Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbasis nilai dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila terhadap peningkatan sikap toleransi siswa kelas VIII di SMP Islam Plus Al-Ikhlas Taqwa Medan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya sikap toleransi sebagian siswa, yang terlihat dari kurangnya penghargaan terhadap perbedaan pendapat dan rendahnya empati sosial dalam interaksi sehari-hari di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experimental design) dan desain One Group Pretest-Posttest Design. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 16 siswa, yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh (total sampling). Instrumen yang digunakan berupa angket sikap toleransi berskala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis Paired Sample t-Test dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata sikap toleransi siswa meningkat dari 59,56 pada saat pretest menjadi 85,44 pada saat posttest, dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,64 yang termasuk kategori sedang. Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 kurang dari 0,05, yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari penerapan model Problem Based Learning berbasis nilai terhadap peningkatan sikap toleransi siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif strategi pembelajaran Pendidikan Pancasila yang efektif dalam membentuk karakter toleransi siswa di sekolah.