Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Asuhan Keperawatan Terapi Menggambar Pada Lansia Dengan Demensia Di Panti Jompo Embun Kehidupan Bangsa Pekanbaru Nofriandi; Ifon Driposwana; Fitry Erlin; Donny Hendra
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2395

Abstract

Demensia merupakan gangguan neurokognitif yang ditandai dengan penurunan daya ingat, orientasi, dan fungsi kognitif pada lansia sehingga dapat memengaruhi kemandirian dan kualitas hidup. Terapi menggambar merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat memberikan stimulasi kognitif pada lansia dengan demensia. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan asuhan keperawatan gerontik melalui terapi menggambar pada lansia dengan demensia di Panti Jompo Embun Kehidupan Bangsa Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah studi kasus terhadap lima orang lansia yang dilakukan selama enam hari melalui tahapan proses keperawatan meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), penyusunan intervensi berdasarkan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI), implementasi, dan evaluasi. Penilaian fungsi kognitif dilakukan menggunakan Mini Mental State Examination (MMSE). Hasil menunjukkan adanya peningkatan fungsi kognitif, konsentrasi, daya ingat, komunikasi, dan partisipasi lansia setelah diberikan terapi menggambar. Terapi menggambar dapat menjadi salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk membantu meningkatkan fungsi kognitif pada lansia dengan demensia.
Analisis Pengetahuan Tentang Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Sebagai Penerapan Perilaku Hidup Bersih Daan Sehat (PHBS) Siswa Periska Agustina; Donny Hendra; Ifon Driposwana; Ulfa Hasana
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2413

Abstract

Pengetahuan mengenai Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan salah satu komponen penting dalam penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada anak usia sekolah. Pengetahuan yang baik tentang CTPS dapat membantu mencegah berbagai penyakit menular dan membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan siswa tentang Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebagai penerapan PHBS di SDN 153 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian berjumlah 140 siswa kelas IV dan V SDN 153 Pekanbaru, dengan sampel sebanyak 63 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan CTPS dan dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 11 tahun (46,0%), berjenis kelamin perempuan (52,4%), dan berasal dari kelas V (57,1%). Tingkat pengetahuan siswa tentang CTPS sebagian besar berada pada kategori cukup sebanyak 33 responden (52,4%), kategori baik sebanyak 20 responden (31,7%), dan kategori kurang sebanyak 10 responden (15,9%). Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan siswa SDN 153 Pekanbaru tentang CTPS sebagai penerapan PHBS masih didominasi kategori cukup sehingga diperlukan upaya edukasi kesehatan secara berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa.
Penerapan Posisi Orthopenic Untuk Mengatasi Ketidakefektifan Pola Napas Pada Pasien dengan Gangguan Pernapasan di Ruang Jasmin RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Ardi Fajar Mustofa Mustofa; Rizka Febtrina; Sri Yanti; Ifon Driposwana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 9 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan pernapasan seperti Tuberkulosis (TB) Paru menyebabkan kerusakan parenkim paru yang mengakibatkan pola napas tidak efektif. Intervensi nonfarmakologis berupa posisi orthopenic dapat membantu memperbaiki status respirasi pasien. Tujuan untuk mengetahui penerapan posisi orthopenic terhadap frekuensi pernapasan dan saturasi oksigen pada pasien dengan gangguan pernapasan di Ruang Jasmin RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Pada kasus ini dilakukan pada satu pasien (Ny. A, 57 tahun) dengan diagnosis TB Paru yang mengalami ketidakefektifan pola napas. Intervensi posisi orthopenic diberikan selama 3 hari berturut-turut dengan durasi 3-5 menit setiap sesi. Pengukuran frekuensi pernapasan dan saturasi oksigen dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Terjadi penurunan frekuensi pernapasan dari 28 x/menit menjadi 22 x/menit dan peningkatan saturasi oksigen dari 94% menjadi 98% selama 3 hari penerapan. Keluhan sesak napas berkurang secara bertahap dan penggunaan otot bantu napas menurun signifikan. Kesimpulan: Penerapan posisi orthopenic efektif dalam mengatasi ketidakefektifan pola napas pada pasien dengan gangguan pernapasan. Intervensi ini direkomendasikan sebagai terapi nonfarmakologis mandiri yang mudah dilakukan dan berbasis bukti ilmiah.