Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Dukungan Keluarga dengan Self Efficacy Penderita Stroke pada Masa Pandemi Covid-19 Angga Arfina; Nadila Savitri; Rizka Febtrina; Dendy Kharisna
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 4 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.11.4.2023.839-848

Abstract

Stroke menyebabkan defisit neurologis yang berdampak pada kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari. Self efficacy dibutuhkan penderita stroke untuk dapat beraktivitas secara optimal. Salah satu faktor meningkatkan self efficacy adanya dukungan keluarga terutama pada masa pandemi Covid-19 yang mempengaruhi kesehatan mental pasien. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan self efficacy penderita stroke pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru mulai 08 Juli - 23 Juli 2021. Jumlah responden 46 orang penderita stroke. Alat pengumpulan data kuesioner dukungan keluarga dengan nilai uji validitas 0,301 dan crobach alpha 0,628 serta self efficacy dengan cronbach alpha 0,963. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga baik 20 orang (43,5%) dengan self efficacy tinggi 31 orang (69,6%). Hasil analisis bivariat menunjukkan p value 0,002 artinya ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan self efficacy penderita stroke. Penelitian ini merekomendasikan agar perawat dapat melakukan penyuluhan kepada keluarga pasien stroke mengenai pentingnya dukungan keluarga sehingga baik secara kuantitas maupun kualitas dukungan keluarga pada pasien stroke semakin baik, dengan begitu self efficacy pada pasien stroke yang menjalani pemulihan dirumah.
Penerapan Posisi Orthopenic Untuk Mengatasi Ketidakefektifan Pola Napas Pada Pasien dengan Gangguan Pernapasan di Ruang Jasmin RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Ardi Fajar Mustofa Mustofa; Rizka Febtrina; Sri Yanti; Ifon Driposwana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 9 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan pernapasan seperti Tuberkulosis (TB) Paru menyebabkan kerusakan parenkim paru yang mengakibatkan pola napas tidak efektif. Intervensi nonfarmakologis berupa posisi orthopenic dapat membantu memperbaiki status respirasi pasien. Tujuan untuk mengetahui penerapan posisi orthopenic terhadap frekuensi pernapasan dan saturasi oksigen pada pasien dengan gangguan pernapasan di Ruang Jasmin RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Pada kasus ini dilakukan pada satu pasien (Ny. A, 57 tahun) dengan diagnosis TB Paru yang mengalami ketidakefektifan pola napas. Intervensi posisi orthopenic diberikan selama 3 hari berturut-turut dengan durasi 3-5 menit setiap sesi. Pengukuran frekuensi pernapasan dan saturasi oksigen dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Terjadi penurunan frekuensi pernapasan dari 28 x/menit menjadi 22 x/menit dan peningkatan saturasi oksigen dari 94% menjadi 98% selama 3 hari penerapan. Keluhan sesak napas berkurang secara bertahap dan penggunaan otot bantu napas menurun signifikan. Kesimpulan: Penerapan posisi orthopenic efektif dalam mengatasi ketidakefektifan pola napas pada pasien dengan gangguan pernapasan. Intervensi ini direkomendasikan sebagai terapi nonfarmakologis mandiri yang mudah dilakukan dan berbasis bukti ilmiah.