Ideham Nasar
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Narasi Hadis Di Media Sosial: Adab Komunikasi Dalam Dakwah Gus Miftah Dan Pembentukan Otoritas Keagamaan Tria Feri Ardona; Ideham Nasar
Jurnal Exact: Interdisciplinary Studies Vol. 3 No. 1 (2025): July
Publisher : Excellent Academic Community

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jexact.11223

Abstract

Studi ini menyelidiki perdebatan tentang etika dakwah Gus Miftah, seorang ulama modern yang terkenal karena pendekatan inklusifnya. Gus Miftah menarik perhatian publik dan diapresiasi oleh banyak orang, khususnya generasi muda, karena dia berdakwah di tempat-tempat yang jarang dijamah ulama, seperti klub malam dan tempat hiburan. Meskipun demikian, popularitasnya tidak lepas dari perdebatan. Salah satu peristiwa yang menarik perhatian adalah percakapan Gus Miftah dengan seorang penjual es teh, di mana guyonan yang dia lontarkan dianggap kasar dan menimbulkan kontroversi di media sosial. Reaksi beragam terhadap kejadian tersebut. Ada yang membelanya sebagai tindakan spontan yang tidak perlu diperhatikan, dan ada yang mengecamnya karena dianggap tidak mencerminkan pendapat seorang ulama. Hadis tentang adab berkomunikasi digunakan sebagai dasar analisis dalam situasi ini. “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam,”. menjadi landasan moral untuk menilai ucapan seorang tokoh agama. Media sosial memainkan peran yang signifikan dalam memperluas dampak insiden ini. Komunikasi cepat menunjukkan bahwa komunikasi sederhana dapat menjadi masalah besar, terutama ketika melibatkan orang publik. Dalam kasus ini, reputasi Gus Miftah sebagai ulama dipertanyakan, bahkan mengarah pada penurunan otoritas keagamaannya. Ulama lain, seperti Gus Iqdam, dianggap lebih baik dalam menerapkan prinsip adab berkomunikasi dibandingkan dengan Gus Miftah. Hasil penelitian ini menunjukkan betapa pentingnya adab komunikasi bagi tokoh agama, terutama di era digital, di mana ucapan dan tindakan mereka dapat dilihat dan diperdebatkan dengan mudah. Hadis tentang adab komunikasi juga menciptakan otoritas keagamaan baru, yang menuntut ulama untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pesat agar tetap relevan dan diterima masyarakat.
Navigasi Moderasi Beragama Di Media Sosial: Studi Kasus Intoleransi Gen Z Di Platform Tiktok Ideham Nasar; Izza Shofia Mubarika; Tria Feri Ardona
Jurnal Exact: Interdisciplinary Studies Vol. 3 No. 1 (2025): July
Publisher : Excellent Academic Community

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jexact.11279

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena intoleransi agama di media sosial yang semakin marak terjadi di era digital. Intoleransi agama pada platform media sosial khususnya Tiktok telah menjadi isu krusial, mengingat tingginya jumlah pengguna platform khususnya Generasi Z yang berinteraksi secara global tanpa Batasan wilayah. Studi ini mengidentifikasi faktor penyebab utama Intoleransi agama, termasuk persepsi yang salah, stereotip, dan kurangnya pemahaman tentang pluralisme. Selain itu, moderasi beragama oleh platform media sosial dan peran regulasi pemerintah menjadi solusi yang penting dalam menanggulangi masalah ini. Penelitian menggunakan metode analisis literatur dan pendekatan studi kasus pada beberapa kejadian aktual untuk memperkaya pemahaman terkait masalah ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa selain upaya moderasi dari pihak platform, edukasi kepada masyarakat tentang keberagaman juga sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem media sosial yang inklusif. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan kebijakan moderasi konten dan penyadaran publik terhadap pentingnya toleransi dan moderasi beragama dalam keberagaman interaksi digital.