Bangkitnya peradaban Islam di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari peran wilayah pesisir sebagai tempat pertama di mana Islam diperkenalkan melalui perdagangan. Proses Islamisasi yang tenang dan sensitif secara budaya terjadi dari interaksi antara pedagang Muslim dan kelompok masyarakat adat. Masjid memainkan peran penting dalam proses ini sebagai pusat interaksi sosial dan pendidikan selain berfungsi sebagai tempat ibadah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti fungsi Masjid Jami Nurul Ula Panyuran dalam kehidupan sosial dan keagamaan komunitas pesisir. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dan metodologi kualitatif. Model interaktif yang mencakup pengurangan data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan digunakan untuk menilai data yang telah dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masjid berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan, pendidikan informal, dan interaksi sosial lingkungan sekitar selain menjadi tempat ibadah. Keterlibatan aktif masjid dalam pembangunan masyarakat ditunjukkan melalui sejumlah kegiatan, termasuk pengajian rutin, tadarus Al-Qur'an, pelatihan qori', TPQ (pembelajaran Al-Qur'an untuk anak-anak), dan program sosial seperti khitan massal dan sedekah untuk fakir miskin serta anak yatim. Masjid juga bertindak sebagai forum diskusi yang meningkatkan hubungan antarpribadi dan mendorong kohesi masyarakat. Masjid berfungsi sebagai saluran yang kuat untuk internalisasi prinsip-prinsip Islam seperti kepedulian sosial, kolaborasi, dan ukhuwah (persaudaraan) di komunitas pesisir. Dengan demikian, masjid dapat dilihat sebagai lembaga multifaset yang menggabungkan aspek sosial, edukatif, dan spiritual dalam kehidupan bermasyarakat. Karena fungsinya yang menyeluruh, masjid merupakan komponen penting dalam membentuk masyarakat yang religius, damai, dan kuat.