. Penelitian ini menunjukan hasil uji rank spearman’s, di dapatkan (p = 0,003< α = 0,05). Hal itu berarti ada hubungan pengetahuan ibu dengan perilaku pencegahan stunting pada balita di wilayah kerja BLUD UPT puskesmas Pahandut. Ibu dengan pemahaman dasar mengenai stunting yang cukup cenderung telah menerapkan sebagian besar praktik pencegahan stunting, seperti pemberian ASI eksklusif, MP ASI tepat, dan pengawasan pertumbuhan pada balita meskipun belum sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, upaya menurunkan prevalensi stunting melalui pencegahan primer harus semakin ditingkatkan dengan optimalisasi promosi kesehatan, agar ibu mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam dan pengetahuan yang lebih luas tentang stunting, sehingga mampu menerapkan perilaku pencegahan secara tepat.
EFEKTIVITAS EDUKASI PENYULUHAN IVA TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN, MINAT, DAN KEIKUTSERTAAN PEMERIKSAAN IVA PADA WANITA USIA 30–50 TAHUN Angga Arsesiana; Putri Carolina; Suryagustina Suryagustina; Rena Oki Alestari; Melisa Frisilia
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7575

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi penyuluhan inspeksi visual asam asetat terhadap peningkatan pengetahuan, minat, dan keikutsertaan pemeriksaan pada wanita usia 30–50 tahun. Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan pretest-posttest with control group. Sampel penelitian terdiri dari 80 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol, dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan, minat, dan lembar observasi keikutsertaan pemeriksaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi penyuluhan mampu meningkatkan pengetahuan responden tentang pentingnya deteksi dini kanker serviks, meningkatkan minat untuk melakukan pemeriksaan, serta mendorong keikutsertaan nyata dalam pemeriksaan dibandingkan kelompok yang tidak mendapatkan intervensi secara terstruktur. Hasil pendukung juga menunjukkan bahwa karakteristik responden pada kedua kelompok relatif sebanding sehingga perubahan yang terjadi dapat dikaitkan dengan intervensi yang diberikan. Temuan ini menunjukkan bahwa penyuluhan yang dilakukan secara interaktif dan sistematis memudahkan responden memahami manfaat pemeriksaan, membentuk sikap yang lebih positif, dan memperkuat kesiapan untuk bertindak. Dengan demikian, edukasi penyuluhan dapat menjadi strategi promosi kesehatan yang efektif untuk meningkatkan partisipasi pemeriksaan inspeksi visual asam asetat dan mendukung upaya deteksi dini kanker serviks di pelayanan kesehatan primer. Kata kunci: deteksi dini, inspeksi visual asam asetat, kanker serviks, minat, pengetahuan
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian ASI Eksklusif Dengan Kejadian ISPA Pada Balita Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya Teguh Alfriadi; Melisa Frisilia; Merry Delyka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1525

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang kerapterjadi pada balita dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, termasuk diwilayah kerja UPTD Puskesmas Kayon, Kota Palangka Raya. Salah satu faktor yang didugaberhubungan dengan kejadian ISPA adalah pengetahuan ibu mengenai ASI eksklusif. Pengetahuantersebut berpotensi memengaruhi praktik pemberian ASI kepada bayi. ASI eksklusif mengandungberbagai zat gizi dan komponen imunologis yang berperan penting dalam mendukung sistemkekebalan tubuh balita, sehingga mampu memberikan perlindungan dari berbagai penyakit infeksi,termasuk ISPA.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dengan kejadian ISPApada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya.Metode: Metode penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 97responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukanmenggunakan kuesioner pengetahuan ASI eksklusif dan kejadian ISPA. Analisis data dilakukansecara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05.Hasil: Penelitian ini menunjukan hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,001 (p &lt; 0,05),sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antarapengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja UPTDPuskesmas Kayon Kota Palangka Raya.Kesimpulan: Dalam penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentangASI eksklusif dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kayon KotaPalangka Raya. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan ilmukesehatan masyarakat, menjadi masukan bagi UPTD Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya untukmeningkatkan edukasi dan promosi mengenai ASI eksklusif, serta meningkatkan pengetahuanmasyarakat sebagai upaya pencegahan ISPA pada balita.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Siswa Tentang Pencegahan Perilaku Seksual Berisiko Pada Remaja Di SMK Karsa Mulya Kota Palangka Raya Nopika; Melisa Frisilia; Dian Mitra Desnawati Silalahi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1534

