Abstrak Latar Belakang: Infark Miokard Elevasi Segmen ST (STEMI) merupakan kegawatdaruratan yang membutuhkan reperfusi segera. Proses informed consent dapat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tertundanya tindakan intervensi koroner perkutan primer (Primary PCI). Video edukasi pra-tindakan yang berpotensi mempercepat proses pemahaman dan pengambilan keputusan. Tujuan: Menganalisis efektivitas video edukasi pra-tindakan terhadap lama waktu pemberian informed consent pada keluarga pasien STEMI yang menjalani Primary PCI di UGD RSUP Makassar. Metode: Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen post-test only control group . Sampel terdiri dari 60 keluarga pasien STEMI yang dibagi menjadi kelompok video (n=30) dan perawatan standar (n=30) dengan konsekutif sampling . Kelompok intervensi memperoleh video edukasi berdurasi 3 menit 34 detik, sedangkan kelompok standar memperoleh edukasi lisan. Durasi informed consent diukur sejak edukasi dimulai hingga persetujuan ditandatangani. Analisis menggunakan uji Mann–Whitney U dengan p<0,05. Hasil: Rata-rata durasi video kelompok informed consent adalah 0,99 ± 1,06 menit, sedangkan kelompok standar 13,26 ± 7,53 menit, dengan selisih 12,27 menit dan perbedaan bermakna (p<0,001). Kesimpulan: Video edukasi pra-tindakan efektif memperpendek durasi informed consent dan berpotensi mendukung percepatan alur pelayanan PCI Primer. Kata kunci: STEMI; video edukasi; persetujuan berdasarkan informasi ; PCI primer; Intervensi Koroner Perkutan Abstrak Latar Belakang: Infark miokard elevasi segmen ST (STEMI) adalah keadaan darurat medis yang membutuhkan reperfusi segera. Proses persetujuan informed consent dapat berkontribusi pada keterlambatan pelaksanaan intervensi koroner perkutan primer (Primary PCI). Video edukasi pra-prosedur berpotensi mempercepat proses pemahaman dan pengambilan keputusan. Tujuan: Menganalisis efektivitas video edukasi pra-prosedur terhadap durasi proses informed consent untuk keluarga pasien STEMI yang menjalani Primary PCI di Unit Gawat Darurat RSUP Makassar. Metode: Studi ini menggunakan desain quasi-eksperimental, post-test-only control group. Sampel terdiri dari 60 keluarga pasien STEMI, dibagi menjadi kelompok video (n=30) dan kelompok perawatan standar (n=30) menggunakan pengambilan sampel berurutan. Kelompok intervensi menerima video edukasi selama 3 menit 34 detik, sedangkan kelompok standar menerima edukasi verbal. Durasi proses informed consent diukur dari awal edukasi hingga formulir persetujuan ditandatangani. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U (p<0,05). Hasil: Durasi rata-rata proses persetujuan informed consent adalah 0,99 ± 1,06 menit untuk kelompok video dan 13,26 ± 7,53 menit untuk kelompok standar, yang menunjukkan perbedaan 12,27 menit yang signifikan secara statistik (p<0,001). Kesimpulan: Video edukasi pra-prosedur efektif dalam mempersingkat durasi proses persetujuan informed consent dan berpotensi untuk mempercepat alur kerja perawatan Primary PCI. Kata kunci: STEMI; video edukasi; informed consent; PCI primer; Intervensi Koroner Perkutan