Herlina Muin
Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Pare Pare Sulawesi Selatan

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN KEBERADAAN BREEDING PLACE DENGA DAN RESTING PLACE DENGAN KEJADIAN DBD DI KELURAHAN KALOSI KECAMATAN ALLA Sona; Rahmi Amir; Herlina Muin
Journal of Health Educational Science And Technology Vol. 3 No. 1 (2020): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.405 KB) | DOI: 10.25139/htc.v3i1.2308

Abstract

Abstrak Keberadaan breeding place dan resting place nyamuk merupakan faktor yang mendukung untuk meningkatnya vektor penular DBD karena apabila semakin banyak breeding place menampung air yang berada di sekitar dan dalam rumah maka menjadi kesempatan untuk nyamuk bertelur dan berkembangbiak sehingga meningkatkan risiko kejadian DBD.Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang cenderung meningkat jumlah penderita serta semakin luas penyebarannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan breeding place dan resting place dengan kejadian DBD di Kelurahan Kalosi Kecamatan Alla.Jenis penelitian yang dilakukan adalah analitik observasional dengan desain penelitian case control yang diarahkan untuk menjelaskan suatu keadaan atau situasi yang dilakukan dengan cara membandingkan antara kelompok kasus dengan kelompok control. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel kasus 15 kontrol 15 responden.Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara keberadaan breeding place dengan kejadian demam berdarah dengue di Kelurahan Kalosi Kecamatan Alla dengan p value .000 sebesar (OR=21.79 CI= 8.38-56.66)ada hubungan bermakna antara keberadaan resting place dengan kejadian demam berdarah dengue di Kelurahan Kalosi Kecamatan Alla dengan p value sebesar .000 (OR=11.56, CI= 5.08-26.31) Diharapkan bagi masyarakat agar ikut serta berpartisipasi dalam upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN-DBD). Kepada petugas Puskesmas melakukan pemeriksaan jentik secara rutin 3 bulan sekali, pelaksanaan fogging dan meningkatkan promosi kesehatan kepada masyarakat tentang cara mencegah DBD dengan melaksanakan 3M. Kata Kunci : DBD, Breeding Place dan Resting Place Abstract The existence of breeding place and resting place mosquitoes is a contributing factor to the increase of the DBD vector of the snake because if more and more breeding place holds water around and inside the house then it becomes a chance for mosquitoes Spawn and breeding, thereby increasing the risk of DBD events. Dengue Fever disease (DBD) is one of the problems of public health in Indonesia that tends to increase the number of sufferers and the wider spread. This research aims to determine the relationship of breeding place and resting place with DBD events in the village Kalosi district of Alla. The type of research conducted is observational analytic with case control research design which is directed to explain a circumstance or situation that is done by comparing between case group with control group. The Instrument used in this study used a questionnaire with a case sample of 15 control 15 respondents.There is a relationship link between the existence of breeding place with dengue fever occurrence in the village of Alla subdistrict Kalosi with a P value of .000(OR=21.79 CI= 8.38-56.66) , there is a relationship between The existence of resting place with dengue fever occurrence in the village Kalosi District Alla with P value .000 (OR=11.56, CI= 5.08-26.31). Expected for the community to participate in the efforts to eradicate the Mosquito Nest Dengue fever (PSN-DBD). To the Puskesmas officers conduct routine checkups routinely 3 months, the implementation of fogging and improving health promotion to the public on how to prevent DBD by implementing 3M. Keywords: DBD, Breeding Place and Resting Place
Analisis Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pajanan Sulfur Dioksida (SO2) Pada Pekerja Ternak Ayam Petelur Di Kecamatan Bacukiki Kota Parepare Andi Winda Sari; Rahmi Amir; Herlina Muin
Journal of Health Educational Science And Technology Vol. 4 No. 2 (2021): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.421 KB) | DOI: 10.25139/htc.v4i2.4177