Abstract

Perilaku seksual berisiko pada remaja merupakan masalah kesehatan yang dapatmenimbulkan dampak fisik, psikologis, dan sosial, antara lain infeksi menular seksual (IMS), HIV/AIDS,kehamilan tidak diinginkan, serta masalah psikologis dan sosial. Pengetahuan yang memadai diharapkanmenjadi dasar dalam pembentukan sikap pencegahan yang positif. Tujuan: Menganalisis hubungan tingkatpengetahuan dengan sikap siswa tentang pencegahan perilaku seksual berisiko pada remaja di SMK KarsaMulya Kota Palangka Raya. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik danpendekatan cross-sectional. Populasi target adalah 207 siswa kelas XI dan sampel sebanyak 68 siswa yangditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%. Pengambilan sampel menggunakantotal sampling pada populasi terjangkau yang memenuhi kriteria. Data dikumpulkan menggunakan kuesionerpengetahuan dan sikap, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson Chi-Square. Hasil: Tingkat pengetahuan responden paling banyak berada pada kategori cukup, yaitu 27 responden(39,7%), diikuti kategori baik 23 responden (33,8%) dan kurang 18 responden (26,5%). Sikap paling banyakberada pada kategori cukup, yaitu 26 responden (38,2%), diikuti kategori kurang 23 responden (33,8%) danbaik 19 responden (27,9%). Hasil uji Pearson Chi-Square menunjukkan nilai χ²=70,311, df=4, p=0,000(p&lt;0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap siswatentang pencegahan perilaku seksual berisiko. Upaya yang dapat dilakukan adalah memperkuat pendidikankesehatan reproduksi melalui penyuluhan dan program pendidikan kesehatan yang dilakukan secara rutin disekolah.
Hubungan Pengetahuan Dan Kebiasaan Sarapan Dengan Kejadian Dispepsia Pada Siswa Kelas VIII Di SMPN 8 Palangka Raya Melisa Frisilia; Merry Delyka; Aditya Marsela Putri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1557

Abstract

Dispepsia merupakan salah satu gangguan saluran cerna yang seringdialami remaja dan berkaitan dengan pola makan yang tidak teratur, terutama kebiasaantidak sarapan. Berdasarkan Badan Pusat Statistik Kota Palangka Raya tahun 2025, terdapat2.608 kasus dispepsia pada tahun 2024 yang termasuk dalam 10 penyakit terbanyak. DataUPTD Puskesmas Menteng menunjukkan 1.510 kasus dispepsia dan gastritis pada tahun2024 serta 1.486 kasus pada tahun 2025.Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan dan kebiasaan sarapandengan kejadian dispepsia pada siswa kelas VIII SMPN 8 Palangka Raya.Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional melaluipendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 361 siswa dengan sampel sebanyak 190responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate random sampling. Datadikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariatmenggunakan uji Chi-Square.Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan kategori cukup (47,9%), kebiasaansarapan kategori sedang (54,7%), dan mengalami dispepsia (80,0%). Analisis bivariatmenunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadiandispepsia (p=0,000) serta kebiasaan sarapan dengan kejadian dispepsia (p=0,008).Kesimpulan: Pengetahuan dan kebiasaan sarapan berhubungan secara signifikan dengankejadian dispepsia pada siswa kelas VIII SMPN 8 Palangka Raya. Peningkatan edukasi gizi,pembiasaan sarapan sehat, dukungan orang tua, serta program promosi kesehatan di sekolahperlu dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan perilaku sarapan sehat, mencegahkejadian dispepsia, dan meningkatkan derajat kesehatan remaja.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Merokok Kepala Keluarga Dengan Kejadian Hipertensi Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya Yakub Pebrianto; Melisa Frisilia; Merry Delyka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1566

