Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan investigasi kontak untuk menemukan kasus secara dini. Kemampuan kader yang belum optimal dapat menghambat keberhasilan investigasi kontak. Edukasi model training-based merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan kader. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh edukasi model training-based terhadap kemampuan kader dalam investigasi kontak pasien TBC di Desa Kalipenggung. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian berjumlah 75 kader kesehatan di Desa Kalipenggung, dengan sampel 42 kader yang dipilih sesuai kriteria inklusi menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa edukasi model training-based dengan durasi 2 × 60 menit. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kemampuan kader dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil menunjukkan bahwa sebelum edukasi terdapat 14 responden (33,3%) dalam kategori kompeten dan setelah edukasi meningkat menjadi 36 responden (85,7%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan Z = -4,690 dengan p-value 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasi model training-based terhadap kemampuan kader dalam investigasi kontak pasien TBC. Edukasi model training-based efektif meningkatkan kemampuan kader dalam investigasi kontak pasien TBC dan dapat digunakan sebagai strategi pemberdayaan kader untuk mendukung keberhasilan investigasi kontak serta penemuan kasus TBC secara dini.