Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA STATUS EKONOMI, TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG PUSKESMAS DENGAN TINGKAT KUJUNGAN MASYARAKAT KE PUSKESMAS BANBARU Arif Rahman Hakim; Mukhlish Hidayat; Agoesta Pralita Sari
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 10 No. 1 (2025): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar belakang: Puskesmas Banbaru merupakan satu-satunya fasilitas pelayanan kesehatan di Pulau Giliraja, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, yang berperan penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setempat. Namun, tingkat kunjungan masyarakat ke Puskesmas ini masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status ekonomi, tingkat pengetahuan, dan persepsi masyarakat terhadap Puskesmas dengan tingkat kunjungan ke Puskesmas Banbaru.   Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan crosssectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dan dianalisis menggunakan uji korelasi sederhana serta korelasi berganda melalui aplikasi SPSS.   Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara status ekonomi (r=0,562), tingkat pengetahuan (r=0,627), dan persepsi masyarakat (r=0,601) dengan tingkat kunjungan ke Puskesmas Banbaru (p<0,05). Secara simultan, ketiga variabel tersebut memiliki hubungan yang cukup kuat dengan tingkat kunjungan masyarakat, dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,467.   Kesimpulan: Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan status ekonomi, pengetahuan, dan persepsi positif masyarakat terhadap Puskesmas dapat mendorong peningkatan akses dan kunjungan ke fasilitas layanan kesehatan, khususnya di wilayah terpencil 
Pelatihan Perawatan Neonatus Resiko Tinggi Asfiksia Dan Bayi Berat Lahir Rendah di Kabupaten Sampang Elisa Christiana; Arif Rahman Hakim; Nur Jayanti
Jurnal ABDIRAJA Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v8i1.3705

Abstract

Angka kematian bayi merupakan salah satu indicator dalam menentukan derajat kesehatan anak. Data pemerintah menunjukan bahwa penyebab kematian bayi baru lahir di Indonesia, salah satunya asfiksia yaitu sebesar 27% yang merupakan penyebab ke-2 kematian bayi baru lahir setelah Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) (Kemenkes RI, 2015). Salah satu upaya pencegahan terjadinya dampak lanjutan dari kasus Asfiksia dan BBLR adalah pemberian pelatihan tentang tatalaksana bayi dengan Asfiksia dan BBLR bagi tenaga bidan. Metode pelatihan dilakukan secara blended learning, online dilaksanakan pada tanggal 16 – 17 Oktober 2023 sedangkan offline pada tanggal 10 – 11 November 2023 di RSUD M.Zyn Sampang. Dari hasi Hasil analisis statistic dengan uji Paired t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test (p<0,05). Meningkatnya nilai rata-rata ujian dari pre-test ke post-test menunjukkan keberhasilan pelaksanaan pelatihan. Pelatihan secara efektif dapat meningkatkan nilai rata – rata pengetahuan dan keterampilan peserta terhadap penatalaksanaan bayi dengan asfiksia dan BBLR.