Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Faktor Politik Uang dalam Perilaku Memilih Masyarakat pada Pilkada Kabupaten Temanggung Tahun 2018 Mukhamad Busro Asmuni; Meidi Kosandi
INDONESIAN GOVERNANCE JOURNAL : KAJIAN POLITIK-PEMERINTAHAN Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.029 KB) | DOI: 10.24905/igj.3.2.2020.%p

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk menguji bagaimana faktor politik uang dalam mempengaruhi perilaku memilih masyarakat yang terjadi pada pilkada Temanggung tahun 2018. Tulisan ini termasuk dalam kajian perilaku memilih, diantara beberapa studi perilaku memilih di Indonesia menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perilaku memilih diantaranya adalah agama, identifikasi partai, hubungan etnik, kualitas dan kinerja kandidat, serta faktor lain dengan menggunakan pendekatan sosiologis, psikologis dan rational choice. Tulisan ini memfokuskan pada studi mengenai politik uang sebagai faktor dalam mempengaruhi perilaku memilih dengan pendekatan rational choice. Tulisan ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis deskriptif, dengan jumlah sampel sebanyak 400 responden, tingkat kepercayaan 95% dan Margin of Error (MoE) 5%. Penelitian ini menemukan bahwa praktik politik uang pada pilkada Temanggung 2018 terjadi dengan menggunakan model pemberian uang tunai yang dilakukan oleh tim sukses atau kandidat pada saat sebelum pemilihan. Berdasarkan hasil survey responden, terdapat temuan yang menunjukkan bahwa adanya pengaruh positif bahwa politik uang menjadi faktor yang dapat mempengaruhi perilaku memilih masyarakat Temanggung pada Pilkada 2018; Implikasi teoritis pada penelitian ini menunjukkan bahwa studi perilaku memilih khususnya pendekatan rational choice masih relevan digunakan dalam kasus pilkada kabupaten Temanggung tahun 2018.
Faktor Politik Uang dalam Perilaku Memilih Masyarakat pada Pilkada Kabupaten Temanggung Tahun 2018 Busro Asmuni, Mukhamad; Kosandi, Meidi
INDONESIAN GOVERNANCE JOURNAL : KAJIAN POLITIK-PEMERINTAHAN Vol 3 No 2
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/igj.v3i2.40

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk menguji bagaimana faktor politik uang dalam mempengaruhi perilaku memilih masyarakat yang terjadi pada pilkada Temanggung tahun 2018. Tulisan ini termasuk dalam kajian perilaku memilih, diantara beberapa studi perilaku memilih di Indonesia menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perilaku memilih diantaranya adalah agama, identifikasi partai, hubungan etnik, kualitas dan kinerja kandidat, serta faktor lain dengan menggunakan pendekatan sosiologis, psikologis dan rational choice. Tulisan ini memfokuskan pada studi mengenai politik uang sebagai faktor dalam mempengaruhi perilaku memilih dengan pendekatan rational choice. Tulisan ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis deskriptif, dengan jumlah sampel sebanyak 400 responden, tingkat kepercayaan 95% dan Margin of Error (MoE) 5%. Penelitian ini menemukan bahwa praktik politik uang pada pilkada Temanggung 2018 terjadi dengan menggunakan model pemberian uang tunai yang dilakukan oleh tim sukses atau kandidat pada saat sebelum pemilihan. Berdasarkan hasil survey responden, terdapat temuan yang menunjukkan bahwa adanya pengaruh positif bahwa politik uang menjadi faktor yang dapat mempengaruhi perilaku memilih masyarakat Temanggung pada Pilkada 2018; Implikasi teoritis pada penelitian ini menunjukkan bahwa studi perilaku memilih khususnya pendekatan rational choice masih relevan digunakan dalam kasus pilkada kabupaten Temanggung tahun 2018.
Strategi Komunikasi Politik Indrar Parawansa dalam Membangun Citra Kepemimpinan Perempuan Mukhamad Busro Asmuni; Marina Rospitasari; Chomariyana Kartika Hesti; Nur Inayah Yushar; Lailatus Sholihah
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i6.12382

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi politik Khofifah Indar Parawansa dalam membangun citra kepemimpinan perempuan di ruang politik Indonesia yang masih dipengaruhi nilai-nilai patriarkal. Sebagai figur politik perempuan berpengaruh, Khofifah menunjukkan pola komunikasi yang menegosiasikan identitas gender melalui nilai religiusitas, empati sosial, dan representasi kepemimpinan yang inklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menggali secara mendalam bentuk dan makna strategi komunikasi politik yang dijalankan. Data diperoleh melalui pengumpulan, penelaahan, dan analisis berbagai sumber tertulis yang relevan dengan topik penelitian, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, laporan penelitian, dokumen resmi, maupun sumber daring akademik.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi politik Khofifah dibangun melalui tiga dimensi utama: religiusitas sebagai modal simbolik, empati sosial sebagai bentuk kepemimpinan partisipatif, dan negosiasi identitas gender untuk memperkuat legitimasi politik. Strategi tersebut berperan penting dalam membentuk citra kepemimpinan perempuan yang kredibel dan diterima publik. Penelitian ini memperkaya kajian komunikasi politik dan gender dengan menunjukkan bagaimana politisi perempuan menggunakan strategi komunikasi adaptif dalam membangun citra kepemimpinan di ranah politik Indonesia.
Urban Waste and Public Services: Survey Findings on Waste Management in Ciputat Market Area, South Tangerang City Mukhamad Busro Asmuni; Deanda Dewindaru; , Ade Indriani Siagian; Hendika Dwinanda Wicaksana; Agnes Monica Marpaung
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/erfhza38

