Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang paling sering terjadi di seluruh dunia dan memiliki dampak multidimensional terhadap kesehatan penduduk yang terkena dampaknya, tidak hanya berdampak pada penyakit menular seperti diare, leptospirosis, dan malaria, tetapi juga sangat mengganggu kesinambungan layanan terkait penyakit tidak menular (PTM), termasuk diabetes dan hipertensi. Bila tidak segera tertangani akan menimbulkan komplikasi yang lebih parah. Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah mengidentifikasi prevalensi dan karakteristik penyandang hipertensi dan diabetes mellitus yang mengalami putus pengobatan akibat bencana banjir melalui skrining berbasis mahasiswa, dan mengevaluasi efektivitas keterlibatan mahasiswa dalam meningkatkan cakupan dan ketepatan deteksi dini PTM di daerah terdampak banjir. Metode pelaksanaan melalui 4 tahapan kegiatan yaitu skrining secara door to door (kunjungan rumah), pembukaan posko kesehatan di titik-titik strategis wilayah terdampak banjir, integrasi kegiatan skrining ke dalam pelayanan Posyandu, dan integrasi hasil skrining ke dalam pelayanan Integrasi Layanan Primer (ILP) di Puskesmas. Hasil yang didapatkan ditemukan kasus hipertensi dan diabetes mellitus, baik kasus lama putus obat dan kasus baru. Keseluruhan kasus hipertensi ditemukan sebanyak 124 orang dengan jumlah kasus lama berjumlah 113 orang (91,1%) dan kasus baru berjumlah 11 orang (8,9%). Sedangkan kasus diabetes mellitus ditemukan sebanyak 124 orang dengan jumlah kasus lama berjumlah 14 orang (87,5%) dan kasus baru berjumlah 2 orang (12,5%). Terjadi peningkatan mean sebesar 1,18 poin pada keterampilan dan 2,45 poin pada efektivitas yang menandakan pelatihan teknis skrining dan pembekalan pre-deployment memberikan dampak kuat terhadap peningkatan ketrampilan dan efektivitas keterlibatan mahasiswa dalam meningkatkan cakupan dan ketepatan deteksi dini dan skrining PTM. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah dengan ditemukannya kasus hipertensi dan diabetes mellitus berdasarkan hasil deteksi dini dan skrining yang dilakukan oleh mahasiswa, maka mahasiswa dapat dijadikan mitra kompeten dan diberdayakan dalam penanganan PTM khususnya hipertensi dan diabetes mellitus di daerah terdampak bencana.