Penelitian ini membahas pendekatan bahasa Arab sebagai metodologi pembelajaran tafsir Al-Qur’an di perguruan tinggi. Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab dengan tingkat kefasihan dan retorika yang menjadi bagian dari kemukjizatannya, sehingga penguasaan perangkat kebahasaan Arab—meliputi leksikografi (mufradāt), morfologi (ṣarf), sintaksis (naḥw/i‘rāb), dan retorika (balāghah)—menjadi prasyarat ilmiah bagi seorang mufassir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan (library research) untuk mengkaji kerangka teoretis dan langkah operasional pembelajaran tafsir berbasis bahasa Arab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan bahasa Arab memiliki landasan teoretis yang kuat dalam tradisi ulama tafsir, dengan langkah operasional yang sistematis dan terukur: tilawah, pemaknaan mufradāt, analisis ṣarf, analisis naḥw/i‘rāb, integrasi makna, dan penguatan riwayat. Penerapan pada ayat-ayat pilihan—seperti Q.S. Al-Fatihah:2 dan al-Qiyāmah: 22–23 membuktikan bahwa perangkat bahasa Arab berpengaruh langsung terhadap ketepatan pemaknaan ayat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan bahasa Arab merupakan pendekatan ilmiah, metodologis, dan aplikatif yang layak dijadikan pola pembelajaran tafsir di lingkungan akademik, khususnya pada jenjang pascasarjana.