p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal RUMI
Adi Liangga Putra
Pendidikan Keagamaan Buddha Institut Nalanda

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Fenomenologi Upasika Buddhis Dalam Mengikuti Latihan Atthasilani di Wisma Vippasana Kusalacitta Bekasi Adi Liangga Putra; Okto Susanto; Lim Tung Kong; Pirno; Andreas Agus; Majaputera Karniawan
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2026): RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) (April)
Publisher : RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the limitations of studies that in-depth reveal the subjective experiences of lay Buddhists, especially upāsikā, in participating in Atthasilani training. Most previous studies have emphasized the normative aspects and general benefits of religious practice, leaving gaps in understanding the meaning of individual experiences. This study aims to describe subjective experiences and identify the motives behind upāsikā's participation in Atthasilani training. The study used a qualitative approach with a phenomenological method referring to the thinking of Alfred Schutz, through interviews, observation, and documentation techniques with participants at Wisma Vipassana Kusalacitta Bekasi. The results show that the motives for participation are diverse, including the desire to deepen the teachings, self-development, the search for inner peace, and the use of free time. The experiences experienced by participants occurred gradually, starting from unfamiliarity, then a process of adaptation, until reaching a deeper spiritual meaning. Practically, the research results can form the basis for developing more contextual spiritual development programs. The limitations of this study lie in the limited number of participants and locations, so further research with a wider scope is needed
Transformasi Makna Kesenian Barongsai Dalam Kehidupan Budaya Umat Buddha Di Vihara Dharma Ratna Klungkung Adi Liangga Putra; Lauw Acep; Jo Priastana
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2026): RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) (Agustus)
Publisher : RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenian barongsai mengalami transformasi fungsi dari ranah sakral menuju ruang publik, seiring pergeseran orientasi dari ritual keagamaan ke arah hiburan dan olahraga prestasi, termasuk pengakuan barongsai sebagai cabang olahraga resmi oleh KONI, termasuk di Vihara Dharma Ratna Klungkung. Penelitian ini bertujuan memahami transformasi makna barongsai dari ranah sakral menuju ruang publik dalam kehidupan umat Buddha di vihara tersebut. Penelitian kualitatif jenis mini etnografi ini melibatkan delapan informan melalui purposive sampling, dengan data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara tematik, naratif, dan bingkai. Hasil menunjukkan barongsai berfungsi sebagai media pewarisan budaya Tionghoa, mendorong pergeseran ritual menuju prestasi tanpa menghilangkan nilai tradisional, serta ditemukan negosiasi kesakralan melalui pemisahan barongsai sakral dan profan disertai pemberkatan, dan pemaknaan sebagai ruang aktualisasi nilai Dhamma (viriya, khanti, sati) serta jembatan multikultural masyarakat Klungkung. Transformasi ini berlangsung melalui negosiasi selektif, bukan pergeseran linear, sehingga kesakralannya tetap terjaga. Penelitian merekomendasikan pengurus vihara mempertahankan pemisahan barongsai sakral-profan dan mendokumentasikan sejarahnya, pelatih menyeimbangkan aspek teknis-estetis-spiritual, serta penelitian lanjutan menggunakan pendekatan longitudinal dan komparatif antarvihara.