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadimasalah kesehatan masyarakat karena prevalensinya terus meningkat setiap tahun. Salah satufaktor risiko yang dapat menyebabkan hipertensi adalah kebiasaan merokok. Pengetahuan dansikap terhadap bahaya merokok merupakan faktor yang dapat memengaruhi perilaku seseorangdalam mencegah terjadinya hipertensi. Namun, masih banyak kepala keluarga yang memilikikebiasaan merokok sehingga berpotensi meningkatkan risiko terjadinya hipertensi. Oleh karenaitu, diperlukan penelitian mengenai hubungan pengetahuan dan sikap merokok kepala keluargadengan kejadian hipertensi.Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap merokok kepala keluarga dengankejadian hipertensi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan crosssectional. Populasi penelitian adalah seluruh kepala keluarga di Wilayah Kerja UPTDPuskesmas Pahandut Kota Palangka Raya. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yangdipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakankuesioner dan pengukuran tekanan darah, sedangkan analisis data menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden yang memiliki pengetahuanbaik sebanyak 60,0%, sikap baik sebanyak 42,0%, dan responden yang mengalami hipertensisebanyak 48,0%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antarapengetahuan dengan kejadian hipertensi (p = 0,769 &gt; 0,05), sedangkan terdapat hubungan yangsignifikan antara sikap merokok kepala keluarga dengan kejadian hipertensi (p = 0,000 &lt; 0,05).Kesimpulan: Pengetahuan tentang bahaya merokok tidak berhubungan dengan kejadianhipertensi, sedangkan sikap merokok kepala keluarga berhubungan dengan kejadian hipertensi.Oleh karena itu, diperlukan upaya promosi kesehatan yang berkesinambungan melaluipenyuluhan dan edukasi mengenai bahaya merokok untuk meningkatkan sikap positif sertamendorong penerapan perilaku hidup sehat sebagai upaya pencegahan hipertensi.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Tentang Personal Hygiene Dengan Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri Di SMKN 1 Palangka Raya Riska; Melisa Frisilia; Merry Delyaka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1572

Abstract

Keputihan (fluor albus) merupakan keluarnya cairan dari vagina yang dapatbersifat fisiologis maupun patologis dan banyak dialami perempuan, terutama pada masa remajaakibat perubahan hormonal. Di Indonesia diperkirakan lebih dari 50 juta perempuan pernahmengalami keputihan, termasuk sekitar 15 juta remaja putri usia 15–24 tahun. Tingginya kejadiantersebut berkaitan dengan rendahnya edukasi kesehatan reproduksi, khususnya mengenaipengetahuan dan sikap tentang personal hygiene, sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinyakeputihan patologis. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mengetahui hubunganpengetahuan dan sikap tentang personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri.Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap tentang personal hygiene dengan kejadiankeputihan pada remaja putri di SMKN 1 Palangka Raya.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 88 remaja putri dengan teknik total sampling. Datadikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakanuji Likelihood Ratio.Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 54 responden (61,4%),sikap baik sebanyak 60 responden (68,2%), dan mengalami keputihan fisiologis sebanyak 55responden (62,5%). Hasil uji Likelihood Ratio menunjukkan terdapat hubungan yang signifikanantara pengetahuan tentang personal hygiene dengan kejadian keputihan (p=0,000&lt;α=0,05) sertaantara sikap tentang personal hygiene dengan kejadian keputihan (p=0,000&lt;α=0,05).Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap tentang personalhygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri di SMKN 1 Palangka Raya. Peningkatanedukasi mengenai personal hygiene melalui kerja sama sekolah, tenaga kesehatan, dan orang tuadiharapkan dapat meningkatkan perilaku hidup bersih serta mencegah terjadinya keputihanpatologis pada remaja putri.
Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Pencegahan Diabetes Melitus Di UPTD Puskesmas Panarung Kota Palangka Raya Septi Marlina; Melisa Frisilia; Merry Delyka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1542

