Kedatangan orang Eropa di kepulauan Indonesia pada abad ke-16 telah berdampak pada banyak aspek di Indonesia. Dalam aspek musik, kedatangan orang Portugis telah memberi dampak dalam kelahiran musik Keroncong, sedangkan orang Belanda telah membawa lagu dansa populer Eropa ke Indonesia. Pada awal abad ke-20, terbukanya akses terhadap sistem pendidikan bagi orang Indonesia telah berujung pada pergerakan atau perjuangan mencapai kemerdekaan dari pemerintah kolonial Belanda. Pada saat ini, lahirlah komposer Indonesia generasi pertama yang menciptakan karya musik yang bersifat patriotik. Setelah Indonesia merdeka, Radio Republik Indonesia (RRI, stasiun radio pertama di Indonesia) berdiri dan Bintang Radio menjadi salah satu acara terpopuler pada saat itu. Popularitas kontes Bintang Radio telah mendorong kelahiran komposer musik generasi kedua, yang pada umumnya banyak menciptakan lagu vokal yang disebut sebagai Musik Seriosa. Pada abad ke-21, istilah dari lagu vokal klasik (art song) bergeser menjadi Tembang Puitik, dan istilah Musik Seriosa mulai ditinggalkan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang sejarah umum dari art song di Indonesia, dari Musik Seriosa menuju Tembang Puitik. Penelitian ini pertama-tama menjelaskan tentang sejarah masuknya musik barat dan berdirinya sekolah/akademi musik di Indonesia, yang dilanjutkan dengan studi historis mengenai perkembangan musik modern di Indonesia. Kemudian, melalui studi literatur, karya tulis ini ditutup dengan analisis singkat mengenai istilah art song Indonesia yang telah bergeser, yakni Musik Seriosa dan Tembang Puitik. The arrival of the Europeans in the 16th century at the Indonesian archipelago has influenced many aspects of Indonesia. In music, the Portuguese have influenced the birth of Keroncong music, whereas the Dutch have brought European popular and dance songs to Indonesia. In the early 20th century, access to the education system has somehow led to the sparks of the independence movement. During this era, the first generation of Indonesian composers was born and patriotic songs were composed. After gaining independence, the first radio station in Indonesia, Radio Republik Indonesia (RRI), was established, and the Bintang Radio (Radio Star) became one of the most popular programs. The popularity of Bintang Radio contest has urged the birth of second-generation Indonesian composers, who mostly composed vocal songs, or then called Musik Seriosa. In the 21st century, the term for Indonesian art songs shifted to Tembang Puitik, and the term Musik Seriosa was not as familiar as before. This study aims to uncover the general history of Indonesian art songs, from Musik Seriosa to Tembang Puitik. The paper will firstly elaborate on western music dissemination and the establishments of music academies in Indonesia, followed by a historical study about the development of Indonesian modern music. Then, the paper will conclude with the analysis of the shifting terms, Musik Seriosa and Tembang Puitik, mainly through literature review.