Abstract

Urban waste management is an environmental issue that directly impacts the comfort and quality of life of the community, particularly in market areas. The Ciputat Market area in South Tangerang City previously experienced significant waste accumulation, which disrupted daily activities and triggered public criticism of the local government. This study aims to analyze the level of community satisfaction regarding urban waste management in the Ciputat Market area. This research employs a quantitative descriptive approach using a survey method involving 100 respondents, comprising market vendors, visitors, local residents, and road users. Data were collected through a five-point Likert scale questionnaire and analyzed using descriptive statistics. The findings reveal that community satisfaction falls within the moderate to low category, with 62.5% of respondents expressing dissatisfaction or being less than satisfied with the waste management. The aspects receiving the lowest evaluations include the consistency of waste transportation and the sustainability of waste management policies. This condition reflects the suboptimal quality of public servis in waste management. Therefore, this study recommends that the state or local government must demonstrate a tangible presence through the reinforcement of strict policies and regulations. Furthermore, the government needs to act as a catalyst in fostering the active participation of citizens and the involvement of the private sector to develop a collaborative and sustainable waste management system.
EXPLAINING ELECTORAL VICTORY THROUGH SOCIAL CAPITAL: A CASE STUDY OF A FORMER VILLAGE HEAD IN THE 2024 TEMANGGUNG LOCAL ELECTION, INDONESIA Mukhamad Busro Asmuni; Gema Pertiwi; Hendika Dwinanda Wicaksana
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 4 (2026): 2026 April
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i4.769

Abstract

The 2024 Temanggung Regency Regional Head Election (Pilkada) presented a compelling political phenomenon, wherein a former village head successfully triumphed over two incumbent candidates. This study aims to analyze the role and mechanisms of utilizing social capital in Agus Setyawan’s victory in the 2024 Temanggung Election. This research employs a descriptive qualitative approach, utilizing a social capital analytical framework encompassing three primary dimensions: trust, social networks, and norms of reciprocity. Data collection is assumed through literature reviews, media analysis, and the candidate's track record.The findings indicate that the candidate's victory was deeply rooted in the social capital accumulated during his 16-year tenure as the Village Head of Campurejo. First, the trust dimension was established through an empirical track record in transforming human resources within his village, including reducing early marriage rates and advancing education. Second, the expansion of social networks was executed effectively by capitalizing on farmer groups, cultural arts associations (kuda lumping), inter-village head solidarity, and supported by structural political networks. Third, norms of reciprocity were fostered through a populist and grassroots approach that positioned the candidate as an equal to the common citizenry, thereby generating solid voter loyalty.In conclusion, the conversion of communal social capital and grassroots support proved capable of dismantling the political hegemony of incumbents. The phenomenon of the 2024 Temanggung Election reaffirms that a proven track record and social proximity at the village level can serve as a superior political modality compared to mere elite popularity.
Peningkatan Literasi dan Perilaku Informasi (Information Behaviour) bagi Pengurus Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kota Jogja di Era Digital: Pengabdian Dyah Ayu Kusuma Dewandaru; Mukhamad Busro Asmuni; Marina Rospitasari; Winda Eka Pahla Ayuningtyas; Cahayani Yogaswari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6391

Abstract

Era hiperkonektivitas dan disrupsi informasi menuntut institusi literasi akar rumput, seperti Taman Bacaan Masyarakat (TBM), untuk tidak hanya menyediakan akses buku fisik, tetapi juga membangun resiliensi literasi digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk merekonstruksi pemahaman literasi digital dan perilaku informasi (information behaviour) para pengurus TBM Kota Jogja dalam merespons fenomena polusi informasi, sindrom kelebihan informasi (information overload), dan era post-truth. Metode yang digunakan adalah pendekatan pra-eksperimental dengan desain One-Group Pretest-Posttest. Kegiatan dilaksanakan melalui lokakarya interaktif dan simulasi praktik taktis di Mesjid Jami Karangkajen yang melibatkan 11 peserta. Evaluasi hasil menunjukkan adanya lonjakan pemahaman kognitif yang sangat signifikan, ditandai dengan peningkatan rata-rata skor klasikal dari 50,9 pada saat pre-test menjadi 96,3 pada post-test. Peningkatan ini memvalidasi keberhasilan peserta dalam memahami hierarki informasi secara utuh, membedakan secara presisi intensi komunikasi antara information giving dan information sharing, mengenali gejala information overload, serta mengadopsi taktik pengecekan fakta (fact-checking) sebagai mitigasi hoaks dan clickbait. Pengabdian ini menyimpulkan bahwa intervensi kognitif berbasis studi kasus berhasil memfasilitasi transformasi peran pengurus TBM dari sekadar pengelola sirkulasi buku fisik menjadi agen kurator informasi dan penjaga gawang literasi digital yang adaptif dan tangguh di tengah masyarakat
Dinamika Hubungan Negara dan Agama : Analisis Komparatif Turki era Monarki Absolut 1299 1922 dan Era Sekuler 1923 sekarang Tia Nur Aisyah; Ramanda Sheva Aurellia; Giras Agung Jagratara; Muhammad Akbar Rahmadhani; Fatkhuri Fatkhuri; Mukhamad Busro Asmuni
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 1 No. 1: Maret 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v1i1.1297

