Fisal Aliama
Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Sorong, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Guru SLB Inpres 73 Kota Sorong Melalui Pelatihan Sistem Klasifikasi Awal Karakteristik Anak Berkebutuhan Khusus Berbasis ANFIS Ermin Ermin; Muhammad Jundullah; Muhammad Surahmanto; La Jupriadi Fakhri; Muzakkir Pangri; Faida Musa’ad; Fitriyani Tella; Fisal Aliama; Irman Amri
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3030

Abstract

Proses klasifikasi awal Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) oleh guru Sekolah Luar Biasa (SLB) seringkali bersifat secara subjektif dan membutuhkan waktu lama, sehingga menghambat ketepatan dalam penyusunan strategi pembelajaran yang adaptif. Tujuan kegiatan pelatihan ini untuk meningkatkan kapasitas, pemahaman kognitif, dan keterampilan praktis guru di SLB Inpres 73 Kota Sorong dalam melakukan klasifikasi awal ABK menggunakan sistem klasifikasi berbasis Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS) dan evaluasi program. Instrumen evaluasi meliputi, tes kognitif pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman teoritis dan lembar observasi unjuk kerja (performance assessment) untuk menilai keterampilan praktis secara real-time. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru yang signifikan, Dimana rata-rata nilai evaluasi keseluruhan meningkat dari pre-test sebesar 47,5 menjadi 86,5 pada post-test (Gain Score 39, kategori tinggi). Peningkatan tertinggi dicapai pada keterampilan pengoperasian sistem ANFIS (dari nilai 40 menjadi 88), diikuti oleh pemahaman karakteristik 5 kategori ABK (dari nilai 55 menjadi 85), serta diperkuat oleh respon kepuasan peserta yang sangat positif terhadap kedalaman materi dan durasi pelatihan.  Manfaat kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi mitra berupa transformasi metode asesmen yang lebih objektif. Penggunaan sistem ini memotong birokrasi klasifikasi serta bertindak sebagai instrumen pendukung keputusan dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih personal dan tepat sasaran sesuai kebutuhan siswa.