Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implikasi Mahar Terhutang Perspektif Hukum Islam Shiam Mita Inayah; Eko Hidayat; Ahmad Fauzan
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Oktober - Desember 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jsmd.v4i3.1118

Abstract

Mahar memiliki peran yang penting dalam perkawinan Islam karena melambangkan kemuliaan dan martabat seorang wanita yang akan menikah. Permasalahan muncul akibat ketidakjelasan kesepakatan antara hantaran lamaran dan mahar akad, yang menyebabkan sebagian mahar ditangguhkan menjadi terhutang, sementara wali dari pihak wanita melarang mempelai pria menggauli mempelai wanita hingga mahar terutang dilunasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan studi lapangan, observasi, dan wawancara dengan kedua mempelai serta wali, didukung kajian pustaka terkait hukum keluarga Islam, mahar, dan praktik mahar terhutang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akad nikah tetap sah meskipun mahar ditangguhkan, dan larangan wali bersifat etika sosial, bukan kewajiban syar’i. Perbedaan tafsir mengenai status hantaran lamaran menimbulkan konflik keluarga, yang dapat diatasi dengan komunikasi yang jelas, pencatatan kesepakatan, dan persetujuan mempelai perempuan.