Samsul Bahri
Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Coping dan Pengembangan Karakter Siswa dalam Menghadapi Bullying: Studi Fenomenologi di MAS Al Washliyah Petumbukan Nur Annisa Putri; Samsul Bahri; Muhammad Faisal Husna; Raja F. Fatahillah
Journal Liaison Academia and Society Vol 6 No 2: Juni 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v6i2.1489

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya perilaku bullying di lingkungan sekolah yang berdampak pada kondisi psikologis dan interaksi sosial siswa. Bullying tidak hanya memengaruhi korban, tetapi juga siswa lain di sekitarnya, sehingga diperlukan pemahaman mendalam mengenai pengalaman siswa, strategi coping yang digunakan, serta peran pendidikan karakter dalam membentuk respons tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman siswa dalam menghadapi bullying, menganalisis strategi coping yang digunakan, dan mengkaji peran pendidikan karakter dalam membentuk strategi coping siswa di MAS Al Washliyah Petumbukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan penentuan subjek menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui reduksi data dengan teknik coding tematik, meliputi open coding, axial coding, dan selectivel coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk bullying yang dominan adalah verbal dan sosial, seperti ejekan, pelabelan negatif, dan pengucilan. Dampak yang dirasakan siswa meliputi rasa takut, rendah diri, dan kecenderungan menarik diri. Strategi coping yang digunakan cenderung bersifat emosional dan pasif (maladaptif), seperti diam, menghindar, dan memendam perasaan, meskipun sebagian siswa juga menunjukkan coping adaptif, seperti mencari dukungan sosial, melaporkan kepada guru, serta pendekatan religius. Pendidikan karakter berperan penting dalam mendorong terbentuknya coping yang lebih adaptif melalui nilai kesabaran, kejujuran, dan kontrol diri.
Implementasi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Membentuk Sikap Toleransi Siswa terhadap Keberagaman Agama dan Budaya di SMP Swasta Karya Sedar Sibiru-Biru Leony Fransiska Agustina; Muhammad Faisal Husna; Samsul Bahri; Raja F. Fatahillah
Journal Liaison Academia and Society Vol 6 No 2: Juni 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v6i2.1502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam membentuk sikap toleransi siswa terhadap keberagaman agama dan budaya di SMP Swasta Karya Sedar Sibiru-biru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experiment menggunakan desain One Group Pretest–Posttest Design. Populasi penelitian berjumlah 37 siswa yang sekaligus dijadikan sampel penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan angket skala Likert, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil pretest dan posttest untuk mengetahui peningkatan sikap toleransi siswa setelah diberikan perlakuan berupa pembelajaran PKn berbasis toleransi dan multikultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran PKn mampu meningkatkan sikap toleransi siswa terhadap keberagaman agama dan budaya. Hal ini terlihat dari meningkatnya sikap saling menghargai, kerja sama antarsiswa, serta kemampuan menerima perbedaan dalam lingkungan sekolah. Pembelajaran PKn melalui metode diskusi, kerja kelompok, dan pembelajaran kolaboratif memberikan pengaruh positif terhadap pembentukan karakter toleransi siswa. Dengan demikian, pembelajaran PKn memiliki peran strategis dalam membentuk sikap toleransi siswa di lingkungan sekolah multikultural.
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbasis Nilai Dalam Pembentukan Pendidikan Pancasila Untuk Meningkatkan Sikap Toleransi Siswa di SMP Islam Plus Al-Ikhlas Taqwa Medan Febrian Adan Sakuroh; Abdul Mujib; Samsul Bahri; Muhammad Faisal Husna
Journal Liaison Academia and Society Vol 6 No 3: September 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/jlas.v6i3.1557

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbasis nilai dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila terhadap peningkatan sikap toleransi siswa kelas VIII di SMP Islam Plus Al-Ikhlas Taqwa Medan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya sikap toleransi sebagian siswa, yang terlihat dari kurangnya penghargaan terhadap perbedaan pendapat dan rendahnya empati sosial dalam interaksi sehari-hari di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experimental design) dan desain One Group Pretest-Posttest Design. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 16 siswa, yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh (total sampling). Instrumen yang digunakan berupa angket sikap toleransi berskala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis Paired Sample t-Test dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata sikap toleransi siswa meningkat dari 59,56 pada saat pretest menjadi 85,44 pada saat posttest, dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,64 yang termasuk kategori sedang. Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 kurang dari 0,05, yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari penerapan model Problem Based Learning berbasis nilai terhadap peningkatan sikap toleransi siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif strategi pembelajaran Pendidikan Pancasila yang efektif dalam membentuk karakter toleransi siswa di sekolah.