Rona Irbah Najiba
universitas negeri semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Motif Wastra Warna Alam Cakra Manggilingan: Representasi 11 Siklus Kehidupan Manusia Rona Irbah Najiba; Muh Fakhrihun Naam
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2026): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v8i2.823

Abstract

Wastra tenun ikat merupakan salah satu bentuk ekspresi budaya masyarakat Indonesia yang sarat akan nilai simbolik, filosofis, dan kultural. Wastra Cakramanggilingan menjadi salah satu bentuk inovasi tenun ikat warna alam yang diciptakan oleh Omah Petrok sebagai bagian dari upaya pelestarian Wastra Nusantara dan reinterpretasi motif tradisional dalam medium tekstil kontemporer. Motif yang digunakan dalam rangkaian seri Wastra Cakramanggilingan lahir dari proses interpretasi dan transformasi berbagai elemen konstektual yang terdapat dalam kehidupan manusia sehingga mencerminkan makna simbolik yang mendalam terkait proses kehidupan filosofis dan kultural manusia.  Dalam falsafah Jawa, Cakramanggilingan merupakan ideologi atau simbol siklus kehidupan yang terus berputar: lahir, hidup, mati dan kembali. Dalam proses pewarnaannya, Omah Petrok menggunakan pewarna alam yang berasal dari sumber warna alam lokal Jepara. Untuk memahami makna yang terkandung pada setiap motif yang digunakan pada wastra Cakramanggilingan, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi. Penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam untuk menggali makna motif Wastra Cakramanggilingan sebagai representasi 11 tahapan kehidupan manusia.