Putri Nabila Dhea Deswitasari1
Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Dalam Pencegahan Bayi Berat Badan Lahir Rendah Di Wilayah Kerja Puskesmas Wire Putri Nabila Dhea Deswitasari1; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Wahyu Tri Ningsih; Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2419

Abstract

Tingginya angka morbiditas dan mortalitas neonatal salah satunya dipicu oleh kejadian BBLR. Kasus BBLR di Kabupaten Tuban terpusat di Kecamatan Semanding sebagai wilayah dengan prevalensi tertinggi, di mana tercatat 74 kasus pada 2024 dan naik menjadi 77 kasus pada 2025. Untuk mengantisipasi masalah ini, pemahaman ibu hamil terkait potensi risiko, konsekuensi medis, dan tindakan pencegahan BBLR perlu ditingkatkan secara optimal. Pengetahuan yang baik diharapkan mampu mendorong ibu hamil menerapkan perilaku sehat selama kehamilan. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana pemahaman ibu hamil terkait upaya pencegahan kejadian BBLR di wilayah kerja Puskesmas Wire. Studi ini menerapkan pendekatan deskriptif dengan meneliti populasi yang mencakup seluruh ibu hamil trimester I dan II di wilayah kerja Puskesmas Wire, yaitu sebanyak 49 orang. Melalui teknik purposive sampling, sebanyak 49 responden ditetapkan sebagai sampel. Data dihimpun dengan instrumen kuesioner, lalu diolah menggunakan analisis deskriptif untuk menyajikan distribusi frekuensi serta persentase. Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar responden memahami tindakan pencegahan BBLR dengan sangat baik. Kelompok yang memiliki tingkat pengetahuan tinggi ini didominasi oleh individu berusia 20-35 tahun (70,5%), lulusan jenjang SMA (72,0%), serta status aktif bekerja (94,4%). Sebaliknya, responden yang memiliki pengetahuan minim relatif kecil, dimana kelompok ini ditemui pada usia 20-35 tahun (6,8%), berlatar belakang pendidikan SD dan SMP (11,8%), serta tidak memiliki pekerjaan (9,7%). Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar ibu hamil telah memiliki edukasi yang memadai terkait pencegahan BBLR. Pengetahuan yang baik diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan BBLR melalui pemenuhan gizi yang adekuat, konsumsi tablet Fe secara teratur, serta pemeriksaan kehamilan secara rutin dan berkesinambungan