Dalam pendidikan anak usia dini perkembangan kognitif ialah aspek perkembangan yang sangat penting untuk dikembangkan. Perkembangan kognitif memiliki arti terjadinya perubahan didalam kehidupan seseorang dalam rangka mengamati, memahami, tahu akan sesuatu, mendapatkan informasi, memecahkan masalah. Perkembangan kognitif tidak bisa dipisahkan dengan kecerdasan seorang manusia. Keterampilan dan keberhasilan belajar yang diharapkan didapat oleh seorang anak pada aspek kognitif ialah anak dapat memiliki keterampilan berpikir logis, berpikir kritis, bisa mengungkapkan alasan, mampu mengatasi persoalan dan dapat menemukan hubungan sebab akibat. Dunia anak usia dini ialah bermain, ketika anak bermain anak sangat gembira, Oleh sebab itu kegiatan bermain harus dapat mengembangkan aspek- aspek perkembangan anak. Saat bermain anak berkesempatan memahami dunia, bergaul dengan orang lain, berekspresi dan berkembangnya keterampilan simbolik yang membuat anak aktif membangun pengetahuannya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak melalui kegiatan bermain Ular Tangga Anak Soleh (UTAS). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari dua siklus dan setiap siklus dilaksanakan empat kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah 20anak usia 4-5 tahun di PAUD Bunda Gemilang Kecamatan Nanggung yang terdiri dari 11 anak perempuan dan 9 anak laki laki. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, kegiatan belajar mengajar (KBM), test kognitif, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam peneliatan ini adalah rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH), catatan lapangan (field note) dan tes kognitif. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Indikator dari keberhasilan dari penelitian ini adalah apabila perhitungan persentase menunjukkkan 75% atau lebih. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil data yang didapatkan bahwa peningkatan kemampuan kognitif melalui kegiatan bermain UTAS dapat meningkat. Hal ini dapat dilihat dari kenaikan persentase nilai rata-rata akhir persiklus. Pada pra siklus anak baru menunjukan kemampuan kognitif sebanyak 40% , yakni tingkat pencapaian perkembangan belum berkembang. Sedangkan pada siklus 1 mencapai 59% dan di siklus 2 mencapai 85%.