Film tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga menjadi media yang membangun dan menyampaikan makna sosial dan budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi perempuan Bali dalam film Komang karya Naya Anindita menggunakan teori representasi Stuart Hall. Penelitian berfokus pada dua aspek, yaitu representasi nilai budaya serta relasi sosial dan posisi perempuan Bali. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh melalui pengamatan sistematis terhadap adegan, dialog, ekspresi, interaksi antartokoh, kostum, latar, dan unsur visual film, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, artikel, dan penelitian terdahulu yang relevan. Data direduksi dan dikelompokkan sesuai fokus penelitian, kemudian diinterpretasikan menggunakan konsep representasi Stuart Hall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Komang merepresentasikan perempuan Bali sebagai sosok yang memiliki keterikatan kuat dengan nilai budaya, tradisi, dan adat yang telah menjadi bagian dari identitas sejak kecil. Budaya tidak hanya ditampilkan sebagai latar visual, tetapi juga sebagai praktik sehari-hari dan sistem nilai yang memengaruhi relasi keluarga serta keputusan penting dalam kehidupan. Pada saat yang sama, film memberikan ruang bagi perempuan untuk menyampaikan pendapat dan menentukan pilihan hidup, meskipun ruang tersebut terus dinegosiasikan dengan harapan keluarga dan nilai budaya. Dengan demikian, film Komang memperlihatkan hubungan dinamis antara identitas budaya, relasi sosial, dan kehendak pribadi perempuan Bali.