Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Petani Muda dalam Pengembangan Hortikultura Komoditas Cabai Rawit Elmira Syahdanabila Rozak; Rifki Muhamad Imadudin; Ferdiansyah Ferdiansyah; Dedi Djuliansah; Hendar Nuryaman
Abdimas Galuh Vol 8, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i2.24333

Abstract

Ketersediaan sumber daya manusia pertanian yang mumpuni menjadi tantangan kritis di tengah meningkatnya rata-rata usia petani Indonesia yang kini berada di atas 50 tahun. Petani muda di wilayah Cibeureum, Kota Tasikmalaya menghadapi tiga hambatan struktural utama dalam pengembangan usaha tani hortikultura cabai rawit, yaitu keterbatasan akses permodalan, lemahnya strategi pemasaran, dan belum optimalnya kelembagaan kolektif. Kegiatan penyuluhan pertanian ini bertujuan meningkatkan pemahaman petani muda tentang mekanisme akses permodalan khususnya KUR dan penyusunan RAB, memperluas wawasan diversifikasi pasar, serta mendorong terbentuknya kelembagaan kolektif melalui model pentahelix. Kegiatan dilaksanakan pada 5 Mei 2026 di Aula BPP Cibeureum dengan melibatkan 25 petani muda berusia 18–40 tahun dari tiga kecamatan di Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah penyuluhan partisipatif yang mengintegrasikan ceramah terstruktur, diskusi, dan simulasi penyusunan RAB sederhana. Efektivitas kegiatan diukur menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang dianalisis dengan formula Normalized Gain (N-Gain) Hake (1998). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dari rata-rata skor pre-test 49,04 menjadi 88,76 pada post-test, dengan rata-rata N-Gain Score 0,776 berkategori tinggi. Sebanyak 80% peserta mencapai N-Gain kategori tinggi. Kegiatan ini meletakkan fondasi bagi terbentuknya kelembagaan petani muda yang mandiri dan berdaya saing. Pendampingan lapangan lanjutan disarankan untuk memfasilitasi realisasi akses permodalan, pembentukan kelembagaan petani berbadan hukum, serta penguatan akses pemasaran.