p-Index From 2021 - 2026
8.533
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism Al-Ta'dib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan al-Afkar, Journal For Islamic Studies DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora TA'LIM : Jurnal Studi Pendidikan Islam Imtiyaz : Jurnal Ilmu Keislaman EDUTEC : Journal of Education And Technology At-Tarbawi : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Kebudayaan Jurnal Ilmiah Ar-Risalah: Media Ke-Islaman, Pendidikan, dan Hukum Islam Jurnal Tarbiyatuna : Kajian Pendidikan Islam Al-Muaddib : Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru GUYUB: Journal of Community Engagement Al Ibtidaiyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Journal of Contemporary Islamic Education DEVELOPMENT : Journal of Community Engagement International Journal of Advanced Multidisciplinary Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam Dan Pendidikan Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education (AJMIE) EDUKASI Syaikhuna: Jurnal Pendidikan dan Pranata Islam STAI Syaichona Moh. Cholil Bangkalan An-Nahdloh: Journal of Education and Islamic Studies Immortalis Journal of Interdisciplinary Studies Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Al-hikmah : International Journal of Islamic Studies Jurnal Tarbiyatuna : Kajian Pendidikan Islam Jurnal Ilmiah Ar-Risalah: Media Ke-Islaman, Pendidikan dan Hukum Islam Profetika: Jurnal Studi Islam Urwatul Wutsqo : Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Al Arsy: Journal of Education, Management and Islamic Thought Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

The Role of Islamic Boarding Schools in Instilling Deradicalization Values Salman Alfarisi; Ikhwan Aziz Q; Khoiriyah Khoiriyah
Journal of Contemporary Islamic Education Vol 2 No 1 (2022): Journal of Contemporary Islamic Education
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/cie.v2i1.21989

Abstract

Dalam permasalahan penelitian ini serinng terjadi perbuatan terorisme serta radikalisme di Negara ini. Seringkali paham keras atau radikal tercemar di masyarkat kita, maka dari itu untuk menjaga keamanan di Negara NKRI ini kita harus berupaya memberantas radikalisme tersebut. Salah satu faktor sering terjadinya paham radikalisme di masyarakat merupakan minimnya uraian agama islam serta melihat berita social tanpa mengetahui kebenarannya, Sehingga dari permasalahan diatas penliti terpikat melaksanakan riset mengenai kedudukan pondok madrasah serta menancapkan angka angka deradikalisasi di pondok pesantren zahrotul islam kecamtan dringu kabupaten probolinggo. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, sember data yang peneliti gunakan merupakan informasi pokok serta informasi inferior. pangkal informasi pokok merupakan pangkal informasi yang ditanyakan langsung oleh periset lewat tanya jawab pada pengasuh serta ustad pondok madrasah zahrotul islam, sedangkan informasi inferior yang pengarang maanfaatkan ialah jurnal- jurnal riset tadinya metode percobaan kesahan informasi pada riset ini adalah menunjukan bahwa pondok pesantren didalam menanamkam deradikalisasi di pondok pesantren zahrotul islam yang berlandaskan NKRI, pancasila, dan UUD 1945 pada santri di pondok zahrotul islam tesebut dan mengajarkan keislaman yang rahmatan lil alamin, basyariah, shingga para santri dapat menjauhi kegiatan- kegiatan yang memicu kepada paham yang radikalisme di pondok pesantren.
PENANAMAN NILAI NILAI KEAGAMAAN ORANG TUA SEBAGAI BURUH PABRIK (ERATEK DJAJA) DALAM MENDIDIK ANAK (Study Kasus Para Buruh Pabrik di Kelurahan Sumbertaman Kota Probolinggo) Zainab Zainab; Khoiriyah Khoiriyah
Jurnal Ilmiah Ar-Risalah: Media Ke-Islaman, Pendidikan dan Hukum Islam Vol 19 No 2 (2021): (Oktober 2021)
Publisher : LPPM IAI IBRAHIMY GENTENG BANYUWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is a descriptive qualitative method with the background of the residents of Mantong Village, Sumbertaman Village, Wonoasih Subdistrict, Probolinggo City with respondents who work as factory workers in Eratex Djaya. Data collection is done by in-depth interviews, observation, and documentation. The results of this study indicate: (1) The implementation of Islamic Education for children in families who work as Eratex Djaya factory workers is influenced by several factors, namely limited time, background knowledge of parents about Islamic religious education, the level of readiness and intelligence of children, and patterns foster care used by parents. (2) The method applied by parents to Islamic education for their children uses several methods including: a) the exemplary method, b) the habituation method. c) Dialogue method d) Penalty method. (3) Problems faced by parents come from two factors, namely a) Internal, namely limited time, and the level of parental education, b) External, namely environmental factors, and mass media / technology.
PENDIDIKAN ANTI-RADIKALISME DAN STRATEGI MENGHADAPINYA (IKHTIAR MENYUSUTKAN GERAKAN RADIKALISME DI INDONESIA) Khoiriyah Khoiriyah
Jurnal Tarbiyatuna : Kajian Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2019): (September 2019)
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (838.438 KB) | DOI: 10.29062/tarbiyatuna.v3i2.263

