Musyafak
Universitas An Nuur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANIMATION DEVELOPMENT MODEL FOR GENERATION Z TEENS BASED ON “LAPA” ANIMATION TO OPTIMIZE TEENS’ COMPETENCE REGARDINGREPRODUCTIVE HEALTH Mahanani Mulyaningrum; Yesita Ragil Kusumaningrum; Musyafak
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 10 No. 1 (2025): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar Belakang: Tujuan Pembangunan Berkelanjutan pada tahun 2030 mentargetkan warga negara berhak memperoleh akses universal pelayanan kesehatan reproduksi. Revolusi Industri 5.0 memerlukan sumber daya manusia unggul mampu berpikir kritis dalam pemecahan masalah, kolaborasi dan kepemimpinan yang adaptif. Untuk mencapai kemampuan tersebut maka proses pembelajaran diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, memotivasi warga belajar. Penelitian bertujuan untuk 1). Melakukan eksplorasi kompetensi remaja Gen-Z mengenai kesehatan reproduksi, 2) Mendesain model pemberdayaan remaja Gen-Z berbasis meaningful learning untuk optimalisasi kompetensi remaja mengenai kesehatan reproduksi, 3) Menganalisis implementasi model konseptual pemberdayaan remaja Gen-Z berbasis meaningful learning untuk optimalisasi kompetensi remaja mengenai Kesehatan Reproduksi dan 4) Membuat model konseptual pemberdayaan remaja Gen Z berbasis meaningful learning yang efektif untuk optimalisasi Kompetensi remaja Gen-Z mengenai Kesehatan Reproduksi. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and development.   Tujuan : Untuk melakukan eksplorasi, kompetensi remaja Gen-Z mengenai Kesehatan reproduksi, dan mendesain animasi model pemberdayaan remaja Gen Z dengan pengembangan Model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation) Metodologi; Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan (Research and Development) Metode penelitian pengembangan adalah suatu proses/Langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru dan dapat dipertanggungjawabkan jadi penelitian ini akan menghasilkan sebuah product yang sudah diuji kelayakan sesuai Langkah-langkah yang ada.   Hasil: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media animasi berbasis LAPA mengenai Kesehatan Reproduksi pada peserta didik pada Gen Z di Kabupaten Grobogan.   Kesimpulan; Pengembangan media animasi berbasis LAPA mengenai kesehatan reproduksi dilakukan dengan menggunakan metode penelitian Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Peneliti hanya melakukan penelitian pada tiga tahap, yakni Analyze, Design dan Development. Penelitian tidak sampai tahap Impelentation dan Evaluation. 
HUBUNGAN USIA DENGAN KEJADIAN STROKE DI RSU PKU MUHAMMADIYAH BANJARNEGARA Purhadi; Afrizal Arifin; Muhamad Makmun; Musyafak
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 11 No 01 (2026): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/j88y4g52

Abstract

LatarBelakang :Stroke merupakan penyakit saraf yang paling menarik perhatian karena termasuk penyakit yang dapat menyebabkan kematian. stroke yang mendadak dapat mengakibatkan kematian, kecacatan fisik dan mental baik pada usia produktif maupun usia lanjut yaitu pada usia mulai 60 tahun, namun sekarang mulai usia 40 tahun seseorang sudah memiliki risiko stroke. Tujuan :Tujuan dari penelitian ini adalah Hubungan Usia Dengan Kejadian Stroke di Rsu Pku Muhammadiyah Banjarnegara. Metode :Jenis penelitian ini adalah Analitik korelasi yakni melakukan analisis dinamika kolerasi antara fenomena, baik antara faktor resiko dengan faktor efek. Pendekatan yang dilakukan dengan Cross Sectional yaitu penelitian untuk mempelajari dinamika kolerasi antara faktor-faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data secara bersama-sama. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 Responden yang diteliti. Responden yang berumur lebih dari 60 tahun sebanyak 25 responden, yang Stroke sebanyak 20 (80.0%) responden yang tidak Stroke sebanyak 5 (20%). Responden yang berumur kurang dari 60 tahun sebanyak 15 responden, yang Stroke sebanyak 5 (33.3%) responden yang tidak Stroke sebanyak 10 (66.7%). berdasarkan uji Pearson dapat digunakan dengan nilai p (0,000) < α (0,05), maka Ha diterima H0 ditolak. Dapat disimpulkan bahwa Terdapat Hubungan Usia Dengan Kejadian Stroke Di Rsu Pku Muhammadiyah Banjarnegara