Khumairoh, Siti Aisatul
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Representasi Kemiskinan dan Marginalisasi Sosial pada Film “Dua Garis Biru” sebagai Refleksi Mahasiswa Metroseksual Khumairoh, Siti Aisatul; Muhammad Zunan Danial; Woroayu Fitrianingrum; Amin Kurniawan
Jurnal Exact: Interdisciplinary Studies Vol. 2 No. 1 (2024): July
Publisher : Excellent Academic Community

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jexact.8886

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berfokus pada representasi kemiskinan dan marginalisasi sosial pada film dua garis biru kaitannya dengan maraknya gaya hidup metroseksual pada mahasiswa. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis setiap adegan pada film dua garis biru yang memperlihatkan tentang kemiskinan dan marginalisasi sosial agar menjadi bahan refleksi bagi mahasiswa dengan gaya hidup metroseksual. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Data-data penelitian dikumpulkan melalui observasi non-participant kemudian dianalisis menggunakan analisis semiotika John Fiske, yakni analisis yang berfokus pada aspek lingkungan, suara, ekspresi, dan lain sebaginya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maraknya fenomena gaya hidup metroseksual pada mahasiswa diakibatkan karena tumbuhnya pengetahuan pada diri mahasiswa untuk lebih memperhatikan penampilan juga akibat dari terbentuknya tren melalui media sosial. Film dua garis biru dapat menjadi bahan perenungan bagi mahasiswa agar membatasi gaya hidup metroseksual agar terhindar dari kemiskinan dan marginalisasi sosial. Hal ini karena pada film tersebut Kemiskinan direpresentasikan secara jelas yakni dengan memperlihatkan kondisi rumah yang belum sepenuhnya jadi, pakaian yang lusuh, hingga cara bekerja yang masih tradisional. Selain itu, marginalisasi sosial direpresentasikan dengan memperlihatkan posisi rumah yang saling berdekatan, kondisi lingkungan masyarakat yang kumuh, hingga keterbatasan tempat rekreasi bagi anak-anak. Mahasiswa yang berhasil membatasi diri untuk tidak berlebih-lebihan dalam mengikuti gaya hidup metroseksual dapat terhindar dari kemiskinan dan marginalisasi sosial seperti digambarkan pada film ini. Oleh sebab itu, mahasiswa yang membatasi diri untuk selalu mengikuti gaya hidup metroseksual dapat dikatakan telah berkontribusi secara tidak langsung bagi kemajuan negara dengan tidak terlibat pada meningkatnya tingkat kemiskinan. Kata Kunci: Kemiskinan, Marginalisasi Sosial, Mahasiswa, Metroseksual
Peran Mahasiswa dalam Optimalisasi Bimbingan dan Konseling untuk Mengatasi Perbedaan Perilaku Gender di SD Negeri Demangan Khumairoh, Siti Aisatul; Nasywa Aufa Nida; Luthfia Farha Azkia; Karina Aulia Diandra; Rizka Adelia; Dian Noviar
Jurnal Exact: Interdisciplinary Studies Vol. 2 No. 2 (2024): December
Publisher : Excellent Academic Community

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jexact.10058

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini fokus pada fenomena stereotip gender di SD Negeri Demangan, Yogyakarta, yang menunjukkan bahwa siswa cenderung memilih kelompok berdasarkan gender dan menunjukkan preferensi yang berbeda dalam aktivitas dan mata pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai permasalahan perbedaan perilaku gender yang terjadi di kalangan siswa-siswi SD Negeri Demangan serta mengoptimalkan peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam memberikan solusi yang lebih efektif dalam mengatasi perbedaan perilaku gender di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Data-data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber utama data dalam penelitian ini diperoleh melalui melalui wawancara langsung dengan informan, personal document sebagai sumber data-data penelitian, seperti buku dan penelitian-penelitan terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh stereotip gender terhadap perilaku siswa di SD Negeri Demangan, baik dalam aktivitas akademik maupun interaksi sosial. Dalam aspek akademik, mayoritas siswa yang memiliki prestasi tinggi di kelas adalah perempuan. Namun, di SD Negeri Demangan terdapat pola pilihan mata pelajaran yang berbeda. Anak perempuan lebih menyukai mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia karena dianggap lebih sesuai dengan minat mereka terhadap kegiatan membaca dan menulis. Sebaliknya, pelajaran seperti Matematika kurang diminati oleh anak perempuan karena sering dianggap sulit dan lebih sesuai untuk anak laki-laki. Sebagian besar anak laki-laki di SD Negeri Demangan lebih memilih aktivitas seperti olahraga, sedangkan anak perempuan lebih sering mengikuti kegiatan seni seperti menari. Di sisi lain, peran kepemimpinan di kelas sebagian besar dipegang oleh siswa laki-laki. Mahasiswa memiliki peran untuk mengatasi isu-isu ini, salah satunya dengan meningkatkan kesadaran gender melalui program pendidikan, kampanye, dan keterlibatan dalam organisasi. Oleh karena itu, penting untuk mengintegrasikan pendekatan yang mempertimbangkan perspektif gender dalam praktik bimbingan dan konseling, guna menciptakan ruang belajar yang adil dan mendukung bagi semua siswa, tanpa memandang jenis kelamin. Kata kunci: Optimalisasi, streotip gender, perbedaan perilaku