Nilta Najma Tsuroiyah
Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Kebersihan Area Kewanitaan dan Pengelolaan Menstruasi pada Santriwati Pondok Pesantren KH Wahid Hasyim Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur Dwimantoro Iman Prilistyo; Hartatiek Nila Karmila; Aditya Bhayusakti; Retno Diah Putri Ekayanti; Putro Luhur Budi Sapriyo; Nilta Najma Tsuroiyah; Dyona Hayu Maharani; Selfia Selfia
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3257

Abstract

Kebersihan area kewanitaan dan pengelolaan menstruasi merupakan bagian penting dari kesehatan reproduksi remaja putri. Identifikasi awal di Pondok Pesantren KH Wahid Hasyim Bangil menunjukkan bahwa 8 dari 10 santriwati yang diwawancarai memiliki pemahaman kurang mengenai cara membersihkan area kewanitaan dan penggunaan pembalut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan santriwati mengenai kebersihan area kewanitaan dan pengelolaan menstruasi. Kegiatan dilaksanakan pada 10 Mei 2026 melalui edukasi langsung selama 30–40 menit, diskusi, tanya jawab, serta penggunaan poster dan leaflet. Sebanyak 30 santriwati mengikuti seluruh rangkaian evaluasi dan memiliki data pretest–posttest lengkap sehingga seluruhnya dianalisis. Pengetahuan diukur menggunakan 10 soal pilihan ganda berskor 0–100. Rerata skor meningkat dari 71,33 menjadi 84,00; sebanyak 21 peserta meningkat, 7 tetap, dan 2 menurun. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,001). Hasil tersebut menunjukkan peningkatan pengetahuan segera setelah edukasi, meskipun penurunan skor pada dua peserta menjadi bahan evaluasi untuk penguatan dan pendampingan lanjutan. Poster yang dipasang di area pesantren dan leaflet yang dibagikan menjadi luaran pendukung agar pesan dapat diakses kembali. Capaian kegiatan terbatas pada pengetahuan karena perubahan kebiasaan belum dievaluasi.