Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYULUHAN PENINGKATAN KEMAMPUAN MANAJEMEN KEARSIPAN MELALUI BUDAYA 5S PADA TENAGA KEPENDIDIKAN SEKOLAH Sukaris Sukaris; Heru Baskoro; Indro Kirono; Suwarno; Alkusani
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol. 7 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v7i3.10645

Abstract

Pendidikan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kompetensi guru, tetapi juga oleh peran tenaga kependidikan dalam mendukung manajemen administrasi sekolah, masih ditemukan berbagai persoalan, seperti manajemen kearsipan yang belum tertata, pengelolaan waktu yang kurang efektif, serta rendahnya kesadaran menjaga kebersihan ruang kerja. Permasalahan ini berdampak pada menurunnya efisiensi layanan administrasi dan kenyamanan lingkungan kerja. Untuk menjawab tantangan tersebut, program pengabdian kepada masyarakat ini menerapkan budaya kerja 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) sebagai strategi peningkatan kapasitas tenaga kependidikan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui empat tahapan: (1) Focus Group Discussion (FGD) untuk mengidentifikasi permasalahan utama, (2) pelatihan dan workshop budaya 5S sebagai media transfer pengetahuan, (3) implementasi langsung di lapangan melalui penataan arsip, kebersihan ruang kerja, dan pengelolaan waktu, serta (4) evaluasi kegiatan dengan melibatkan mitra sekolah untuk mengukur keberhasilan dan partisipasi aktif. Data dikumpulkan melalui observasi, refleksi peserta, serta diskusi evaluatif, dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan signifikan dalam keterampilan tenaga kependidikan. Arsip yang sebelumnya tidak tertata kini lebih sistematis, proses pencarian dokumen lebih cepat, ruang kerja lebih bersih dan nyaman, serta disiplin kerja meningkat melalui pembiasaan prinsip 5S. Partisipasi aktif mitra, khususnya kepala sekolah, menjadi faktor kunci keberhasilan karena menciptakan monitoring dan dukungan yang berkelanjutan. Dari kegiaatn tersebut penting bahwa penerapan budaya 5S terbukti efektif meningkatkan efisiensi kerja, membentuk kebiasaan disiplin, serta memperkuat profesionalisme tenaga kependidikan. Program ini dapat direplikasi di sekolah lain sebagai strategi berkelanjutan dalam meningkatkan mutu layanan administrasi pendidikan
PENGUATAN STRATEGI PEMASARAN PENDIDIKAN MELALUI PROGRAM PARENTING DAN COFFE MORNING DI SD MUHAMMADIYAH 3 GRESIK MAJELIS DIKDASMEN PnF CABANG GRESIK Heru Baskoro; Indro Kirono; Sukaris Sukaris; Alkusani; Suwandi
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol. 8 No. 1 (2026): DedikasiMU Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v8i1.11377

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pemangku kepentingan sekolah dalam menerapkan strategi pemasaran pendidikan di SD Muhammadiyah 3 Gresik. Penguatan strategi pemasaran pendidikan menjadi penting dalam menghadapi persaingan antar lembaga pendidikan yang semakin kompetitif, serta dalam membangun citra sekolah yang unggul dan berdaya saing. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dan aplikatif melalui beberapa tahapan, yaitu koordinasi dan identifikasi kebutuhan mitra, pelatihan dasar marketing skill, praktik dan simulasi penerapan strategi STP, serta evaluasi kegiatan. Kegiatan dikemas dalam bentuk parenting dan coffee morning yang melibatkan guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, dan orang tua siswa, sehingga tercipta interaksi yang komunikatif dan kolaboratif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep pemasaran pendidikan, khususnya dalam mengidentifikasi segmen pasar, menentukan target sasaran, serta merumuskan positioning sekolah. Selain itu, kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam membangun citra positif sekolah. Implementasi IPTEKS yang mengintegrasikan konsep pemasaran, teknologi komunikasi sederhana, dan kreativitas komunikasi terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan peserta. Simpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan strategi pemasaran pendidikan berbasis STP melalui pendekatan partisipatif mampu meningkatkan kompetensi dan kesadaran strategis pemangku kepentingan sekolah. Program ini berpotensi menjadi model pengabdian yang aplikatif dan berkelanjutan dalam mendukung pengembangan pemasaran pendidikan di tingkat sekolah dasar.