Sugeng Listyo Prabowo
Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Teoretis Paradoks Intelektual Muslim: Perspektif Goleman dan Al-Ghazali Elok Nadiatun Naimah; Sugeng Listyo Prabowo
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 4 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Januari)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Munculnya berbagai kasus diskrepansi moral yang melibatkan tokoh agama terpandang belakangan ini telah menciptakan kegelisahan sosioreligius yang serius, di mana masyarakat kerap terjebak di antara skeptisisme buta atau ketaatan yang tidak kritis. Penelitian ini berupaya membedah akar paradoks tersebut melalui lensa interdisipliner, yaitu dengan mengonfrontasi gagasan Kecerdasan Emosional Daniel Goleman dengan konsep Tazkiyatun Nafs milik Imam Al-Ghazali. Dengan mengandalkan metode penelitian kepustakaan melalui pendekatan fenomenologi, kajian ini menelusuri bagaimana pemisahan antara kapasitas intelektual dan kematangan psikospiritual dapat terjadi dalam realitas sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa penguasaan mendalam atas teks-teks suci sering kali tidak linear dengan integritas personal apabila individu mengalami kegagalan dalam mengelola ego dan kesadaran emosionalnya. Ilmu agama, dalam konteks ini, justru berisiko bertransformasi menjadi alat pembenaran atas perilaku menyimpang. Sehingga, integrasi antara kesehatan mental dan pembersihan jiwa menjadi kebutuhan mendesak untuk mencegah lahirnya figur otoritas yang hanya cerdas secara tekstual namun rapuh secara karakter.
Tradisi Keilmuan Islam dan Kebangkitan Intelektual Eropa: Implikasinya Bagi PAI Indonesia Ahmad Rosyid Siddiq; Sugeng Listyo Prabowo
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The classical Islamic intellectual tradition integrated revelation (naql) and reason ('aql). Conversely, contemporary PAI in Indonesia faces scientific dichotomy and rote-learning dominance, limiting critical thinking. This qualitative library research with a historical-conceptual perspective aims to analyze classical Islamic scientific characteristics, its transmission to Europe, and formulate its implications for PAI. Data were analyzed thematically. The results show that classical Islamic progress was driven by open academic culture and objective dialectics, which triggered the European Renaissance through universal science transmission. Implications for PAI include reconstructing integrative-interconnective curricula supported by the Sisdiknas Law and Higher Education Law, implementing a tauhid-based integralist model, and transforming methodologies through problem-based learning and research. This holistic revitalization is urgent to foster inclusive, technologically adaptive 21st-century students without uprooting their spirituality.