Abstract

In a study found there were three factors that caused the emergence of radicalism in Indonesia. First, radicalism develops at the global level. Both Wahhabism is spread and the third is poverty. Now a days, radicalism has been spread out in Indonesia. It has to be prohibited by anti-radicalism education. Anti-radicalism education can be preventive and anticipative effort for terorism and radicalism expansion. It will done by put anti-radicalism volues for student through learning and teaching process. In Islam concept, there is interdiction for killing and vandalism. On the contrary, Islam learns us for loving peaple/each other. It has realized on subject lesson. Anti-racalism education prosecutes youth generation to respect differentiation, to love each other, to hate vandalism and dissension. Thus, it can discontinue radicalism and terorism in Indonesia. The anthropicity of radicalism can be done through the path of the government's role, the role of religious institutions and education, the role of civil society, some critical issues, welfare approaches, the role of deradicalization, rehabilitation and reintegration. Keywords: anti-radicalism, education, Indonesia
ANALISIS KUANTITATIF KORELASI PENDIDIKAN AGAMA DALAM KELUARGA DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Benny Prasetiya; Samsul Hadi; Khoiriyah Khoiriyah
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 11 No 2, Juli-Desember 2018
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v0i0.1063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan pendidikan agama dalam keluarga dan motivasi berprestasi terhadap Hasil belajar PAI siswa MTs Raudlatul Muta'allimien Probolinggo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif. Sedangkan metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi dengan regresi ganda. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs Raudlatul Mutaallimien. Sampel penelitian berjumlah 100 siswa yang diambil secara purporsive sampling. Berdasarkan hasil penelitian ini, diperoleh kesimpulan bahwa ada yang signifikan antara Pendidikan Agama dalam keluarga dan motivasi berprestasi dengan hail belajar dengan nilai korelasi r hitung sebesar ry3 = 0,448. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa pada rumusan hipotesis yang diajukan ada hubungan Pendidikan Islam dalam Keluarga dan Motivasi Berprestasi terhadap Hasil Belajar PAI diterima.Kata Kuci: Pendidikan Islam; Motivasi; Hasil belajar.
MAKNA PLURALISME PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH Khoiriyah Khoiriyah; Devy Habibi Muhammad
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 2 No. 2 (2018): September
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/imtiyaz.v2i2.15

Abstract

Religious Education conventionally serves to create children with strong faith and devotion, as well as novel behavior, so that they can live within their society peacefully and happily, without any severe difficulty. In other words, religious education can help learners in building religious community. Religious society basically has a broad sense, but often understood with limited understanding, in terms of people who only show obedience in performing religious rituals only. Beside its function to build a society that will obey the teachings of their religion, religious education is expected to play a role building a humanist and pluralist society. This article tries to describe how religious education plays such role in multicultural country like Indonesia.
NILAI — NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KEGIATAN KEMASYARAKATAN (SARWEH) Khoiriyah Khoiriyah; Agung Agus Setiawan; Muhammad Sodik; Ahmad Khoiruddin; Benny Prasetiya
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 6 No. 2 (2022): September
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/imtiyaz.v6i2.476

