Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Audit Delay pada Perusahaan LQ 45 yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Muammar Khaddafi; Asmaul Husna; Arliansyah
Jurnal EMT KITA Vol 6 No 1 (2022): JANUARY-JUNE 2022
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET) - Lembaga KITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/emt.v6i1.540

Abstract

The purpose of this research is to analyze the impact of the Size of the company, firm Age, Auditor Opinion, business Income, and Auditor Quality of the Audit Delay companies listed in the Indonesia Stock Exchange partially and simultaneously. The population in this research were LQ 45 Companies listed on the Stock Exchange in the year 2010-2013 as many as 19 companies were taken by purposive sampling. The analysis method used in this study is method documentation secondary data taken through www.idx.co.id and analyzed using multiple linear regression. The results showed the Lq 45 Companies listed in Indonesia Stock Exchange in 2010-2013 that Company Size has no significant influence on Audit Delay, The Age of the company has no significant influence on the Audit Delay, Auditor Opinion has no significant influence on the Audit Delay, Business Income has no significant influence to the Audit Delay, Audit Quality has no significant influence to the Audit Delay, and Size of the company, Firm Age, Auditor Opinion, the Business Income and Auditor Quality has no significant jointly with Audit Delay.
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA ARSITEKTUR RUMOH ACEH Eri Saputra; Rinaldi Mirsa; Puji Dama Yanti; Wulandari Wulandari; Asmaul Husna
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.035 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4751

Abstract

Konsep matematika digunakan untuk mengimplementasikan pembelajaran matematika dalam budaya khususnya pada kebudayaan Rumoh Aceh. Seiring perkembangan zaman, kebudayaan semakin terlupakan khususnya pada rancang bangun Rumoh Aceh yang memiliki makna dan filosofinya tersendiri. Sebagian besar masyarakat sering tidak menyadari bahwa mereka telah menerapkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Mereka memandang bahwa matematika hanyalah suatu mata pelajaran yang cuma dipelajari di bangku sekolah saja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengimplementasikan etnomatematika yang terdapat di Rumoh Aceh pada pembelajaran matematika. Data yang diperoleh berupa data kualitatif dan pendekatan etnografi, sedangkan sumber diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Alat bantu yang digunakan berupa pedoman wawancara, hasil observasi, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu analisis data selama dilapangan dan setelah data terkumpul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Bagian Rumoh Aceh memiliki makna dan filosofinya tersendiri terkait dengan kehidupan masyarakat baik hubungan dengan manusia maupun sang pencipta. 2) Konsep matematika pada Rumoh Aceh dilihat dari etnomatematika dapat ditemukan pada Rumoh Aceh yaitu bangun datar, bangun ruang, dan geometri dimensi satu (garis dan sudut), 3) Keterkaitan dengan etnomatematika pada Rumoh Aceh yaitu mengukur, rancang bangun, dan beberapa pembelajaran matematika serta implementasi pembelajarannya. AbstractThe concept of mathematics is used to implement mathematics learning in culture, especially in Rumoh Aceh. Over time, this culture is in danger of extinction especially in the design of Rumoh Aceh that has its own meaning and philosophy. Most people often do not realize that they have applied mathematical concepts in everyday life. They view mathematics as a subject that is only learned in school. This study aims to describe and implement ethnomathematics in Rumoh Aceh in learning mathematics. The data obtained were qualitative and an ethnographic approach data obtained from observations, interviews, and documentation. The research tools used include interview guidelines, observation and documentation results. Data analysis in this study was carried out in two stages: data analysis during the research in the field and after the data was collected. The results of the study show that: 1) The Rumoh Aceh has its own meaning and philosophy related to people's lives, both relationships with humans and God. 2) Mathematical concepts in Rumoh Aceh seen from ethnomathematics are flat shapes, space shapes, and one-dimensional geometry (lines and angles), 3) The relationship with ethnomathematics found in Rumoh Aceh is in measuring, designing, and some mathematics lessons and implementation of learning
IDENTIFICATION OF PRODUCTION COSTS IN TEMPE UD MAWAR SARI AGROINDUSTRY IN UTEUN BAYI VILLAGE BANDA SAKTI SUB-DISTRICT LHOKSEUMAWE CITY Irada Sinta; Asmaul Husna; Rico Nur Ilham
Jurnal Ekonomi Vol. 12 No. 01 (2023): Jurnal Ekonomi, 2023 Periode Januari - Maret
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to see the effect of identification of production costs in Tempe Agroindustry UD Mawar Sari in Uteun Bayi Village, Banda Sakti District, Lhokseumawe City. The data analysis method used in this Field Work Practice is a quantitative descriptive method, namely analyzing and describing data on business operational activities, especially those related to production costs, namely raw material costs, labor costs and overhead costs at Tempe Agro-industry UD Mawar Sari. This study uses primary and secondary data types. The results showed that in the tempe production process at the Tempe Agro-industry UD Mawar Sari the results of the identification of production costs were Rp. 420,775,433.3 which was obtained from raw material costs of Rp. 342,060,000, - labor costs of Rp. 31,559,200 ,-,
PERSEPSI DIRI PENGGUNA PRODUK KECANTIKAN DI KOTA LHOKSEUMAWE reka sudirman; Awaludin Arifin; Asmaul Husna
Jurnal Jurnalisme Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jj.v12i1.11331

