Rahmi Amir
Prodi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Pare-Pare

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Treatment Seeking Behavior Pasien Demam Berdarah Dengue Di Kabupaten Enrekang Windi; Rahmi Amir
Journal of Health Educational Science And Technology Vol. 2 No. 2 (2019): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.862 KB) | DOI: 10.25139/htc.v2i2.2019

Abstract

ABSTRAK Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang cenderung semakin luas penyebarannya, sejalan dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk. Penyakit ini ditemukan nyaris diseluruh belahan dunia terutama di negara tropis dan substopis yang secara endemik berkaitan dengan datangnya musim penghujan. Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Enrekang mencatat hingga Februari 2019, 64 orang yang terserang penyakit DBD. Jumlah itu sudah hampir menyamai jumlah total warga yang menderita DBD pada tahun 2018 lalu yang mencapai 96 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan, sikap dan tindakan terhadap treatment seeking behavior pasien DBD di Kabupaten Enrekang. Penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan metode penelitian kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 64 orang yang dilakukan mulai Mei s/d Agustus 2019 dengan menggunakan instrumen penelitian kuesioner dengan alpha = 0,05 dengan menggunakan uji satistik chi square. Berdasarkan hasil uji chi square diperoleh dari 3 variabel yang diuji semuanya memiliki pengaruh terhadap treatment seeking behavior (p<0,05) yaitu Pengetahuan (p=0,015), Sikap (p=0,012) dan Tindakan (p=0,033). Ada pengaruh pengetahuan, sikap dan tindakan terhadap treatment seeking behavior pasien DBD di Kabupaten Enrekang. Kata Kunci : Treatment Seeking Behavior, Demam Berdarah Dengue
HUBUNGAN KEBERADAAN BREEDING PLACE DENGA DAN RESTING PLACE DENGAN KEJADIAN DBD DI KELURAHAN KALOSI KECAMATAN ALLA Sona; Rahmi Amir; Herlina Muin
Journal of Health Educational Science And Technology Vol. 3 No. 1 (2020): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.405 KB) | DOI: 10.25139/htc.v3i1.2308

Abstract

Abstrak Keberadaan breeding place dan resting place nyamuk merupakan faktor yang mendukung untuk meningkatnya vektor penular DBD karena apabila semakin banyak breeding place menampung air yang berada di sekitar dan dalam rumah maka menjadi kesempatan untuk nyamuk bertelur dan berkembangbiak sehingga meningkatkan risiko kejadian DBD.Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang cenderung meningkat jumlah penderita serta semakin luas penyebarannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan breeding place dan resting place dengan kejadian DBD di Kelurahan Kalosi Kecamatan Alla.Jenis penelitian yang dilakukan adalah analitik observasional dengan desain penelitian case control yang diarahkan untuk menjelaskan suatu keadaan atau situasi yang dilakukan dengan cara membandingkan antara kelompok kasus dengan kelompok control. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel kasus 15 kontrol 15 responden.Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara keberadaan breeding place dengan kejadian demam berdarah dengue di Kelurahan Kalosi Kecamatan Alla dengan p value .000 sebesar (OR=21.79 CI= 8.38-56.66)ada hubungan bermakna antara keberadaan resting place dengan kejadian demam berdarah dengue di Kelurahan Kalosi Kecamatan Alla dengan p value sebesar .000 (OR=11.56, CI= 5.08-26.31) Diharapkan bagi masyarakat agar ikut serta berpartisipasi dalam upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN-DBD). Kepada petugas Puskesmas melakukan pemeriksaan jentik secara rutin 3 bulan sekali, pelaksanaan fogging dan meningkatkan promosi kesehatan kepada masyarakat tentang cara mencegah DBD dengan melaksanakan 3M. Kata Kunci : DBD, Breeding Place dan Resting Place Abstract The existence of breeding place and resting place mosquitoes is a contributing factor to the increase of the DBD vector of the snake because if more and more breeding place holds water around and inside the house then it becomes a chance for mosquitoes Spawn and breeding, thereby increasing the risk of DBD events. Dengue Fever disease (DBD) is one of the problems of public health in Indonesia that tends to increase the number of sufferers and the wider spread. This research aims to determine the relationship of breeding place and resting place with DBD events in the village Kalosi district of Alla. The type of research conducted is observational analytic with case control research design which is directed to explain a circumstance or situation that is done by comparing between case group with control group. The Instrument used in this study used a questionnaire with a case sample of 15 control 15 respondents.There is a relationship link between the existence of breeding place with dengue fever occurrence in the village of Alla subdistrict Kalosi with a P value of .000(OR=21.79 CI= 8.38-56.66) , there is a relationship between The existence of resting place with dengue fever occurrence in the village Kalosi District Alla with P value .000 (OR=11.56, CI= 5.08-26.31). Expected for the community to participate in the efforts to eradicate the Mosquito Nest Dengue fever (PSN-DBD). To the Puskesmas officers conduct routine checkups routinely 3 months, the implementation of fogging and improving health promotion to the public on how to prevent DBD by implementing 3M. Keywords: DBD, Breeding Place and Resting Place
Pengelolaan Limbah Organik Produk Komposter Dan Kondisi Sarana Sanitasi Dasar Di Rumah Makan Padang Rahmi Amir; Kasmawati; Makhrajani Majid
Journal of Health Educational Science And Technology Vol. 4 No. 1 (2021): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.893 KB) | DOI: 10.25139/htc.v4i1.3610

