Sirvia Aldania
Universitas Islam Negeri Mataram

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Metode Talaqqi Dalam Menstimulasi Kemampuan Menghafal Ayat Pendek Anak Usia 4-5 Tahun Sirvia Aldania; Farida Rohayani; Nur Kholidah Nasution
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 4 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i4.1328

Abstract

Pendidikan anak usia dini merupakan jenjang penting dalam menstimulasi seluruh aspek perkembangan, khususnya nilai-nilai agama dan moral. Usia 4–5 tahun merupakan masa golden age, ketika anak memiliki kemampuan untuk meniru, mengingat, dan menghafal melalui pengulangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode talaqqi dalam menstimulasi kemampuan menghafal ayat pendek pada anak usia 4–5 tahun di TK Islam Nurul Iman Sekarbela serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi nonpartisipatif, wawancara terstruktur dan semi-terstruktur dengan kepala sekolah dan guru kelas A, serta dokumentasi. Sumber data meliputi 2 guru dan 6 anak. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode talaqqi diterapkan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelaksanaannya mencakup enam langkah, yaitu sima’an, taqlid, tikrār, tasmi’, ishlāh, dan muroja’ah, disertai pujian dan tepuk tangan. Penerapan bertahap dan konsisten membantu mengoptimalkan kemampuan menghafal anak. Faktor pendukung meliputi motivasi anak, lingkungan yang kondusif, teman sebaya, dukungan orang tua, serta sarana yang memadai. Adapun penghambatnya meliputi perbedaan daya ingat, rendahnya motivasi dan konsentrasi, kemampuan membaca Al-Qur’an yang beragam, minimnya pendampingan keluarga, serta keterbatasan sarana. Keberhasilan memerlukan konsistensi guru dan sinergi dari semua pihak