Binti Yunariah
Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Smartphone Addiction Dengan Terjadinya Insomnia Pada Remaja Di SMK Taruna Jaya Prawira Tuban Di’ana Safitri; Binti Yunariah; Roudlotul Jannah; Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2390

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan smartphone secara global mencapai 90% populasi dunia dan Indonesia pringkat ke 8 dengan durasi penggunaan hampir 5 jam setiap harinya Penggunaan smartphone berlebihan menjelang tidur bisa memicu terhambatnya produksi hormon melatonin yang menyebabkan terjadinya insomnia karena kebiasaan menunda tidur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat terjadinya smartphone addiction dan insomnia, serta menganalisis hubungan smartphone addiction dengan terjadinya insomnia pada remaja SMK Taruna Jaya Prawira Tuban Kelas X jurusan Teknik Pemesinan. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross-sectional dengan populasi penelitian 266 remaja, dengan teknik purposive sampling sampel yang diambil berjumlah 160 remaja laki-laki, dengan kuesioner melalui Google Form. Uji statistik yang digunakan adalah Spearman Rank. Hasil : Hasil penelitian menunjukan mayoritas remaja (91%) berada dalam kategori smartphone adaptif/normal, sedangkan (6%) lainya mengalami maladaptif berat. Ditinjau dari kualitas tidur (45%) remaja mengalami insomnia ringan. Berdasarkan hasil analisis Spearman Rank, diperoleh nilai p < 0,001$ dengan koefisien korelasi sebesar 0,343. Hal ini membuktikan adanya hubungan positif yang signifikan antara ketergantungan smartphone dan tingkat kejadian insomnia. Simpulan : Semakin tinggi penggunaan smartphone maka semakin tinggi terjadinya insomnia. Penggunaan smartphone berpengaruh terhadap tidur dan bisa menganggu aktivitas. Rekomendasi yang dapat di lakukan dengan mengurangi frekuensi penggunaan smartphone menjelang tidur maka akan mengurangi masalah tidur.
Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Makanan Lansia Hipertensi Di Puskesmas Wire Irvandi Bagus Firmansyah; Teresia Retna Puspita Dewi; Yasin Wahyurianto; Binti Yunariah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2425

Abstract

Hipertensi pada lansia merupakan masalah kesehatan yang banyak dijumpai dan salah satu faktor penting dalam pengendaliannya adalah kualitas makanan. Kualitas makanan lansia tidak terlepas dari peran dan dukungan keluarga, terutama dalam pemilihan, penyediaan, dan pengaturan pola makan sehari-hari. Kurangnya dukungan keluarga dapat berdampak pada pola makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan lansia hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas makanan pada lansia hipertensi di Puskesmas Wire. Desain penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini berjumlah 98 lansia hipertensi, dengan teknik total sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah dukungan keluarga dan variabel dependen kualitas makanan lansia hipertensi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Perceived Social Support Family Scale (PSS-Fa) dan Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk menilai kualitas makanan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia hipertensi memperoleh dukungan keluarga yang baik dan memiliki kualitas makanan yang baik. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p < 0,05, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas makanan lansia hipertensi, dengan arah hubungan positif. Keadaan lansia yang mengalami perubahan fisiologis akibat penuaan menjadikan kelompok usia yang paling rentan mengalami hipertensi. Dukungan keluarga menjadi faktor yang sangat penting karena keluarga berperan dalam membantu menyediakan kualitas makanan yang baik secara konsisten. Dengan adanya dukungan keluarga yang optimal, lansia mampu mempertahankan kualitas makanan yang lebih baik sehingga risiko komplikasi hipertensi dapat diminimalkan dan kualitas hidup dapat meningkat.