Abstract

Abstrak : Sampah organik adalah sampah yang berasal dari sisa mahkluk hidup yang mudah terurai secara alami tanpa proses campur tangan manusia untuk dapat terurai. Sampah organik bisa dikatakan sebagai sampah bisa di olah kembali menjadi suatu yang bermanfaat bila dikelola dengan tepat. Tetapi sampah bila tidak dikelola dengan benar akan menimbulkan penyakit dan bau yang kurang sedap hasil dari pembusukan sampah organik yang cepat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengelolaan limbah organik di Rumah Makan Padang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Peneliti mengidentifikasi melalui wawancara langsung, di mana sampel dalam penelitian ini sebanyak 1 rumah makan padang di Kota Parepare. Hasil penelitian diperoleh dari pengelolaan limbah organik di Rumah Makan Padang pada minggu pertama perubahan yang terjadi pada tekstur, aroma dan warna ialah Kasar, berbau, kecoklatan dan pada minggu ke dua menjadi remah, tidak berbau dan berwarna hitam. Kata kunci : Pengelolaan limbah, komposter, Sarana sanitasi Abstract : Organic waste is waste originating from the remains of living things that are easily biodegradable without the processof human intervention to decompose. Organic waste can be reprocessed into something useful if it is properly managed. Will cause disease and unpleasant odors as a result of the rapid dekomposition of organic waste. The purpose of this study was to determine the management of organic waste in padang restaurant. The method used in this research is desciptive qualitative. Researchers identified through direct interviews, where the sample in this study were 1 padang restaurant in the city of parepare. The results of the study were obtained from the management of organic waste in padang restaurants in the first week the changes in texture, aroma and color were coarse, smelly, brown and in the second week they became crumbly, odorless and black. Keywords : Waste Management, Composter Products, Sanitation Facilitie
Personal Hygiene dan Tingkat Pengetahuan dengan Kejadian Pediculosis Capitis di Pondok Pesantren Darud Da’wah Wal-Irsyad (DDI) Ujunglare Parepare Rahmi Amir; Usman; Diva Priandini Kunnu
Journal of Health Educational Science And Technology Vol. 6 No. 1 (2023): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.106 KB) | DOI: 10.25139/htc.v6i1.5302

Abstract

Abstrak : Kutu kepala (pediculsis capitis) merupakan penyakit yang disebabkan oleh beberapa ektoparasit obligat pemakan darah dikepala manusia. Penyakit ini masih sering dialami oleh para santri pondok pesantren karena kurangnya menjaga kebersihan diri, kebiasaan yang kurang baik serta kurangnya pengetahuan para santri untuk menjaga kesehatan menjadi salah satu penyebab dari adanya kejadian pediculusis capitis pasa santriwati. Berdasarkan isu dan permasalahan dilokasi penelitian maka dirumuskan tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara Personal Hygiene dan tingkat pengetahuan dengan kejadian pediculosis capitis di pondok pesantren Darud Da’wah Wal-irsyad (DDI) Ujunglare Parepare. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross cectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh santriwati yang berjumblah 246. Adapun jumlah sample sebanyak 71 santriwati dengan menggunakan penentuan sampel slovin dan instrument kuesioner, alat ukur dan observasi dengan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa personal hygiene dengan persentase buruk dengan nilai 66,1% dan baik 33,8% serta personal hygiene terhadap kejadian pediculosis capitis menunjukkan nilai, dengan p-value 0,037 < 0,050, yang berarti ada hubungan antara personal hygiene dengan kejadian pediculosis capitis pada santriwati di Pondok Pesantren Darud Da’wah Wal-irsyad (DDI) Ujunglare Parepare. Hubungan tingkat pengetahuan dengan kejadian pediculosis capitis menunjukkan deskripsi pengetahuan rendah 61,9%, dan tinggi 38,0% serta hubungan antara tingkat pengetahuan pediculosis capitis terhadap kejadian pediculosis capitis menunjukkan nilai p-value 0,046 < 0,050. Sehingga terdapat hubungan antara pengetahuan pediculosis capitis dengan kejadian pediculosis capitis di Pondok Pesantren Darud Da’wah Wal-irsyad (DDI) Ujunglare Parepare. Kata kunci: Pediculosis capitis; personal hygiene, tingkat pengetahuan Abstrack : Head louse (pediculsis capitis) is a disease caused by several obligate ectoparasites that eat blood on the human head. This disease is still often experienced by Islamic boarding school students due to lack of personal hygiene, bad habits and lack of knowledge of students to maintain health which is one of the causes of the occurrence of pediculus capitis on female students. Based on the issues and problems at the research location, the purpose of this study was formulated, namely to find out whether there was a relationship between Personal Hygiene and level of knowledge with the incidence of pediculosis capitis at Darud Da'wah Wal-irsyad Islamic Boarding School (DDI) Ujunglare Parepare. The research method used is quantitative research with a cross-sectional approach. The population in this study were all 246 female students. The total sample was 71 female students using slovin sampling and questionnaire instruments, measurement tools and observations with univariate and bivariate analysis. The results of this study indicate that personal hygiene with a bad percentage with a value of 66.1% and good 33.8% and personal hygiene for the incidence of pediculosis capitis show value, with a p-value of 0.037 <0.050, which means there is a relationship between personal hygiene and the incidence of pediculosis capitis on female students at the Darud Da'wah Wal-irsyad Islamic Boarding School (DDI) Ujunglare Parepare. The relationship between the level of knowledge and the incidence of pediculosis capitis shows a low knowledge description of 61.9% and a high of 38.0% and the relationship between the level of knowledge of pediculosis capitis and the incidence of pediculosis capitis shows a p-value of 0.046 <0.050. So that there is a relationship between knowledge of pediculosis capitis and the incidence of pediculosis capitis at Darud Da'wah Wal-irsyad Islamic Boarding School (DDI) Ujunglare Parepare. Keywords: Pediculosis capitis; personal hygiene, level of knowledge