Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA PEMERINTAHAN GAMPONG (DESA) DI WILAYAH PESISIR KOTA LHOKSEUMAWE Muhammad Fazil; Awaluddin Arifin
Jurnal Jurnalisme Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jj.v9i1.3096

Abstract

Pemerintah mendukung pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pemerintahanan dari kota sampai ke desa (gampong). Tidak terlepas dalam wilayah pesisir yang selama ini dirasakan tertinggal. Studi mengenai pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di tingkat gampong dalam wilayah pesisir kota Lhokseumae menjadi suatu hal yang perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan memberikan deskripsi dan menganalisa realisasi serta pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi pada pemerintahan gampong di wilayah pesisir kota Lhokseumawe. Fokus pada pemerintahan gampong Hagu Barat Laut Kota Lhokseumawe. Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dilakukan dalam penelitian ini pada pemerintahan gampong di wilayah pesisir Kota Lhokseumawe, dimana penentuan informan penelitian dilakukan secara purposive sampling dan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian mendapati bahwa realisasi dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi pada pemerintahan gampong di wilayah pesisir kota Lhokseumawe telah mengalami beberapa perubahan dengan kehadiran teknologi komputer dan internet. Pemanfaatan aplikasi Microsoft office berfungsi sebagai pusat pengolahan, penyimpanan dan percetakan. Peningkatan produktivitas dan kecepatan dalam mengolah dokumen, surat menyurat dan laporan serta membagikannya kepada seluruh stakeholder dengan cepat (realtime). Selanjutnya pemanfaatan internet telah meningkatkan kualitas dan konsistensi hasil, memudahkan dalam mengedit, mengolah data, menghemat tenaga, dan sangat dipermudah pada administrasi perkantoran. Terutama dalam penerapan aplikasi e-Planning dan aplikasi Sistem Keuangan Desa (SisKeuDes).
Penguatan Manajemen Sumber Daya Manusia Kelompok Wanita Tani (KWT) Barokah melalui Pelatihan Dasar Organisasi Abdullah Akhyar Nasution; Iromi Ilham; Ibrahim Chalid; Richa Meliza; Ade Ikhsan Kamil; Awaluddin Arifin
Jurnal Solusi Masyarakat (JSM) Vol 1, No 1 (2023): Pembangunan Masyarakat
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jsm.v1i1.11949

Abstract

The community service activity raised the title "Strengthening Human Resource Management of Barokah Women Farmer Group through Organizational Basic Training". The purpose of implementation is to increase the capacity of human resources in terms of management and governance of farmer groups to build a commitment to running the organization. During the pandemic, a group of women from Paloh Lada Village faced economic problems so they took the initiative to form a farmer group. They jointly explore their potential and then turn it into business opportunities, especially in the agricultural sector. However, along the way, this group was faced with various problems, one of which was organizational stagnation caused by the lack of human resource capacity in terms of organizational management and governance. For this reason, this service activity is carried out to provide a solution to this problem, namely by providing basic organizational training and motivating to continue to run the wheels of the organization together.
Medsos Sehat: Edukasi Literasi Digital bagi Komunitas Karang Taruna Gampong Blang Pulo Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe Subhani Subhani; Rizki Yunanda; M. Nazaruddin; Teuku Zulkarnaen; Anismar Anismar; Awaluddin Arifin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.22685

Abstract

ABSTRAK Media sosial telah menjadi ruang utama generasi muda dalam berinteraksi, memperoleh informasi, dan mengekspresikan diri. Namun, penetrasi teknologi ini sering tidak diiringi literasi digital yang memadai. Hoaks, ujaran kebencian, pelanggaran etika, serta rendahnya kesadaran privasi masih menjadi masalah serius di tingkat komunitas. Artikel ini memaparkan hasil program pengabdian masyarakat berupa edukasi literasi digital bertajuk “Medsos Sehat” bagi pemuda Karang Taruna di Gampong Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Metode yang digunakan mencakup ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi cek fakta, workshop pembuatan konten digital, serta evaluasi pre–post test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta memilah informasi benar dan palsu, peningkatan kepercayaan diri dalam memproduksi konten positif, serta kesadaran etika digital yang lebih baik. Dampak jangka panjang terlihat dari terbentuknya komunitas Medsos Sehat yang secara aktif mengelola akun media sosial Karang Taruna sebagai sarana edukasi publik. Program ini menghasilkan modul literasi digital, konten kampanye anti-hoaks, publikasi di media, serta MoU dengan gampong untuk keberlanjutan kegiatan. Artikel ini menyimpulkan bahwa literasi digital berbasis komunitas merupakan strategi efektif untuk membangun ekosistem digital sehat di tingkat lokal, dan merekomendasikan replikasi model ini ke gampong pesisir lainnya di Aceh. Kata Kunci: Literasi Digital, Karang Taruna, Media Sosial, Edukasi, Pengabdian.  ABSTRACT Social media has become the main space for the younger generation to interact, obtain information, and express themselves. However, the penetration of this technology is often not accompanied by adequate digital literacy. Hoaxes, hate speech, ethical violations, and low privacy awareness are still serious problems at the community level. This article describes the results of a community service program in the form of digital literacy education entitled "Healthy Social Media" for youth of Karang Taruna in Gampong Blang Pulo, Muara Satu District, Lhokseumawe City. The methods used include interactive lectures, group discussions, fact-checking simulations, digital content creation workshops, and pre-post test evaluations. The results showed a significant increase in participants' ability to sort out true and false information, increased confidence in producing positive content, and better awareness of digital ethics. The long-term impact can be seen from the formation of the Healthy Social Media community which actively manages Karang Taruna's social media accounts as a means of public education. This program produces digital literacy modules, anti-hoax campaign content, publications in the media, and MoU with gampong for the sustainability of activities. This article concludes that community-based digital literacy is an effective strategy for building a healthy digital ecosystem at the local level, and recommends replicating this model to other coastal gampongs in Aceh. Keywords: Digital Literacy, Youth Organization, Social Media, Education, Service.
ANALISIS FRAMING ISU SENGKETA 4 PULAU ACEH DI HARIAN SERAMBI INDONESIA Asmaul Husna; Kamaruddin Hasan; Masriadi; Awaluddin Arifin; Muhammad Fazil
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v7i1.24686

Abstract

The territorial dispute over four islands: Mangkir Gadang, Mangkir Ketek, Lipan, and Panjang between Aceh and North Sumatra in early 2025 became a national polemic highlighting issues of boundary demarcation, cultural identity, and the dynamics of central regional relations. This issue received extensive media coverage, particularly in Harian Serambi Indonesia (SI), which plays a significant role in shaping public opinion in Aceh. This study aims to analyze how Serambi Indonesia frames the dispute over the four islands by applying Robert N. Entman’s framing analysis model, which encompasses four elements: define problems, diagnose causes, make moral judgements, and treatment recommendations. This research employs a descriptive qualitative approach, focusing on news texts. The findings reveal that Serambi Indonesia framed the issue by positioning North Sumatra as the party attempting to seize the four islands located in Aceh Singkil. Furthermore, the coverage highlighted the Ministry of Home Affairs (Kemendagri) as the main actor triggering the conflict, as it unilaterally designated the four islands as part of North Sumatra. In addition, the ministry was portrayed as neglecting the protests voiced by the Acehnese government and society against the decision. Eventually, the coverage concluded with the presidential decision affirming that the four islands rightfully belong to Aceh.