Abstract

Penelitian ini berjudul “Nilai — nilai Pendidikan Karakter Dalam Kegiatan Kemasyarakatan (Sarweh)”. Di dalamnya mengenai budaya keislaman di masyarakat desa kedungrejo Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo yang dikenal dengan sebutan Sarweh. Di mana kegiatan ini untuk memperkuat tali silaturrahim. Nilai dalam kegiatan Sarweh yakni adanya nilai persaudaraan semenjak ramai oleh pengunjung melalui pemaparan masyarakat. Hasil penelitian diketahui bahwa (1) bentuk kegiatan sarweh di masyarakat Desa Kedung Rejo terdiri dari yasinan, tahlilan, Istighosah, dan Pengajian (2)Setiap kegiatan sarweh dimaknai kebersamaan oleh masyarakat baik melalui nilai kebahagian, nilai kesedihan dan nilai toleransi (3) Kegiatan sarweh   tidak terlepas dari peran para pemangku agama dan masyarakat sesuai dengan fungsinya masing — masing (4) Dengan hadir sarweh kita akan tau karakteristik tetangga kita sehingga tercipta rasa persaudaraan yang tinggi (5) Nuansa Spiritual karena membaca surat — surat Al-Qur’an sholawat dan puji — pujian kepada Allah SWT.Kata kunci: Gotong-royong, Etika, Kebersamaan, Toleransi sesama muslim, Nuansa Spiritual.
PERAN GURU PAI TERHADAP KENAKALAN REMAJA DI SMAN 1 KOTA PROBOLINGGO Khoiriyah; Nur Kholilah; Rahil Salsabila; Wieke Adinda Putri; Benny Prasetiya
AL-MUADDIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 4 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/muaddib.v4i2.477

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan dengan peristiwa yang benar- benar terjadi pada siswa-siwi di SMAN 1 KOTA PROBOLINGGO TAHUN PELAJARAN 2020/2021 yang menunjukkan melakukan perilaku kenakalan remaja. Melalui pelajaran PAI kenakalan remaja yang sudah tertanam pada dirinya dapat diatasi oleh pelajaran ini. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk dapat mengetahui upaya peranan guru PAI terhadap kenakalan remaja pada siswa-siswi. Subjek penelitiannya adalah semua orang yang terlibat dalam proses penelitian yaitu kepala sekolah, guru, dan peserta didik SMAN 1 KOTA PROBOLINGGO. Bentuk perilaku kenakalan remaja yang dilakukan siswa-siswi yaitu bolos, berkelahi, merokok, berbohong dengan memalsukan surat ijin, merusak sarana dan prasarana sekolah serta tidak mengerjakan tugas dari guru. Dengan melalui pendidikan agama islam yaitu mata pelajaran akidah akhlak ada bukti bawasannya terdapat siswa yang berubah seperti menyempatkan belajar dan mengerjakan tugas serta menghilangkan kebiasaaan bolos.Kata kunci: Peranan Guru PAI, Kenakalan Remaja dan Pendidikan Agama Islam
NILAI — NILAI PENDIDIKAN KARAKTER AGAMA ISLAM DALAM KALANGAN MASYARAKAT KECAMATAN MAYANGAN KOTA PROBOLINGGO Khoiriyah; Siti Saudah; Sylvia Agustin; Rodiyatul Maula; Benny Prasetiya
AL-MUADDIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 4 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/muaddib.v4i2.478

