Geby Maria Tampubolon
Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Siswa Melalui Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini di SMP Negeri 16 Bintan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau Imelda Hutauruk; Geby Maria Tampubolon; Jonathan Christian Daniel; Rani Nadia Sihombing; Friggia Editha Maryen; Allya Nuryani; Iham Hidayat; Yudi Umara
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3407

Abstract

Pernikahan dini merupakan persoalan yang dapat memengaruhi keberlanjutan pendidikan serta perkembangan kesehatan, psikologis, sosial, dan ekonomi remaja. Edukasi kepada siswa menjadi salah satu upaya preventif untuk meningkatkan pemahaman mengenai risiko pernikahan dini dan pentingnya perencanaan masa depan. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi dan memperkuat pemahaman siswa mengenai pencegahan pernikahan dini di SMP Negeri 16 Bintan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Kegiatan dilaksanakan pada 10 Agustus 2026 selama kurang lebih tiga jam dan diikuti oleh 378 siswa kelas VII, VIII, dan IX yang terdiri atas 207 siswa laki-laki dan 171 siswa perempuan. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi dan wawancara terhadap 12 siswa serta satu guru, yang dilengkapi dengan dokumentasi kegiatan. Setelah mengikuti edukasi, siswa mampu menjelaskan pengertian pernikahan dini, faktor penyebab, dampak, serta beberapa upaya pencegahannya, antara lain melanjutkan pendidikan, menjaga pergaulan, memiliki cita-cita, dan berkomunikasi dengan orang tua atau guru. Respons siswa terhadap kegiatan secara umum positif, meskipun pemahaman mengenai hubungan pendidikan dengan pencegahan pernikahan dini dan relevansinya dengan kondisi lingkungan masih beragam. Karena evaluasi tidak menggunakan pre-test dan post-test, kegiatan ini belum dapat menunjukkan perubahan pemahaman siswa secara kuantitatif. Kegiatan edukasi perlu dilanjutkan secara berkelanjutan dengan melibatkan sekolah, keluarga, dan masyarakat.