Abstract

Abstract: Analysis Of Environmental Health Risk Exposure Of Sulfur Dioxide (So2) In Layer Livestock Workers In Bacukiki District, Parepare City One of the chemicals found in chicken farms is SO2 gas which is colorless and has a sharp smell. The purpose of this study was to determine the risk analysis of environmental health of exposure to Sulfur Dioxide (SO2) in laying hens in the Bacukiki sub-district, Parepare City. The farm has 15,000 chickens and has been established since 1999 with 8 livestock workers. This research is a quantitative research in analytical form using the ARKL method and was carried out from June to July 2021 with a total sample of 8 people. Based on the sample, it was found that the maximum amount of SO2 in this farm was 0.2mg/m3 while the minimum amount was 0.1mg/m3. With an average amount of 0.1mg/m3. The RfC value obtained is 0.00620mg/kg/day, which means it is still within the safe quality standard value. Value of Intake Life Time and Real Time Also still meet the safe requirements. After calculating the Life Time and Real Time RQ, it is found that the Life Time RQ <1 calculation means it is risky so Risk Management needs to be done. The conclusion in this study is that in the Real Time calculation, all respondents are not at risk of having health problems due to SO2 exposure, while in the Life Time calculation it is found that RQ <1 which means all respondents are at risk of having health problems due to SO2 exposure. For Laying Chicken Livestock Workers, it is expected that they will be more concerned about health and special attention from the Environment Service and the Parepare City Health Office. Keywords: ARKL, SO2 exposure, laying hens Abstrak: Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pajanan Sulfur Dioksida (So2) Pada Pekerja Ternak Ayam Petelur Di Kecamatan Bacukiki Kota Parepare. Salah satu bahan kimia yang ada di peternakan ayam adalah gas SO2 yang memiliki karakteristik tidak berwarna dan berbau tajam. Tujuan pada penelitian kali ini untuk mengetahui analisis risiko Kesehatan lingkungan pajanan Sulfur Dioksida (SO2) pada pekerja ternak ayam petelur yang berada di kecamatan bacukiki Kota Parepare. Peternakan tersebut memiliki ayam sebanyak 15.000 ekor dan telah berdiri sejak tahun 1999 dengan jumlah pekerja ternak sebanyak 8 orang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dalam bentuk analitik dengan menggunakan metode ARKL dan dilaksanakan dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Juli tahun 2021 dengan jumlah sampel sebanyak 8 orang. Berdasarkan sampel yang ditemukan jumlah maksimal SO2 pada peternakan ini adalah 0,2mg/m3 sedangkan jumlah minimal adalah 0,1mg/m3. Dengan jumlah rata rata 0,1mg/m3. Adapun nilai RfC yang didapat yaitu sebesar 0,00620mg/kg/hari yang berarti masih dalam nilai baku mutu yang aman. Nilai Intake Life Time dan Real Time Juga masih memenuhi syarat aman. Setelah dilakukan perhitungan RQ Life Time dan Real Time di temukan pada perhitungan Life Time RQ <1 yang berarti berisiko sehingga perlu di lakukan Manajemen Risiko. Kesimpulan pada penelitian ini adalah pada perhitungan Real Time seluruh responden tidak berisiko memiliki gangguan kesehatan akibat pajanan SO2 sedangkan pada perhitungan Life Time di temukan RQ <1 yang berarti seluruh responden berisiko memiliki gangguan Kesehatan akibat pajanan SO2. Bagi Pekerja Ternak Ayam Petelur diharapkan agar lebih peduli terhadap kesahatan serta adanya perhatian khusus dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan Kota Parepare. Kata Kunci : ARKL, Pajanan SO2, Peternakan ayam petelur
Gambaran Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Selama Pandemi Covid-19 Di Kelurahan Pangkajene Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidenreng Rappang Akmal Saleh; Rahmi Amir; Herlina Muin
Journal of Health Educational Science And Technology Vol. 4 No. 2 (2021): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.153 KB) | DOI: 10.25139/htc.v4i2.4188

