Ika Maulia Safitri
Universitas Muhammadiyah Kudus

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGEMBANGAN REED DIFFUSER AROMATERAPI MINYAK ATSIRI BUNGA KENANGA (Cananga odorata) TERHADAP AKTIVITAS ANTI STRES PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus) Ika Maulia Safitri; Riana Putri Rahmawati; Fahrudin Arif; Yunita Dian Permata Sari
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 10, No 1 (2025): IJF (Indonesia Jurnal Farmasi)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v10i1.3519

Abstract

Stres merupakan reaksi emosional dan psikologis yang muncul ketika tekanan atau beban berlebih. Stres dapat diatasi melalui terapi non farmakologi menggunakan aromaterapi sebagai relaksasi. Bunga kenanga merupakan tanaman yang menghasilkan minyak atsiri yang berguna meredakan stres, ketegangan dan memberikan efek relaksasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas minyak atsiri bunga kenanga dalam menurunkan stres mencit pada konsentrasi 1%, 2% dan 4%. Penelitian ini menggunakan eksperimen laboratorium dengan desain kelompok post test. Variabel bebas pada penelitian ini adalah reed diffuser aromaterapi minyak atsiri bunga kenanga dan variabel terikat penelitian ini yaitu aktivitas antistres pada mencit. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Farmakognosi Universitas Muhammadiyah Kudus bulan Januari – Maret 2026. Induksi stres dilakukan menggunakan metode Forced Swimming Test (FST), kemudian mencit diberikan reed diffuser aromaterapi untuk mengevaluasi efek relaksasi dalam mengatasi stres mencit. Parameter yang diamati meliputi waktu diam mencit dalam mengalami perubahan perilaku kembali aktif seperti semula. Data rata-rata waktu diam setiap kelompok dianalisis uji homogenitas, normalitas, ANOVA dan uji post hoc. Hasil pengujian menunjukkan rata-rata waktu diam pada konsentrasi 1% sebesar 16,1 menit; konsentrasi 2% sebesar 15,7 menit; konsentrasi 4% sebesar 12,2 menit; kontrol negatif sebesar 17,3 menit dan kontrol positif menggunakan reed diffuser bunga kenanga komersial sebesar 11,6 menit. Berdasarkan hasil tersebut, peningkatan konsentrasi minyak atsiri berpengaruh terhadap percepatan efek relaksasi yang ditandai dengan penurunan waktu diam. Konsentrasi 4% merupakan formulasi paling optimal karena menghasilkan waktu diam paling rendah dan mendekati efektivitas kontrol positif. Penelitian selanjutnya diharapkan melakukan uji stabilitas sediaan, uji mutu minyak atsiri dan identifikasi komponen minyak atsiri menggunakan GC-MS.