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan data tahun 2024 tercatat 560 kasus dan meningkat pada tahun 2025 menjadi 772 kasus diabetes melitus di UPTD Puskesmas Panarung Kota Palangka Raya. Jika tidak dicegah dan ditangani sejak dini, penyakit ini berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi serius. Pengetahuan merupakan faktor predisposisi yang sangat berperan dalam pembentukan perilaku pencegahan Diabetes Melitus pada masyarakat. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan Diabetes Melitus pada pengunjung UPTD Puskesmas Panarung Kota Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengunjung UPTD Puskesmas Panarung dengan jumlah sampel sebanyak 99 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil: Hasil uji Chi Square didapatkan ( p = 0,000 < α = 0,05). Hal itu berarti ada hubungan pengetahuan pengunjung dengan perilaku pencegahan diabetes melitus di UPTD Puskesmas Panarung Kota Palangka Raya. Kesimpulan : Pengunjung yang memiliki pengetahuan baik tentang Diabetes Melitus cenderung telah menerapkan sebagian besar perilaku pencegahan Diabetes Melitus seperti mengatur pola makan sehat, rutin melakukan aktivitas fisik, dan memeriksakan kadar gula darah secara berkala. Oleh karena itu, upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait Diabetes Melitus melalui promosi kesehatan harus semakin ditingkatkan, agar pengunjung mendapatkan pemahaman lebih mendalam dan pengetahuan yang lebih luas tentang pencegahan Diabetes Melitus sehingga mampu menerapkan perilaku pencegahan secara tepat dan konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Pengetahuan, Perilaku Pencegahan, Pengunjung Abstract Background : Diabetes Mellitus is one of the non-communicable diseases that has become a global health problem, with a prevalence that continues to increase every year. Based on data from 2024, there were 560 cases and this increased to 772 cases in 2025 at UPTD Puskesmas Panarung, Palangka Raya. If not prevented and managed early, this disease has the potential to cause various serious complications. Knowledge is a predisposing factor that plays a significant role in shaping Diabetes Mellitus prevention behavior in the community. Objective : To determine the correlation between knowledge and Diabetes Mellitus prevention behavior among visitors of UPTD Puskesmas Panarung, Palangka Raya. Method : This research used an analytic quantitative design with a cross-sectional approach. The population consisted of all visitors at UPTD Puskesmas Panarung, with a sample of 99 respondents selected using accidental sampling technique. The data were collected using a questionnaire and analyzed using the Chi-Square test. Results : The Chi-Square test results obtained (p = 0.000 < α = 0.05), meaning there was a significant correlation between visitors' knowledge and Diabetes Mellitus prevention behavior at UPTD Puskesmas Panarung, Palangka Raya City. Conclusion : Visitors with good knowledge of Diabetes Mellitus tend to have implemented most Diabetes Mellitus prevention behaviors, such as maintaining a healthy diet, engaging in regular physical activity, and periodically checking blood sugar levels. Therefore, efforts to improve community knowledge regarding Diabetes Mellitus through health promotion must be further enhanced, so that visitors gain a deeper understanding and broader knowledge about Diabetes Mellitus prevention, enabling them to apply prevention behaviors appropriately and consistently in daily life. Keywords : Diabetes Melitus, Knowledge, Prevention Behavior,Visitors
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Skizofrenia Gangguan Halusinasi Dipoliklinik Rawat Jalan Rumah Sakit Kalawa Atei Sudi; Melisa Frisilia; Dian Mitra D. Silalahi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1810

Abstract

Dukungan keluarga sangat berperan untuk membantu pasien skizofreniamematuhi ketaatan meminum obat untuk pencegahan kekambuhannya. Kepatuhanpengobatan menjadi poin penting yang harus diwaspadai pasien, keluarga dan petugaskesehatan. Kesehatan jiwa adalah kondisi dimana seorang individu dapat berkembangsecara fisik, mental, spiritual dan sosial. Gangguan mental akan menyulitkan individuuntuk berkembang secara wajar. Skizofrenia adalah salah satu gangguan jiwa yangmenyebabkan pikiran, persepsi, emosi dan perilaku individu menjadi menyimpang.Penanganan pada skizofrenia membutuhkan waktu yang lama dan kepatuhan pengobatan.Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhanminum obat pada pasien skizofrenia gangguan halusinasi di Poliklinik Rawat JalanRumah Sakit Kalawa Atei. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan penelitiankuantitatif non eksperimen analitik korelasi kategori tidak berpasangan denganpendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidentalsampling. Hasil: Berdasarkan hasil identifikasi dukungan keluarga pada pasienskizofrenia gangguan halusinasi di Poliklinik Rumah Sakit Kalawa Atei sebagian besarresponden memiliki dukungan yang baik yaitu sebanyak 11 responden (28%).Berdasarkan hasil uji Chi-Square, didapat p-value yaitu 0,000 atau tingkat signifikasi p &lt;0,05, dengan demikian ada Hubungan yang signifikan Dukungan Keluarga DenganKepatuhan Minum Obat pada Pasien Skizofrenia Gangguan Halusinasi Di PoliklinikRumah Sakit Kalawa Atei. Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisa uji statistik korelasiChi-Square menunjukkan diperoleh ρ value 0,000 (р &lt; 0,05) yang artinya H1 diterima,sehingga terdapat Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat padaPasien Skizofrenia Ganggaun Halusinasi Di Poliklinik Rawat Jalan Rumah Sakit KalawaAtei. Dari itu diharapkan pihak Rumah Sakit Kalawa Atei dapat mengoptimalkanprogram edukasi keluarga mengenai pentingnya pendampingan minum obat, serta bagikeluarga untuk terus konsisten memberikan dukungan penuh pada pasien.