Rahma Fitri Lestari
Universitas Duta Bangsa Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Maja (Aegle Marmelos (l.) corr.) terhadap Laju Penyembuhan Luka Insisi pada Kelinci Jantan New Zealand (Oryctolagus Cuniculus) Model Diabetes Anita Dwi Septiarini; Rahma Fitri Lestari; Bagas Ardiyantoro
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2785

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) adalah gangguan metabolik yang ditandai tingginya kadar glukosa darah akibat kegagalan pankreas memproduksi insulin atau terjadinya resistensi insulin. International Diabetes Federation (IDF) mencatat prevalensi DM global mencapai 537 juta jiwa pada rentang usia 20-79 tahun (10,5%), dengan Indonesia menempati peringkat kelima dunia, yaitu 19,5 juta kasus pada 2021 dan diproyeksikan meningkat menjadi 28,6 juta pada 2045. Salah satu komplikasi utama DM adalah ulkus diabetikum, yang timbul akibat kerusakan saraf dan pembuluh darah akibat hiperglikemia kronis yang tidak terkendali. Daun maja diketahui mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan terpenoid yang berpotensi mendukung proses penyembuhan luka diabetes. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas ekstrak etanol daun maja (Aegle marmelos (L.) Corr.) terhadap penyembuhan luka insisi pada kelinci yang diinduksi aloksan, menggunakan desain eksperimental Post-test Only Control Group Design. Sebanyak empat ekor kelinci diinduksi aloksan intravena untuk menciptakan kondisi hiperglikemia melalui kerusakan sel beta pankreas, kemudian dibagi menjadi enam kelompok perlakuan: netral, kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), kontrol positif (Povidone iodine 10%), serta ekstrak konsentrasi 15%, 25%, dan 35%. Hasil menunjukkan ketiga konsentrasi ekstrak memberikan efek penyembuhan luka bermakna (p<0,05), dengan konsentrasi 35% terbukti paling efektif dan hasilnya paling mendekati kontrol positif.