This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Iwan Ramdan
Universitas Mulawarman

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kontaminasi Mikrobiologis Air Minum Berdasarkan Pemeriksaan Laboratorium sebagai Faktor Risiko Stunting pada Balita: Studi Kasus-Kontrol di Kota Samarinda Kamil Kamil; Iwan Ramdan; Henny Pagoray; Krispinus Duma; Esti Handayani Hardi; Ratih Wirapuspita Wisnuwardani; Daniel Tarigan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.63067

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia yang dipengaruhi oleh berbagai determinan,termasuk kualitas mikrobiologi air minum. Kontaminasi Escherichia coli dan total coliform berpotensi meningkatkan risiko infeksi enterik yang mengganggu penyerapan zat gizi dan pertumbuhan linier balita, namun penelitian berbasis data laboratorium mengenai hal ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kontaminasi mikrobiologis air minum dan kejadian stunting pada balita di Kota Samarinda. Desain case-control digunakan pada 238 balita (119 kasus, 119 kontrol) yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui data sekunder, kuesioner, serta pemeriksaan laboratorium Escherichia coli dan total coliform pada air minum rumah tangga menggunakan metode MPN, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik biner.Analisis bivariat menunjukkan Escherichia coli dan total coliform berhubungan secara signifikan dengan stunting (p < 0,001). Namun, analisis multivariat menunjukkan hanya total coliform yang menjadi faktor risiko independen (AOR = 10,12; 95% CI: 5,15–19,91; p < 0,001), sedangkan Escherichia coli tidak lagi signifikan (AOR = 2,25; 95% CI: 0,59–8,67; p = 0,238). Kontaminasi total coliform pada air minum merupakan faktor risiko independen stunting pada balita di Kota Samarinda, sehingga pengawasan kualitas mikrobiologis air minum perlu diperkuat sebagai bagian dari strategi pencegahan stunting berbasis kesehatan lingkungan.