Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Combination Of Tea-Ginger-Mint Extract Increase The Elderly Immunity Darah Ifalahma; Wan Azman Wan Ismail; Isna Dwi Astuti; Anita Dwi Septiarini; Melati Artika Wulansari
Proceeding of International Conference on Science, Health, And Technology 2021: Proceeding of the 2nd International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.816 KB) | DOI: 10.47701/icohetech.v1i1.1095

Abstract

During the Covid 19 pandemic it is very important to have an alternative immunostimulant, especially for the elderly who are prone to exposure to the virus. Immunostimulants that are suitable for the elderly are in the form of extracts that can be brewed so that they are comfortable to consume. Many vitamin products and immunostimulant supplements, several important ingredients can be consumed. Some that have good content are tea extract, ginger and mint leaves. The purpose of this study was to determine the effect of the combination of Tea-Ginger-Mint Extract as an immunostimulant on the immunity of the elderly. The study used a Quasy Experimental design with a pretest-posttest non-equivalent control group design. The population of this research is the elderly, the sample of the study is 30 elderly people aged 60-75 years with a purposive sampling technique. The independent variable is the Tea-Ginger-Mint Extract. The dependent variable is the immunity of the elderly. The instrument used is the observation sheet. The treatment was for 4 weeks with the sample divided into 2 groups, namely the control group and the treatment group. Data analysis was carried out in 2 stages, namely Phase I Normality Test and Stage II Influence Test by using T-Test. The experimental results of the treatment group p value 0.00<0.05, which means that there is a significant difference in increasing immunity before and after being given Tea-Ginger-Mint Extract. The results of the T-Test p value 0.000<α0.05, which means that Tea-Ginger-Mint Extract is effective as an immunostimulant to increasing immunity of the elderly. Conclusion the combination of Tea-Ginger-Mint Extract is effective in increasing the immunity of the elderly.
UJI TOKSISITAS FRAKSI n-HEKSAN - ETIL ASETAT - AIR BATANG BAJAKAH KALALAWIT (Uncaria gambir Roxb) MENGGUNAKAN METODE BSLT (BRINE SHRIMP LETHALITY TEST) Desy Ayu Irma Permatasari; Putri Solihah Kartika Sari; Bangkit Riska Permata; Anita Dwi Septiarini
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 3 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v12i3.5762

Abstract

Tumbuhan Bajakah Kalalawit dengan nama lain Uncaria gambir Roxb berasal dari pedalaman pulau Kalimantan tepatnya Kalimantan Tengah. Bajakah Kalalawit (Uncaria gambir Roxb) biasanya digunakan masyarakat sebagai peningkat stamina. Akan tetapi, tumbuhan tersebut juga memiliki potensi sebagai antikanker. Batang kayu Bajakah Kalalawit (Uncaria gambir Roxb) diduga mengandung senyawa metabolit sekunder yang dapat di gunakan sebagai anti kanker. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui aktivitas toksisitas serta nilai Lethal Concentration (LC50) dari fraksi batang Bajakah Kalalawit (Uncaria gambir Roxb) terhadap larva udang Artemia Salina Leach dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Nilai LC50 dihitung menggunakan metode analisis probit. Efek toksisitas dari masing-masing fraksi diidentifikasi presentase kematian neupli Artemia Salina Leach dan dihitung nilai LC50 menggunakan analisa probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari fraksi n-heksan, etil asetat, dan fraksi air berturut- turut mendapatkan nilai LC50 sebesar 43,9612 ppm; 63,3869 ppm; dan 75,4049 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi n-heksan lebih toksik daripada fraksi etil asetat, dan fraksi air dengan nilai LC50 sebesar 43,9612 ppm.
Penetapan Kadar Flavonoid dan Uji Aktivias Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Ketapang (Terminalia catappa L.) dengan Metode ABTS: Determination of Flavonoid Levels and Antioxidant Activity Test of Ethanol Etract Ketapang Leaf (Terminalia catappa L.) Using ABTS Method Wahyuni Ningsih; Anita Dwi Septiarini; Weri Veranita
Jurnal Ilmiah Farmasi Indonesia (JIFIN) Vol 1 No 01 (2023): JIFIN: Jurnal Ilmiah Farmasi Indonesia Terbitan Juni 2023
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jifin.v1i01.2445