Abstract

Kajian ini didasari oleh maha karya menggunakan produk kecantikan dengan bermacam merek di Kota Lhoseumawe. Perempuan sebagai objek (pengguna) dari produk kecantikan tersebut sering merasa ambigu dalam memahami bagaimana memandang dirinya sendiri melalui kajian persepsi ini dapat diketahui bahwa terbentuknya persepsi diri seorang perempuan pengguna produk kecantikan dibentuk oleh dua hal, yaitu : internal dan eksternal. Penulis tertarik untuk meneliti bagaimanakah Persepsi Diri Pengguna Produk Kecantikan Di Kota Lhokseumawe, karena adanya permasalahan yang banyak dialami oleh perempuan dalam hal kecantikan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode survei untuk pengambilan data dan metode analisis deskriptif sebagai analisis data. Pengambilan data dilakukan pada Juli hingga Agustus 2022. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 7 orang wanita yang dipilih sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kecantikan fisik, yang paling dianggap penting dalam kecantikan adalah alis mata, warna bibir, pantat, tubuh yang langsing dan tekstur kulit yang halus. Pada bagian non fisik, hal yang dianggap paling penting dalam kecantikan adalah memiliki tanggung jawab, berpikiran maju, suka menolong, memiliki sopan santun, berjiwa besar dan mematuhi norma dengan baik. Hasil ini menunjukkan bahwa kecantikan yang sesungguhnya adalah perpaduan antara kecantikan fisik dan kecantikan non fisik yang menghasilkan total beauty dan sesuai dengan stereotype yang berlaku kini.
Strategi Komunikasi Promosi Untuk Optimalisasi Zakat di Gampong Lingkungan Universitas Malikussaleh Bersama Baitul Mal Kota Lhokseumawe Kamaruddin Hasan; Muchlis Muchlis; Asmaul Husna; Masriadi Masriadi; Zahari Zahari; Safwan Safwan; Muktaruddin Muktaruddin
Jurnal Vokasi Vol 8, No 3 (2024): Jurnal Vokasi (November)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v8i3.5708

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk menjalankan penguatan strategi komunikasi promosi, sosialisasi dan penyuluhan dalam meningkatkan pengumpulan zakat dengan menganalisa berbagai faktor yang mempengaruhi minat warga Desa di Kota Lhokseumawe dalam berzakat, infaq dan sedekah. Pengabdian ini melibatkan seluruh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Gampong/Desa lingkungan Universitas Malikussaleh Khususnya Kota Lhokseumawe (Lancang Garam, Uteun Kot, Blang Pulo, dan Padang Sakti), bekerjasama atau bermitra dengan Baitul Mal Kota Lhokseumawe. Metode pengabdian dengan proses observasi berperan serta, need assesment, wawancara, focus group discustion (FGD), sosialisasi, pelatihan, monitoring evaluasi dan pendampingan. Hasil pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman, motivasi, mempengaruhi minat dan partisipatif masyarakat Kota Lhokseumawe dalam pengumpulan zakat, infaq dan sedekah serta menjadi motivasi ibadah, etos kerja dan peran pengumpul zakat di seluruh Desa Kota Lhokseumawe.
Strategi Komunikasi Kesehatan Kader Posyandu Dalam Meningkatkan Kesehatan Balita Digampong Cot Merbo Kecamatan Kutamakmur Aceh Utara Zahratul Fitri; Subhani; Asmaul Husna; Cindenia Puspasari; Zahari
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15199

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi kesehatan yang digunakan oleh kader Posyandu dalam meningkatkan kesehatan balita di Gampong Cot Merbo, Kecamatan Kutamakmur, Kabupaten Aceh Utara. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman sebagian orang tua balita terhadap informasi kesehatan yang disampaikan oleh kader, yang berdampak pada kasus penurunan berat badan dan gizi kurang pada balita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi bidan desa, kader Posyandu, serta orang tua balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kader Posyandu menerapkan strategi komunikasi persuasif dan interpersonal, serta memanfaatkan media sederhana seperti poster dan penyuluhan langsung. Namun, efektivitas penyampaian pesan masih belum optimal akibat rendahnya tingkat pendidikan orang tua, keterbatasan kemampuan komunikasi kader, serta minimnya penggunaan media komunikasi yang variatif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas komunikasi kader melalui pendekatan yang lebih interaktif dan berbasis budaya lokal agar pesan kesehatan dapat dipahami dan diterapkan secara lebih efektif oleh masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa strategi komunikasi yang tepat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program peningkatan kesehatan balita di tingkat desa.
ANALISIS FRAMING ISU SENGKETA 4 PULAU ACEH DI HARIAN SERAMBI INDONESIA Asmaul Husna; Kamaruddin Hasan; Masriadi; Awaluddin Arifin; Muhammad Fazil
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v7i1.24686