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika hubungan negara dan agama di Turki melalui perbandingan antara era monarki absolut Kesultanan Utsmani 1299 1922 dan era sekuler Kemalisme 1923 sekarang Masalah utama adalah banyaknya kajian yang hanya fokus pada satu era atau gagal memahami karakter khas sekularisme Turki yang menempatkan agama di bawah kontrol negara Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi komparatif historis memanfaatkan data sekunder dari studi pustaka yang dianalisis secara deskriptif komparatif Hasil penelitian menunjukkan transformasi fundamental dalam hubungan negara agama Pada era Utsmani hubungan bersifat integratif teokratis di mana Sultan sebagai Khalifah menyatukan otoritas politik dan spiritual dengan Syariah sebagai dasar hukum yang dilegitimasi ulama eyh lislam Sebaliknya era Kemalisme memberlakukan sekularisasi radikal yang memisahkan institusi agama dari negara menghapus Khilafah dan mengganti Syariah dengan hukum sipil Namun sekularisme Turki bersifat negara sentris di mana negara tidak membiarkan agama di ranah privat melainkan mengontrolnya secara ketat melalui institusi Diyanet leri Ba kanl Perubahan ini juga mencakup perombakan total bidang hukum dan pendidikan untuk menciptakan identitas nasional baru Kesimpulannya transisi ini menggeser fungsi agama dari fondasi politis yuridis menjadi identitas sosio kultural yang dikontrol negara menciptakan garis patahan sosial antara kelompok sekuler dan religius yang terus mendefinisikan politik Turki modern
Pembubaran Organisasi Massa Berbasis Agama dan Tantangan Demokrasi di Indonesia: Studi Kasus Pembubaran FPI Berdasarkan Surat Keputusan Bersama Tahun 2020 Amalia Pratiwi; Aisyah Dwi Aprilia; Dhea Kamila Nur Jamal; Revalyza Misbah; Fatkhuri Fatkhuri; Mukhamad Busro Asmuni
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 1 No. 1: Maret 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v1i1.1310

Abstract

Penelitian ini membahas pembubaran Front Pembela Islam FPI oleh pemerintah Indonesia sebagai fenomena politik dan hukum yang menimbulkan perdebatan dalam konteks demokrasi dan hubungan negara agama Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus penelitian ini menganalisis faktor faktor yang melatarbelakangi pembubaran FPI sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Bersama SKB Tiga Menteri dan pejabat tinggi negara pada tahun 2020 Analisis dilakukan dengan menelaah dokumen hukum literatur akademik serta dinamika sosial politik yang terkait dengan aktivitas FPI termasuk pertimbangan keamanan nasional potensi radikalisme ketertiban umum serta ideologi organisasi yang dinilai bertentangan dengan Pancasila Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembubaran FPI tidak hanya mencerminkan upaya negara dalam menjaga stabilitas dan supremasi hukum melainkan juga menandai munculnya ketegangan baru antara perlindungan keamanan publik dan penghormatan terhadap hak sipil Tindakan administratif tanpa mekanisme peradilan menimbulkan kekhawatiran terhadap praktik demokrasi illiberal dan kecenderungan konsentrasi kekuasaan eksekutif Selain itu kebijakan pembubaran tersebut memperdalam polarisasi sosial terutama dalam hubungan antara pemerintah kelompok keagamaan dan masyarakat sipil yang memandang langkah tersebut sebagai bentuk pembatasan ruang ekspresi politik berbasis agama Penelitian ini juga menemukan bahwa pembubaran FPI memperkuat perdebatan mengenai legitimasi negara dalam mengatur organisasi keagamaan dan membentuk batas ekspresi keagamaan di ruang publik Temuan ini mengindikasikan bahwa dilema antara menjaga keamanan nasional dan melindungi kebebasan berserikat semakin relevan dalam perkembangan demokrasi Indonesia Kasus FPI harus menjadi refleksi penting mengenai bagaimana nebgara menyeimbangkan prinsip negara hukum kontrol terhadap kelompok radikal dan komitmen terhadap nilai nilai demokrasi konstitusional