Abstract

Ketapang leaves (Terminalia catappa L.) is a plant that contains chemical compounds such as flavonoids, alkaloids, tannins, triterpenoids or steroids, resins, and saponins. This compound has potential as an antioxidant in absorbing and neutralizing free radicals. This study aims to determine the levels of flavonoid compounds, to determine whether the ethanol extract of ketapang leaves has antioxidant activity as expressed by the IC50 value and to determine the antioxidant power of the ethanol extract of ketapang leaves. The extract was prepared by maceration method using 96% ethanol. Determination of flavonoid levels and antioxidant activity was carried out using a UV-Vis spectrophotometer. Antioxidant activity based on the free radical scavenging ability of the compound ABTS was measured at a wavelength of 740 nm at 17 minutes. The results of determining the levels of flavonoids in the ethanol extract of ketapang leaves were 17,710 QE. Antioxidant activity is expressed in the value of 50% Inhibitory Concentration (IC50) with a yield of 23.531 ppm in ethanol extract. Ketapang leaf ethanol extract has a very strong antioxidant activity.
Potensi Antibakteri Bunga Kamboja Merah (Pulmeria rubral L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Ana Rosario Brito; Rahmat Hidayat; Anita Dwi Septiarini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1625

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen gram positif yang seringmenyebabkan berbagai infeksi pada manusia dan menunjukkan peningkatan resistensi terhadapantibiotik, sehingga diperlukan alternatif antibakteri yang lebih aman dan berbasis bahan alam.Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antibakteri alami adalah bunga kamboja merah(Plumeria rubra L.) yang diketahui mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid,saponin, tanin, steroid, dan terpenoid yang secara teoritis memiliki mekanisme kerja antibakterimelalui kerusakan dinding sel, gangguan permeabilitas membran, serta penghambatan sintesisasam nukleat bakteri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolitsekunder dari ekstrak bunga kamboja merah (Pulmeria rubral L.) terhadap bakteriStaphylococcus aureus, dan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak bunga kambojamerah (Pulmeria rubral L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus, serta manakah konsentrasiekstrak bunga kamboja merah (Pulmeria rubral L.) yang mampu menghambat bakteriStaphylococcus aureus. Metode: Penelitian menggunakan metode eksperimental laboratoriumdengan desain in vitro. Sampel berupa bunga kamboja merah dideterminasi, dikeringkan, dibuatsimplisia, distandarisasi, kemudian diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarutetanol 96%. Kesimpulan: Ekstrak yang diperoleh dilakukan skrining fitokimia dan diujiaktivitas antibakterinya menggunakan metode difusi cakram pada media Mueller Hinton Agardengan variasi konsentrasi 30%, 40%, dan 50%. Parameter yang diamati adalah diameter zonahambat yang terbentuk. Hasil: Data dianalisis secara statistik menggunakan SPSS meliputianalisis deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji ANOVA.
Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Maja (Aegle Marmelos (l.) corr.) terhadap Laju Penyembuhan Luka Insisi pada Kelinci Jantan New Zealand (Oryctolagus Cuniculus) Model Diabetes Anita Dwi Septiarini; Rahma Fitri Lestari; Bagas Ardiyantoro
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2785

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) adalah gangguan metabolik yang ditandai tingginya kadar glukosa darah akibat kegagalan pankreas memproduksi insulin atau terjadinya resistensi insulin. International Diabetes Federation (IDF) mencatat prevalensi DM global mencapai 537 juta jiwa pada rentang usia 20-79 tahun (10,5%), dengan Indonesia menempati peringkat kelima dunia, yaitu 19,5 juta kasus pada 2021 dan diproyeksikan meningkat menjadi 28,6 juta pada 2045. Salah satu komplikasi utama DM adalah ulkus diabetikum, yang timbul akibat kerusakan saraf dan pembuluh darah akibat hiperglikemia kronis yang tidak terkendali. Daun maja diketahui mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan terpenoid yang berpotensi mendukung proses penyembuhan luka diabetes. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas ekstrak etanol daun maja (Aegle marmelos (L.) Corr.) terhadap penyembuhan luka insisi pada kelinci yang diinduksi aloksan, menggunakan desain eksperimental Post-test Only Control Group Design. Sebanyak empat ekor kelinci diinduksi aloksan intravena untuk menciptakan kondisi hiperglikemia melalui kerusakan sel beta pankreas, kemudian dibagi menjadi enam kelompok perlakuan: netral, kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), kontrol positif (Povidone iodine 10%), serta ekstrak konsentrasi 15%, 25%, dan 35%. Hasil menunjukkan ketiga konsentrasi ekstrak memberikan efek penyembuhan luka bermakna (p<0,05), dengan konsentrasi 35% terbukti paling efektif dan hasilnya paling mendekati kontrol positif.