Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Mengenal Sejuta Manfaat Dibalik IMD Di Dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan Budhi Setianto; Hartatiek Nila Karmila; Agus Aan Adriansyah; Difran Nobel Bistara
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1032.08 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.933

Abstract

Dalam hal perkembangan otak, ASI adalah makanan super terbaik. ASI mengandung bermacam-macam nutrisi, faktor pertumbuhan dan hormon yang vital untuk perkembangan otak awal anak. Karena ASI adalah zat hidup dengan komponen unik itu tidak dapat direplikasi dalam susu formula bayi, dampaknya terhadap perkembangan otak tak tertandingi, minimnya pengetahuan serta kepedulian masyarakata terkait pemberian Inisiasi Menyusui Dini terhadap ASI menetukan keberhasilan dalam suksesnya seorang ibu dalam memberikan ASI kepada bayi. Tujuan pengabdian masyarakan ini adalah untuk meningkatkan penegetahuan dan kemampuan dalam Pemberian inisiasi menyusu terhadap manfaat ASI pada 1000 Hari Pertama Kehidupan. Dengan metode dengan mengadakan kelas online laktasi yang diberi nama KELOR (Kelas Laktasi Online RS Islam Surabaya). Peserta sangat antusias sehingga dibentuklah grup lanjutan Whatsup Group sebagai upaya pendampingan para ibu untuk melakukan konsultasi dalam pemberian ASI,dari hasil Pre dan Post Test didapatkan pula dengan adanya kelas ini terjadi peningkatan pengetahuam dari peserta.
Pemberdayaan Ibu Hamil dan Keluarga dalam Melakukan Deteksi Dini Kehamilan Beresiko dengan Memanfaatkan Buku KIA Tahun 2020 dan Aplikasi D’Risk Ika Mardiyanti; Esty Puji Rahayu; Nur Zuwariyah; Priyo Mukti Pribadi Winoto; Hartatiek Nila Karmila
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6424

Abstract

Kemampuan ibu hamil dalam mendeteksi dini kehamilan berisiko masih berada di bawah rata-rata yang merupakan salah satu penyebab terjadinya komplikasi yang dapat membahayakan kesejahteraan ibu dan janinnya. Pada masa pandemic kontak ibu hamil ke petugas kesehtan juga berkurang, ditambah dengan ketidakmampuan ibu hamil dan keluarga dalam mengenali kondisi kehamilan, serta rendahnya pengetahuan dalam mengenali tanda bahaya kehamilan selama pandemic covid-19 dapat mengakibatkan rendahnya pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan, dan penundaan akses pelayanan kesehatan yang berakhir dengan komplikasi. Kemampuan keluarga dalam deteksi dini risiko tinggi kehamilan perlu diperhatikan agar keluarga mandiri dan memiliki upaya untuk tetap mempertahankan kesehatan ibu hamil yang ada dalam keluarganya. Pengabdian masyarakat dengan memanfaatkan buku KIA tahun 2020 dan aplikasi D’risk agar keluarga maupun masyarakat mampu secara mandiri mendeteksi secara dini ibu hamil dengan risiko tinggi. Target luaran berupa Laporan yang dipublikasikan di jurnal, video kegiatan, publikasi di media masa online atau cetak. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan di PMB Ika Mardiyanti Sidoarjo. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan terkait kehamilan beresiko tinggi dan pemberdayaan ibu hamil dan keluarga melalui buku KIA tahun 2020 dan pengenalan aplikasi D’risk. Penyuluhan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab
Pemberdayaan Ibu Hamil dan Keluarga dalam Melakukan Deteksi Dini Kehamilan Beresiko dengan Memanfaatkan Buku KIA Tahun 2020 dan Aplikasi D’Risk Ika Mardiyanti; Esty Puji Rahayu; Nur Zuwariyah; Priyo Mukti Pribadi Winoto; Hartatiek Nila Karmila
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6424