Abstract

Mayangan merupakan sebuah desa yang sangat religius. Desa yang terletak di tepi laut ini kaya akan hasil laut, terbukti dengan 90% mayoritas masyarakat Mayangan yang bekerja di laut. Hampir seluruh   masyarakat Mayangan beragama Islam, karnanya pendidikan karakter dari generasi ke generasi menjadi semakin relevan di sini. Selain itu, untuk menjaga pendidikan karakter, orang tua   di daerah pesisir pantai cenderung lebih memilih pendidikan pesantren daripada pendidikan formal pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan skala pendidikan karakter keagamaan yang terdapat pada masyarakat Mayangan, dan pola yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif model analisis   dan studi lapangan dengan   wawancara. Hasil penelitian ini menentukan bahwa masyarakat mayangan memiliki nilai-nilai luhur dan tradisi   yang menjaga desa tersebut agar tetap hidup hingga saat ini seperti nilai-nilai agama, kedisiplinan, ketekunan, cinta tanah air, perduli lingkungan, dan jiwa sosial yang tinggi. Nilai-nilai ini diturunkan   dari generasi ke generasi, diajarkan secara informal, dan menghasilkan orang-orang yang berakhlak mulia. Nilai-nilai yang terkandung dalam masyarakat Mayangan antara lain agama, disiplin, ketekunan, cinta tanah air, ramah lingkungan dan jiwa sosial yang tinggi. Berdasarkan data tersebut, penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Mayangan masih melakukan budaya petik laut setiap tahun karena terkandung nilai-nilai mulia dan luhurnya.Kata kunci :     Nilai Pendidikan Karakter, Pendidikan Agama, Dikalangan   Masyarakat  
PARTICIPATORY ACTION RESEARCH DALAM PEMBERANTASAN BUTA HURUF HIJAIYAH PADA LANSIA DENGAN METODE IQRO DI LINGKUNGAN TISNONEGARAN Achmad Fatahilah; Ridho Achmad; Muhammad Masmu'; Khoiriyah Khoiriyah
DEVELOPMENT: Journal of Community Engagement Vol. 2 No. 1 (2023): Maret
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/djce.v1i1.272

Abstract

Tujuan yang terkandung dalam tulisan ini adalah menggambarkan pelaksanaan kegiatan pelatihan untuk mengatasi pemberantasan buta huruf Al-Qur'an (Hijaiyah) kepada ibu-ibu lansia di sekitar Kelurahan Tisnonegaran, kecamatan kanigaran Kota Probolinggo. Melalui pendekatan Particiopation action research (PAR), pelatihan ini dititikberatkan kepada pengenalan dan pembacaan huruf hijaiyah kepada ibu-ibu lansia dengan usia mereka yang sudah malas untuk belajar dengan memberikan suatu pelatihan bersama terhadap lansia dalam mengenal dan membaca huruf Al-Qur'an (hijaiyah) dengan benar menggunakan metode iqro. Jumlah ibu-ibu lansia dalam kegiatan ini adalah sebanyak 5 orang dari usia 58 tahun ke atas. Kegiatan dilakukan dengan cara memberikan penjelasan tentang huruf hijaiyah dan cara membacanya selanjutnya memberikan kesempatan pada lansia untuk membaca satu persatu huruf hijaiyah. Tempat pelatihan dilaksanakan di rumah salah satu peneliti di daerah kelurahan tisnonegaran dan pelaksanaan proses mengajar dilakukan selama tiga kali pertemuan dan dilaksanakan setiap hari minggu sore. Hasil dari kegiatan ini adalah setelah melalui pelatihan secara intensif menggunakan metode iqro, peserta ibu-ibu lansia mengalami kemajuan dalam mengenal dan membaca huruf Al-Qur'an (hijaiyah) baik dalam tulisan pisah ataupun sambung.
PEMBERDAYAAN REMAJA MASJID SEBAGAI KADER MODERASI BERAGAMA Muhammad Imron; Abdul Jalil; Abdurrohman Wahid; Khoiriyah Khoiriyah; Benny Prasetiya
DEVELOPMENT: Journal of Community Engagement Vol. 2 No. 1 (2023): Maret
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/djce.v1i1.304