Abstract

The territorial dispute over four islands: Mangkir Gadang, Mangkir Ketek, Lipan, and Panjang between Aceh and North Sumatra in early 2025 became a national polemic highlighting issues of boundary demarcation, cultural identity, and the dynamics of central regional relations. This issue received extensive media coverage, particularly in Harian Serambi Indonesia (SI), which plays a significant role in shaping public opinion in Aceh. This study aims to analyze how Serambi Indonesia frames the dispute over the four islands by applying Robert N. Entman’s framing analysis model, which encompasses four elements: define problems, diagnose causes, make moral judgements, and treatment recommendations. This research employs a descriptive qualitative approach, focusing on news texts. The findings reveal that Serambi Indonesia framed the issue by positioning North Sumatra as the party attempting to seize the four islands located in Aceh Singkil. Furthermore, the coverage highlighted the Ministry of Home Affairs (Kemendagri) as the main actor triggering the conflict, as it unilaterally designated the four islands as part of North Sumatra. In addition, the ministry was portrayed as neglecting the protests voiced by the Acehnese government and society against the decision. Eventually, the coverage concluded with the presidential decision affirming that the four islands rightfully belong to Aceh.
KAJIAN SEMIOTIKA TERHADAP KONSTRUKSI MAKNA EMOSI DALAM LAGU “SELALU ADA DI NADIMU” PADA FILM JUMBO (2025) Cut Dara Nabila; Anismar Anismar; Muhammad Fazil; Ainol Mardhiah; Asmaul Husna
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.8362

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi makna emosional dalam lagu “Selalu Ada di Nadimu” yang menjadi bagian dari film Jumbo (2025). Lagu tersebut memiliki peran penting dalam membangun kedalaman emosional sebuah narasi film serta menciptakan keterikatan antara film dan penonton. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes yang memiliki tiga tahapan pemaknaan yaitu denotasi, konotasi dan mitos. Selain itu, penelitian ini juga didukung oleh teori emosi Robert Plutchik untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan indikator emosi yang muncul. Objek penelitian difokuskan pada lirik lagu “Selalu Ada di Nadimu” yang dianalisis sebagai sistem tanda dalam konteks visual dan naratif film Jumbo (2025). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat denotasi, lirik lagu menunjukkan pesan dukungan, doa, dan kehadiran emosional dalam menghadapi kerasnya kehidupan. Pada tingkat konotasi, lagu ini mengonstruksi makna emosional berupa ketulusan cinta, keikhlasan, harapan, serta keteguhan dalam menghadapi kehilangan dan kesedihan. Sementara itu pada tingkat mitos, lagu ini membentuk ideologi budaya tentang figur orang tua dan kasih tanpa syarat yang diberikan kepada anak mereka. Berdasarkan teori Plutchik, lagu ini memunculkan kombinasi emosi dasar seperti kesedihan, kepercayaan, kebahagiaan dan harapan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lagu “Selalu Ada di Nadimu” berfungsi sebagai sarana komunikasi yang efektif dalam membangun emosional yang mendalam pada penonton.
Analisis Pola Komunikasi Keluarga dalam Film How to Make Millions Before Grandma Dies Marsha Aulia; Zahari Zahari; Ainol Mardhiah; Cut Andyna; Asmaul Husna
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.8256

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh popularitas film How to Make Millions Before Grandma Dies yang merepresentasikan dinamika hubungan antargenerasi dalam keluarga etnis Tionghoa, sarat dengan pesan komunikasi dan konflik kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pola komunikasi keluarga yang tergambar dalam film tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes yang mencakup makna denotasi, konotasi, dan mitos. Analisis dilakukan terhadap 30 adegan yang merepresentasikan interaksi utama antar tokoh. Kerangka teori yang digunakan adalah teori pola komunikasi keluarga Fitzpatrick yang meliputi pola konsensual, pluralistik, protektif, dan laissez-faire. Data primer diperoleh melalui observasi mendalam terhadap aspek audio-visual film, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi pustaka. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 adegan, terdapat 10 adegan berpola konsensual, 8 adegan berpola protektif, 7 adegan berpola pluralistik, dan 5 adegan berpola laissez-faire. Temuan ini mengindikasikan bahwa pola komunikasi konsensual paling dominan, yang mencerminkan adanya keseimbangan antara penghormatan terhadap nilai tradisional dan keterbukaan diskusi dalam keluarga. Hasil penelitian ini penting untuk memahami representasi komunikasi keluarga dalam media film sebagai refleksi nilai sosial dan budaya.