Amalia Pratiwi
Universitas Pembangunan Nasional Veteran jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pembubaran Organisasi Massa Berbasis Agama dan Tantangan Demokrasi di Indonesia: Studi Kasus Pembubaran FPI Berdasarkan Surat Keputusan Bersama Tahun 2020 Amalia Pratiwi; Aisyah Dwi Aprilia; Dhea Kamila Nur Jamal; Revalyza Misbah; Fatkhuri Fatkhuri; Mukhamad Busro Asmuni
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 1 No. 1: Maret 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v1i1.1310

Abstract

Penelitian ini membahas pembubaran Front Pembela Islam FPI oleh pemerintah Indonesia sebagai fenomena politik dan hukum yang menimbulkan perdebatan dalam konteks demokrasi dan hubungan negara agama Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus penelitian ini menganalisis faktor faktor yang melatarbelakangi pembubaran FPI sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Bersama SKB Tiga Menteri dan pejabat tinggi negara pada tahun 2020 Analisis dilakukan dengan menelaah dokumen hukum literatur akademik serta dinamika sosial politik yang terkait dengan aktivitas FPI termasuk pertimbangan keamanan nasional potensi radikalisme ketertiban umum serta ideologi organisasi yang dinilai bertentangan dengan Pancasila Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembubaran FPI tidak hanya mencerminkan upaya negara dalam menjaga stabilitas dan supremasi hukum melainkan juga menandai munculnya ketegangan baru antara perlindungan keamanan publik dan penghormatan terhadap hak sipil Tindakan administratif tanpa mekanisme peradilan menimbulkan kekhawatiran terhadap praktik demokrasi illiberal dan kecenderungan konsentrasi kekuasaan eksekutif Selain itu kebijakan pembubaran tersebut memperdalam polarisasi sosial terutama dalam hubungan antara pemerintah kelompok keagamaan dan masyarakat sipil yang memandang langkah tersebut sebagai bentuk pembatasan ruang ekspresi politik berbasis agama Penelitian ini juga menemukan bahwa pembubaran FPI memperkuat perdebatan mengenai legitimasi negara dalam mengatur organisasi keagamaan dan membentuk batas ekspresi keagamaan di ruang publik Temuan ini mengindikasikan bahwa dilema antara menjaga keamanan nasional dan melindungi kebebasan berserikat semakin relevan dalam perkembangan demokrasi Indonesia Kasus FPI harus menjadi refleksi penting mengenai bagaimana nebgara menyeimbangkan prinsip negara hukum kontrol terhadap kelompok radikal dan komitmen terhadap nilai nilai demokrasi konstitusional