Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat motivasi atlet dalam melakukan latihan drilling pada atlet bulutangkis SMANOR Tadulako. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 15 atlet bulutangkis SMANOR Tadulako dan seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner motivasi dengan skala Likert 1–4 yang mencakup dimensi Intrinsic Motivation, Integrated Regulation, Identified Regulation, Introjected Regulation, External Regulation, dan Amotivation. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk mengetahui tingkat motivasi atlet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi atlet dalam melakukan latihan drilling berada pada kategori sangat tinggi, dengan nilai rata-rata sebesar 40,00 dan standar deviasi sebesar 4,392. Dari 15 atlet, sebanyak 9 atlet (60,0%) berada pada kategori sangat tinggi, 4 atlet (26,7%) berada pada kategori tinggi, dan 2 atlet (13,3%) berada pada kategori sedang. Tidak terdapat atlet yang berada pada kategori rendah maupun sangat rendah. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar atlet memiliki tingkat motivasi yang tinggi dalam mengikuti latihan drilling. Dengan demikian, latihan drilling tetap menjadi bagian yang dapat dipertahankan dalam proses latihan dengan memperhatikan motivasi atlet, variasi latihan, tujuan latihan, serta komunikasi antara pelatih dan atlet.