Ambotang
Institut Ahmad Dahlan Probolinggo, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Pendidikan Tauhid dalam Membentuk Kesadaran Anti Syirik (Studi Kasus di Ma'had Ubay bin Ka'ab di Jambi) Ambotang; Khoiriyah
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 4 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Januari)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik syirik di tengah masyarakat Indonesia, termasuk di Jambi, masih menjadi persoalan krusial yang menciptakan kesenjangan antara teori pendidikan agama dan fakta di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kurikulum, faktor pendukung dan penghambat, serta dampak pendidikan tauhid terhadap kesadaran anti-syirik di Ma’had Ubay bin Ka’ab Jambi. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan ustadz dan santri, serta dokumentasi kurikulum. Analisis data dilakukan melalui model Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi, reduksi, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ma’had Ubay bin Ka’ab menerapkan kurikulum tauhid yang intensif dan bertahap melalui kitab-kitab rujukan seperti Al-Ushul Ats-Tsalatsah, Aqidah At-Tauhid, dan Kitab At-Tauhid. Metode pembelajaran mengombinasikan ceramah, tanya jawab, dan praktik ibadah harian yang menekankan ketergantungan hanya kepada Allah. Faktor pendukung utama adalah sistem kurikulum yang terstruktur dan lingkungan pesantren yang kondusif, sementara faktor penghambat terbesar adalah kuatnya tradisi syirik di masyarakat yang memicu resistensi sosial. Dampak pendidikan ini sangat signifikan, di mana santri mengalami transformasi batin dan perilaku, seperti meninggalkan pemakaian jimat, menjauhi ritual adat yang bertentangan dengan syariat, serta meningkatnya kemurnian dalam beribadah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan tauhid yang sistematis dan aplikatif efektif membentuk benteng akidah yang kokoh dalam menangkal praktik kesyirikan di masyarakat.