Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pengaruh latihan plyometric terhadap daya ledak otot tungkai; 2) Pengaruh Latihan circuit power training; 3) Efektivitas antara latihan plyometric dan circuit power training terhadap daya ledak otot tungkai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen disegn dengan desain nonequivalent Group design. Populasi pada penelitian ini adalah atlet basket club tunas satria serang yang berjumlah 30 orang. Pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Data diambil melalui teknik tes dan pengukuran praktik. Data ini kemudian dianalisis menggunakan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Latihan plyometric berpengaruh terhadap hasil peningkatan daya ledak otot tungkai. Dimana nilai gain pada Sig. (2-tailed) sebesar 0,003, yang jauh lebih kecil dari taraf signifikansi α=0,05; 2) Latihan circuit power training berpengaruh terhadap hasil peningkatan daya ledak otot tungkai. Dimana nilai gain sig. (0,003 < 0,05); 3) Latihan plyometric lebih berpengaruh dibandingkan latihan circuit power training terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai. Hal ini terbukti dari hasil penelitian dimana nilai rata-rata gain kelompok eksperimen (plyometric) sebesar 5,80 lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (circuit power training) yang sebesar 4,67 dengan selisih rata-rata gain sebesar 1.13