Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya perilaku bullying di lingkungan sekolah yang berdampak pada kondisi psikologis dan interaksi sosial siswa. Bullying tidak hanya memengaruhi korban, tetapi juga siswa lain di sekitarnya, sehingga diperlukan pemahaman mendalam mengenai pengalaman siswa, strategi coping yang digunakan, serta peran pendidikan karakter dalam membentuk respons tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman siswa dalam menghadapi bullying, menganalisis strategi coping yang digunakan, dan mengkaji peran pendidikan karakter dalam membentuk strategi coping siswa di MAS Al Washliyah Petumbukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan penentuan subjek menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui reduksi data dengan teknik coding tematik, meliputi open coding, axial coding, dan selectivel coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk bullying yang dominan adalah verbal dan sosial, seperti ejekan, pelabelan negatif, dan pengucilan. Dampak yang dirasakan siswa meliputi rasa takut, rendah diri, dan kecenderungan menarik diri. Strategi coping yang digunakan cenderung bersifat emosional dan pasif (maladaptif), seperti diam, menghindar, dan memendam perasaan, meskipun sebagian siswa juga menunjukkan coping adaptif, seperti mencari dukungan sosial, melaporkan kepada guru, serta pendekatan religius. Pendidikan karakter berperan penting dalam mendorong terbentuknya coping yang lebih adaptif melalui nilai kesabaran, kejujuran, dan kontrol diri.