Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Terapi Musik Pada Pasien CKD PosĀ­t-Hemodialisis dengan Masalah Nyeri Akut di Ruangan Kenanga 1 RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Wira Maulana; Dendy Kharisna; Sri Yanti; Ulfa Hasana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 04 (2026): AGUSTUS - SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) adalah penurunan fungsi ginjal yang diukur dengan glomerulus filtrasi (LFG) kurang dari 60 ml/min/1,73 m2 selama lebih dari 3 bulan. Salah satu cara pengobatan untuk penyakit gagal ginjal kronis dengan cara hemodialisis. Prosedur HD dilakukan berulang kali sepanjang hidup pasien, sehingga menimbulkan berbagai masalah. Salah satu masalah utama adalah nyeri akibat kanulasi jarum arteriovenosa (AV) fistula maupun kondisi medis yang menyertai. Nyeri akut merupakan pengalaman sensorik atau emosional yang berkaitan dengan kerusakan jaringan actual atau fungsional, dengan onset mendadak atau lambat dan berintensitas ringan hingga berat yang berlangsung kurang dari 3 bulan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tentang hasil penerapan terapi musik dalam mengatasi nyeri akut pada pasien Post-HD. Waktu dilakukan selama 3 hari pada tanggal 1 sampai 3 Juli 2026 selama 10 menit di setiap pertemuan. Jenis pelitian ini studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan. Responden dalam penelitian sebanyak 2 orang. Instrumen penelitian menggunakan alat ukur Numerik rating Scale (NRS) dengan pengujian pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan nilai pre-test skala nyeri 6 (nyeri sedang) dan post-test skala nyeri 2 (nyeri ringan), untuk pasien 2 nilai pre-test skala nyeri 5 (nyeri sedang) dan post-test skala nyeri 2 (nyeri ringan). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terapi musik dapat menurunkan tingkat nyeri pada pasien CKD Post-HD dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan medikal bedah, serta perlu dikembangkan lebih lanjut dengan jumlah responden yang lebih banyak dan durasi intervensi yang lebih lama
Penerapan Posisi Orthopenic Untuk Mengatasi Ketidakefektifan Pola Napas Pada Pasien dengan Gangguan Pernapasan di Ruang Jasmin RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Ardi Fajar Mustofa Mustofa; Rizka Febtrina; Sri Yanti; Ifon Driposwana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 9 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan pernapasan seperti Tuberkulosis (TB) Paru menyebabkan kerusakan parenkim paru yang mengakibatkan pola napas tidak efektif. Intervensi nonfarmakologis berupa posisi orthopenic dapat membantu memperbaiki status respirasi pasien. Tujuan untuk mengetahui penerapan posisi orthopenic terhadap frekuensi pernapasan dan saturasi oksigen pada pasien dengan gangguan pernapasan di Ruang Jasmin RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Pada kasus ini dilakukan pada satu pasien (Ny. A, 57 tahun) dengan diagnosis TB Paru yang mengalami ketidakefektifan pola napas. Intervensi posisi orthopenic diberikan selama 3 hari berturut-turut dengan durasi 3-5 menit setiap sesi. Pengukuran frekuensi pernapasan dan saturasi oksigen dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Terjadi penurunan frekuensi pernapasan dari 28 x/menit menjadi 22 x/menit dan peningkatan saturasi oksigen dari 94% menjadi 98% selama 3 hari penerapan. Keluhan sesak napas berkurang secara bertahap dan penggunaan otot bantu napas menurun signifikan. Kesimpulan: Penerapan posisi orthopenic efektif dalam mengatasi ketidakefektifan pola napas pada pasien dengan gangguan pernapasan. Intervensi ini direkomendasikan sebagai terapi nonfarmakologis mandiri yang mudah dilakukan dan berbasis bukti ilmiah.