Abstract

Kemampuan ibu hamil dalam mendeteksi dini kehamilan berisiko masih berada di bawah rata-rata yang merupakan salah satu penyebab terjadinya komplikasi yang dapat membahayakan kesejahteraan ibu dan janinnya. Pada masa pandemic kontak ibu hamil ke petugas kesehtan juga berkurang, ditambah dengan ketidakmampuan ibu hamil dan keluarga dalam mengenali kondisi kehamilan, serta rendahnya pengetahuan dalam mengenali tanda bahaya kehamilan selama pandemic covid-19 dapat mengakibatkan rendahnya pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan, dan penundaan akses pelayanan kesehatan yang berakhir dengan komplikasi. Kemampuan keluarga dalam deteksi dini risiko tinggi kehamilan perlu diperhatikan agar keluarga mandiri dan memiliki upaya untuk tetap mempertahankan kesehatan ibu hamil yang ada dalam keluarganya. Pengabdian masyarakat dengan memanfaatkan buku KIA tahun 2020 dan aplikasi D’risk agar keluarga maupun masyarakat mampu secara mandiri mendeteksi secara dini ibu hamil dengan risiko tinggi. Target luaran berupa Laporan yang dipublikasikan di jurnal, video kegiatan, publikasi di media masa online atau cetak. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan di PMB Ika Mardiyanti Sidoarjo. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan terkait kehamilan beresiko tinggi dan pemberdayaan ibu hamil dan keluarga melalui buku KIA tahun 2020 dan pengenalan aplikasi D’risk. Penyuluhan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab
EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI WANITA PADA KOMUNITAS FATAYAT NU KENDANGSARI Hartatiek Nila Karmila; Fathimah Zahra; Ika Mardiyanti; Nur Sophia Matin
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.56859

Abstract

Kesehatan reproduksi wanita merupakan aspek penting dalam menjaga kualitas kesehatan perempuan sepanjang siklus kehidupan. Namun, pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan reproduksi masih relatif terbatas sehingga diperlukan upaya edukasi yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi wanita melalui program edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di SMP Iskandar Said Surabaya dengan sasaran anggota Ranting Fatayat NU Kendangsari serta beberapa guru dan remaja di lingkungan sekolah tersebut. Metode kegiatan berupa penyuluhan kesehatan reproduksi yang disampaikan oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Sebelum dan sesudah penyuluhan dilakukan evaluasi menggunakan metode pretest dan posttest untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan peserta. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji paired sample t-test untuk mengetahui perbedaan rata-rata nilai sebelum dan sesudah edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest peserta adalah 76,4 dan meningkat menjadi 87,1 pada posttest. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,002 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan edukasi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan reproduksi efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi wanita.
Training on Increasing Structural Officials' Understanding of Unit Cost Calculation at Islamic Hospital Surabaya A. Yani Surabaya Budhi Setianto; Agus Aan Adriansyah; Yauwan Tobing Lukiyono; Hartatiek Nila Karmila; Muhammad Afwan Romdloni; Effendi Effendi; Mery Susantri; Nikmatus Sa'adah
Journal of Health Community Service Vol. 5 No. 3 (2025): Journal of Health Community Service: 2025 September Editor's Choice
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic Hospital Surabaya as a Class B Hospital has collaborated with BPJS since 2014. Preparing the tariff pattern used in serving BPJS patients is very important, especially regarding quality and cost control. To do this, hospitals must be able to serve BPJS patients by taking into account existing pricing patterns so that there are no losses in treating patients. To prepare for this, it is necessary to refresh knowledge regarding unit costs and hold a workshop to increase knowledge and calculate unit costs. This workshop is expected to provide additional knowledge to participants regarding hospital business management in determining pricing patterns based on unit cost calculations. The method used in this workshop is to use lecture, case study and simulation methods. 48 participants took part in the workshop with evaluations consisting of pretests and posttests. One important element in streamlining a company's production process is the concept of cost per unit, which can help companies ensure that the costs they incur will be lower than the selling price of one unit. This workshop is very beneficial regarding unit cost calculations, this can be seen from the results of the pretest and post-test calculations with an increase in value of 15% and there is a significant difference between the pre-test and post-test based on the results of the Paired Sample T-Test.
Public Lecture on Reducing the Risk of Hearing Loss in the Elderly in Surabaya City&#39;s Wonokromo Subdistrict Andi Roesbiantoro; Budhi Setianto; Agus Aan Adriansyah; Hartatiek Nila Karmila; Rizka Dany Afina; Nikmatus Sa'adah
Journal of Health Community Service Vol. 5 No. 3 (2025): Journal of Health Community Service: 2025 September Editor's Choice
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The sensorineural hearing loss experienced by the elderly is known as presbycusis. Generally, sensorineural hearing loss is permanent. The prevalence of hearing loss in Indonesia, according to 2013 Rikesdas data, is 2.6%. According to the elderly population in the age range of 65-85 years who experience hearing loss is as much as 30%. The highest rate of hearing loss was found in the age group ≥75 years, namely 36.6%. This community service aims to increase knowledge related to preventing hearing risks in the elderly in RW 07, Wonokromo Village, Surabaya City. Counselling, by carrying out outreach activities by holding a Lay Seminar in the Context of Preventing the Risk of Hearing Loss for the Elderly in RW 7, Wonokromo sub-district, Surabaya City. This lay seminar was very beneficial for the seminar participants. Characteristics of the seminar participants were that most of them were women with the most education, 49 years old, aged > 60 years and working as retirees, the results of the pretest and post-test showed an increase of 19.3% from the test statistically there a significant difference between the Pretest and Post Test