Abstract

Abstract : Overview of Household Waste Management During the Covid-19 Pandemic in Pangkajene Village, Maritengngae District, Sidenreng Rappang Regency. Garbage is the remaining use of the benefits used by human needs. Human growth, which increases every year, cannot be separated from the largest contributor of waste in various regions. The purpose of this study is to find out the source of household waste, an overview of household waste management and the role of the government in handling household waste in Pangkajene Village, Maritengngae District, Sidenreng Rappang Regency. This research is a descriptive qualitative research, and uses an observational method which is carried out in the working area of ​​the Pangkajene Sidrap sub-district using an interview guide instrument. This study used 9 different informants. In this study, the sources of waste came from the daily activities of housewives and online shopping for teenagers, waste management was good using the 3R principles (reuse, reduce, and recycle), and the role of the government was also very good by distributing trash cans, providing officers and waste transport vehicles, TPS3R waste management sites, and provide TPS and TPA. Sources of waste come from the daily activities of housewives, waste management with the 3R principles (reuse, reduce, and recycle), and the government's role has been running as it should. The government must often conduct training so that the community's knowledge is more and more in managing household waste. Keywords: Waste, reuse, reduce, and recycle, government Abstrak : Gambaran Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Selama Pandemi Covid-19 Di Kelurahan Pangkajene Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidenreng Rappang. Sampah merupakan sisa pakai dari kemanfaatan yang digunakan oleh kebutuhan manusia. Pertumbuhan manusia yang setiap tahun bertambah, tidak lepas dari penyumbang sampah terbesar di berbagai daerah. Tujuan penelitian ini ntuk mengetahui sumber sampah rumah tangga, gambaran pengelolaan sampah rumah tangga dan peran pemerintah dalam penanganan sampah rumah tangga di Kelurahan Pangkajene Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, dan menggunakan metode observasional yang dilaksanakan di cakupan wilayah kerja kelurahan Pangkajene Sidrap menggunakan instrumen panduan wawancara. Penelitian ini menggunakan 9 informan yang berbeda. Dalam penelitian ini diperoleh sumber sampah berasal dari kegiatan sehari-hari ibu rumah tangga dan belanja online pada remaja, pengelolaan sampah sudah baik dengan menggunakan prinsip 3R (reuse, reduce, dan recycle), dan peran pemerintah juga sangat baik dengan membagikan tong sampah, menyediakan petugas dan kendaraan pengangkut sampah, tempat pengelolaan sampah TPS3R, dan menyediakan TPS dan TPA. Sumber sampah berasal dari kegiatan sehari-hari ibu rumah tangga, pengelolaan sampah dengan prinsip 3R (reuse, reduce, dan recycle), dan peran pemerintah sudah berjalan sebagaimana mestinya. Pemerintah harus sering melakukan pelatihan agar pengetahuan masyarakat semakin banyak dalam mengelola sampah rumah tangga. Kata kunci : Sampah, reuse, reduce, recycle, pemerintah
Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Dermatitis Pada Pekerja Pabrik Tahu Di Kecamatan Soreang Rais Rais; Rahmi Amir; Herlina Muin
Journal of Health Educational Science And Technology Vol. 5 No. 2 (2022): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.246 KB) | DOI: 10.25139/htc.v5i2.4524

Abstract

Data awal yang diperoleh di Puskesmas Cempae kota pare-pare terdapat 125 penderita, dan 23 diantaranya pekerja pabrik tahu dan belum diketahui faktor apa yang berpengaruh terhadap kejadian dermatisis (Puskesmas Cempae). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara lama kontak, penggunaan APD, dan hygiene pada pekerja pabrik tahu di Kecamatan Soreang. Sampel dalama penelitian ini adalah sebanyak 23 orang. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini adalah total sampling. Adapun waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara lama kontak (p= 0,062), dan ada hubungan antara penggunaan APD (p= 0,007), dan tidak ada hubungan antara hygiene (p= 0,552) pada pekerja pabrik tahu di Kecamatan Soreang. Disarankan Pekerja diharapkan meningkatkan kesadaran terhadap penyakit yang diderita dan juga mengenai dermatitis kontak sehingga pekerja dapat mengurangi potensi terkena dermatitis kontak. Menjaga kebersihan kulit dengan mecuci tangan yang baik dan benar. Baik dalam arti tahapan mencuci tangan dan bahan yang digunakan dalam mencuci tangan. Dan sebaiknya pekerja memakai sarung tangan latex dapat digunakan sebagai pencegahan dermatitis kontak, sarung tangan yang digunakan saat bekerja harus menutupi sepertiga distal lengan bawah agar efektif penggunaanya. Kata Kunci: Dermatitis, Pekerja, Pabrik, Tahu The initial data obtained at the Cempae Health Center in Pare City were 125 patients, and 23 of them were tofu factory workers and it was not known what factors influenced the incidence of dermatosis (Cempae Health Center). The purpose of this study was to determine the relationship between length of contact, use of PPE, and cleanliness of tofu factory workers in Soreang District. The sample in this study were 23 people. The data collection technique in this research is total sampling. The time of this study was carried out from June to July 2021. The results showed that there was no relationship between length of contact (p = 0.062), and there was a relationship between the use of PPE (p = 0.007), and there was no relationship between hygiene (p = 0.552 ). ) to tofu factory workers in Soreang District. It is recommended that workers are expected to increase awareness of the disease they suffer from and also contact dermatitis so that workers can reduce the potential for contact dermatitis. Keep your skin clean by washing your hands properly and properly. Both in hand washing events and materials used in hand washing. And workers should wear latex gloves can be used as contact dermatitis prevention, gloves used when working must be for one third of the forearm to be effective.Keywords: Dermatitis, Workers, Factory, Tofu