Abstract

Perkembangan zaman di era milenial yang kita hadapi saat ini menuntut pemikiran agar turut berkembang. tidak hanya dalam bidang bisnis, revolusi industri juga merambah berbagai bidang lainnya termasuk keagamaan. implementasinya pun dalam pelaksanaan kegiatan ibadah ikut terdistrupsi. lantas sebuah masjid yang menjadi pusat keagamaan serta masyarakat sekitarnya dituntut mempersiapkan kader yang mumpuni dengan terjadinya moderasi ini. Penelitian dengan metode Participatory Action Research ini terselenggara atas kesadaran hal tersebut di atas dengan bertujuan tercetaknya kader moderasi beragama sebagai wujud pemberdayaan masjid di era milenial. adapun hasil yang dijumpai bahwa kaderisasi dan pembinaan kepada masyarakat yang belum bisa optimal mengikuti perkembangan zaman, sangat disambut baik dan memberikan pandangan baru kepada orang-orang untuk tidak memandang sebelah mata atau bahkan menutup diri dengan pesatnya perkembangan. pun sesuai dengan ayat dalam alquran yang mengisyaratkan manusia agar selalu berikhtiar untuk mengarahkan jalan takdir yang sudah ditentukan oleh Allah swt sebagai wujud dari penghambaan sejati kepada tuhannya.
Co-Authors A. Ansorullah Abd Wahid Abdul Ghafar Don Abdul Jalil Abdul Wafi Abdurrohman Wahid Achmad Fatahilah Addinul Subhan Afif Afandi Agung Agus Setiawan Ahmad Khoiruddin Ahmad Mujahidin Ahsan Hakim Allifatur Rohma Amaliatul Fitriyah Ambotang Ammar Wangyee Annisa Maryam Nurrohmah Annisa Maryam Nurrohmah Aries Dirgayunita Arif Fathul Uluma Athar Abdullatif Husain Athar Abdullatif Husain Babussalam Bagus Cahyanto Bahrul Ulum Benny Prasetiya Benny Prasetiya Benny Prasetiya Benny Prasetya Benny Prasetya Benny Prasetya Choirotul Sakdiah Daud Ridwan Devy Habibi Muhammad Diyah Rhodiyah Emilia Nurwati Fahim Abu Romadlan Faisal Faliyandra Fatimatus Zahro Fa’izah Hanifah Febry Suprapto Febry Suprapto Fijriah Oktavia Irsadi Frendy Sasongko Halili, Heri Rifhan Hasnun Umar Hera Hapsari Kusuma Ikhwan Aziz Q Isna Nurul Inayati iwan kuswandi Jamal Malik Khairudin Khairudin Khamam Khamam Khosiin Kholilurrohman Arif Lailatul Chasifah Lailatul Farihah Lailatun Ni’mah Lilik Noer Laili Lina Alfiah Mada Yudha Sasana Mahfudz Khudhori Miftahul Jannah Moh Husnan Mohamat Harianton Mohammad Nahrawi Muh Barid Nizarudin Wajdi muhammad alfi syahrin Muhammad As’ad Humam Muhammad Ghufron Muhammad Imron Muhammad Masmu' Muhammad Masmu' Muhammad Sodik Musleh Mustakim Noreng Naomi Fahma Nur Kholilah Nurul Hayati Rahil Salsabila Ridho Achmad Rifqi Khairul Anam Rizka Putri Susilo Ningrum Rodiyatul Maula Sabila, Ana Maulida Salman Alfarisi Salzabiilah Samsul Hadi Sinta Ma’sumah Siti Aisyah Siti Nurhayati Siti Rofiatul Adawiah Siti Saudah Siti Zainab Sumiyati Suwadi Pranoto Sylvia Agustin Titis Angga Rini Umar Al Faruq Waahsturi Wahyudi Mutalib Weny Alpina Wieke Adinda Putri Zainab Zainab Zulhijrah, Zulhijrah